'Abusive Relationship', Kebahagiaan Semu Berujung Nestapa Mengenal pola dalam abusive relationship. (Foto: Pixabay/cocoparisienne)

TAK pernah habis pikir bila seseorang tetap bertahan dalam sebuah hubungan meskipun pasangannya kasar dan sering mengancam, mungkin yang muncul dalam benak adalah pertanyaan, “Kenapa tidak disudahi saja?”.

Tidak semudah itu terbebas dari abusive relationship. Ada banyak elemen yang diciptakan oleh si pelaku agar korbannya tidak berani pergi kemana-mana. Mereka bahkan terpaksa menggantungkan hidupnya pada pelaku.

Baca Juga:

Bukan Warna Merah Muda dan Biru, Warna Monokrom Miliki Pengaruh Dahsyat Bagi Penglihatan Si Kecil

Melansir dari joinonelove.org, korban bukan semata-mata lemah. Mereka bertahan karena mempertimbangkan banyak hal termasuk keselamatan dirinya sendiri. Jika kamu memiliki teman di posisi yang sama, cobalah untuk mencari bantuan ke pihak berwajib.


1. Membunuh self-esteem

hubungan
Pelaku akan membunuh harga diri korban. (Foto: Pixabay/1388843)


Hubungan yang sehat adalah hubungan di mana kedua belah pihak saling memberikan dukungan dan bekerja sama dalam mempertahankan benih-benih cinta. Berbeda dengan hubungan ini yang pelakunya akan membunuh self-esteem korban. Hal ini dilakukan agar pelaku dianggap sebagai sumber kebahagiaan satu-satunya di dalam hidup korban.

Tak jarang pelaku menghina fisik dan kepribadian, kemudian mengatakan hanya dirinya lah yang akan menerima kekurangan si korban. Pada akhirnya ia tak akan berani keluar dari hubungan tersebut. Korban merasa dunianya akan hancur jika tidak bersama dengan si pelaku. Ketahuilah bahwa kebahagiaan ada pada dirimu sendiri dan bukan pada orang lain meskipun itu adalah pasanganmu sendiri. Alangkah lebih baik jika kebahagiaan itu dicapai secara bersama.

2. Maaf dan maaf

hubungan
Jangan memaklumi semua permohonan maaf. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Jika pasanganmu sering mengulang kesalahan yang sama kemudian meminta maaf berulang kali dengan cara yang sangat romantis, kemungkinan besar kamu sudah terjebak pola ini. Hubungan ini memang bukan sekadar kekerasan fisik tapi juga kekerasan terhadap mentalmu. Dalam hal ini pelaku sudah berhasil menjerat korbannya. Karena secara tidak langsung kamu sudah menganggapnya sebagai sumber kebahagiaan sampai kamu rela memaafkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan berulang kali.


Baca Juga:

Penting! Ingat Selalu Perjalanan Cintamu dengan Pasangan


3. Ancaman

hubungan
Tinggalkan jika ia mulai mengancam. (Foto: Pixabay/Ashish Coudhary)

Hubungan yang sehat tidak akan dibangun berdasarkan ancaman. Apalagi sampai ancaman kekerasan fisik dan pembunuhan. Seringkali orang terjebak dalam abusive relationship hanya karena pelaku membombardir dengan ancaman setiap hari. Untukmu yang terlanjur terjebak, jangan ragu untuk menyudahi hubungan seperti ini. Jika pelaku terus mengancam abaikan saja. Kecuali si pelaku sudah berani meneror kegiatanmu sehari-hari. Kalau sudah begini jangan ragu untuk melaporkan ke pihak berwajib.


4. Kekerasan fisik

hubungan
Jangan ragu untuk melaporkan ke pihak berwajib. (Foto: Pixabay/craigclark)


Jangan pernah bertahan dalam hubungan jika pasanganmu sudah berani melakukan kekerasan fisik. Apalagi jika setelah peristiwa tersebut terjadi, pelaku dengan enteng meminta maaf. Mereka tidak akan segan mengulang perbuatannya lagi jika kamu terus menerus memakluminya. Yuk beranikan diri untuk keluar dari hubungan ini. Karena hidupmu jauh lebih berharga. (mar)


Baca Juga:

3 Penyebab Penyakit Mental Self Injury



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH