Abu Janda Akui Cuitannya ke Pigai karena Bela Hendropriyono Abu Janda. ANTARA/Livia Kristianti

MerahPutih.com - Aktivis media sosial Permadi Arya atau Abu Janda mengakui cuitannya di akun twitter miliknya mengandung hinaan kepada mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Ia menjelaskan mengenai tulisan di media sosialnya karena membela Hendropriyono. Abu Janda mengatakan cuitan itu bermula lantaran Natalius Pigai dinilai menghina mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Baca Juga

Datangi Bareskrim untuk Diperiksa, Abu Janda Enggan Berkomentar

Kemudian, Abu Janda menegaskan maksud dari kata evolusi. Dia menyebut evolusi itu dikaitkan dengan kapasitas berpikir.

"Ketika saya pakai kata evolusi sebelum kata evolusi ada kata kapasitas jadi saya dalam konteks menanyakan Natalius Pigai 'Sudah selesai belum kapasitas berpikir kau?"," katanya kepada wartawan, Kamis (4/2).

Abu Janda kemudian mengungkap hubungannya dengan Hendropriyono. Dia menyebut pernah bertemu di acara Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Abu Janda mengaku mengagumi Hendropriyono.

"Sudah Jenderal tapi nggak sekadar Jenderal, dia nggak sekadar berjasa dalam operasi militer, terus dia mantan kepala BIN juga tapi yang spesial juga dia ini profesor di bidang filsafat intelijen," jelasnya.

Dokumentasi - Permadi Arya alias Abu Janda (kanan). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Dokumentasi - Permadi Arya alias Abu Janda (kanan). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Abu Janda mengakui menghina cara berpikir Natalius Pigai. Dia kembali menegaskan bahwa cuitan ke Natalius Pigai lantaran menanyakan kapasitas Hendropiyono.

Ia mengaku hingga saat ini belum berkomunikasi dengan Natalius Pigai.

Pada Kamis (28/1), Abu Janda dilaporkan KNPI dengan dugaan ujaran rasialisme terhadap Natalius Pigai. Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/0052/I/2021/Bareskrim.

Laporan itu disebabkan twit Abu Janda di Twitter yang menyebut soal "evolusi" saat mendebat Natalius Pigai yang mengkritik Hendropriyono.

Kicauan itu memang sudah dihapus oleh Abu Janda. Namun, KNPI menyimpannya sebagai barang bukti.

Dalam tangkapan layar akun Twitter @permadiaktivis1, Abu Janda menulis, "Kapasitas Jenderal Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur Bais, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor Filsafat Ilmu Intelijen, Berjasa di Berbagai Operasi militer. Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belum kau?".

Ketua Bidang Hukum KNPI Medya Riszha Lubis mengatakan, kata "evolusi" yang dipakai Abu Janda itu menyebarkan ujaran kebencian.

Hari ini, Permadi memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa soal laporan tersebut. Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB dan selesai sekitar pukul 14.00 WIB. (Knu)

Baca Juga

Bareskrim Periksa Abu Janda Terkait Dugaan Rasis Pada Natalius Pigai

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ada Indra Rukman dalam Rekonstruksi Kasus Suap Bansos di KPK
Indonesia
Ada Indra Rukman dalam Rekonstruksi Kasus Suap Bansos di KPK

Nama Indra Rukman muncul dalam rekonstruksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Senin (1/2).

Gempa Magnitudo 7.1 Guncang Sulawesi Utara
Indonesia
Gempa Magnitudo 7.1 Guncang Sulawesi Utara

Titik gempa berada di 4.98 lintang utara (LU) dan 127.38 bujur timur (BT)

Hingga Semalam, Arus Lalin dari Jakarta ke Jateng Belum Ada Lonjakan
Indonesia
Hingga Semalam, Arus Lalin dari Jakarta ke Jateng Belum Ada Lonjakan

Kondisi normal pada situasi libur panjang ini dikarenakan telah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak bepergian

Bikin Publik Simpati, Konflik Demokrat Lambungkan AHY Jadi Capres Potensial
Indonesia
Bikin Publik Simpati, Konflik Demokrat Lambungkan AHY Jadi Capres Potensial

Rilis survei dari lembaga Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di posisi yang baik.

Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran Prokes di Bar Kawasan Menteng
Indonesia
Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran Prokes di Bar Kawasan Menteng

Adapun jumlah barang bukti yang polisi sita dalam kasus itu antara lain 93 struk transaksi pembayaran

AHY Perlu Segera Selesaikan Konflik Partai Demokrat
Indonesia
AHY Perlu Segera Selesaikan Konflik Partai Demokrat

"Bagaimanapun juga tetap saja tidak bisa dibantah bahwa kepemimpinan Demokrat ada dua karena kubu Moeldoko masih menempuh jalur hukum setelah ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM," tegas Fernando.

Patuhi SE Menaker, Pemprov DKI Pastikan UMP 2021 tidak Naik
Indonesia
Patuhi SE Menaker, Pemprov DKI Pastikan UMP 2021 tidak Naik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan untuk tidak menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada tahun 2021.

Rekomendasi Bank Dunia Agar Ekonomi Indonesia Segera Pulih
Indonesia
Rekomendasi Bank Dunia Agar Ekonomi Indonesia Segera Pulih

Peningkatan produktivitas saja tidak cukup sehingga keterampilan para calon tenaga kerja juga harus dikembangkan.

Polisi Temukan Barang Bukti Sabu saat Penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie
Indonesia
Polisi Temukan Barang Bukti Sabu saat Penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Artis Nia Ramadhani dan suaminya pengusaha Ardi Bakrie ditangkap polisi. Mereka diciduk atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba.

Ingin Berlebaran, Rizieq Shihab Ajukan Penangguhan Penahanan
Indonesia
Ingin Berlebaran, Rizieq Shihab Ajukan Penangguhan Penahanan

Tim kuasa hukum mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap terdakwa Rizieq Shihab bersama enam lainnya atas kasus kasus tes COVID-19 dan kerumunan di Petamburan serta Megamendung.