ABG Pembunuh Balita di Jakpus Ternyata Korban Pelecehan Seksual Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

MerahPutih.com - Anak baru gede (ABG) berinisial NF yang membunuh bocah 5 tahun berinisial AP, di Sawah Besar, Jakarta Pusat ternyata merupakan korban pelecehan seksual. Fakta baru ini dibenarkan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat.

"NF berada dalam dua posisi sekaligus yaitu sebagai pelaku pembunuhan dan menjadi korban kekerasan seksual," ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5).

Baca Juga

Remaja Pembunuh Bocah Terancam Hukuman Mati, Begini Reaksi KPAI

Dari hasil pemeriksaan fisik dan psikologis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, NF pun diketahui tengah berbadan dua. Di mana kandungannya memasuki 14 minggu. NF diduga jadi korban pelampiasan nafsu tiga orang dekatnya.

"Jadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang terdekatnya, hingga kini hamil 14 minggu," kata dia.

Olah TKP pembunuhan anak kecil oleh remaja di kawasan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)
Olah TKP pembunuhan anak kecil oleh remaja di kawasan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Maka dari itu, pihaknya berharap kasus pelecehan seksual yang menimpa NF bisa diusut polisi guna mengetahui apakah ada kaitannya dengan pembunuhan yang dia lakukan.

Baca Juga

Remaja Bunuh Anak Kecil dan Digambar di Kertas Ternyata Terinspirasi Film Kejahatan

Hingga kini, NF diketahui dapat layanan rehabilitasi sosial di Balai Anak Handayani sambil menunggu proses peradilan.

"Kasus kedua (pelecehan seksual) juga perlu diselidiki untuk mendapatkan kesimpulan logis mengapa anak ini melakukan tindak kekerasan," kata dia.

Untuk diketahui, NF diduga membunuh AP dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi, Kamis (6/3). Setelah itu, korban diikat.

Jasad korban sempat disimpan di dalam lemari. Esoknya, pelaku sempat berangkat ke sekolah, tapi kemudian melaporkan diri ke Polsek Metro Taman Sari.

Baca Juga

Remaja Pembunuh Bocah Sawah Besar Bisa Lolos dari Hukuman, Syaratnya...

Pelaku diketahui terinspirasi sebuah film hingga berani melakukan hal ini. Salah satu film yang menginspirasinya melakukan perbuatan keji ini adalah Chucky dan Slender Man.

Bahkan polisi menyita buku yang berisi coretan-coretan menunjukkan pelaku mengidolakan Slender Man serta berisi ungkapan curhatannya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MUI Sebut Tak Sah Salat Jumat Dibagi Dua Gelombang
Indonesia
MUI Sebut Tak Sah Salat Jumat Dibagi Dua Gelombang

Dua gelombang yakni pembagian jadwal salat berdasarkan giliran waktu.

Pandemi Corona, MUI Ajak Umat Islam Selalu Berzikir dan Perbanyak Baca Alquran
Indonesia
Pandemi Corona, MUI Ajak Umat Islam Selalu Berzikir dan Perbanyak Baca Alquran

MUI juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas dan saling membantu antar sesama manusia.

KPK Sita Dokumen dan Uang Tunai dari Rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Sita Dokumen dan Uang Tunai dari Rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Untuk jumlah uang tunai saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK

Salurkan Bansos, Dinsos Data Warga 66 RW Zona Merah
Indonesia
Salurkan Bansos, Dinsos Data Warga 66 RW Zona Merah

Sebab dalam instruksi Gubernur Anies, kata Irmansyah, mereka yang diisolasi harus diberi dukungan dari pemerintah.

Catat, Indonesia Perpanjang Status Darurat Virus Corona Sampai Lewat Lebaran!
Indonesia
Catat, Indonesia Perpanjang Status Darurat Virus Corona Sampai Lewat Lebaran!

"Iya, benar," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo

Kampus di DIY Wajib Bentuk Satgas Penanganan COVID-19
Indonesia
Kampus di DIY Wajib Bentuk Satgas Penanganan COVID-19

pembentukan Satgas ini untuk mempermudah pendataan dan pengawasan keluar masuk mahasiswa.

Lurah Grogol Selatan Dinonaktifkan Terkait e-KTP Djoko Tjandra
Indonesia
Lurah Grogol Selatan Dinonaktifkan Terkait e-KTP Djoko Tjandra

Dinonaktifkan sementara itu, kata Marulla, karena Asep harus menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Pemprov DKI.

 Pimpinan KPK Bertemu Zulhas dan Jazilul Berpotensi Sandera Proses Hukum
Indonesia
Pimpinan KPK Bertemu Zulhas dan Jazilul Berpotensi Sandera Proses Hukum

Haris Azhar mengatakan seharusnya Firli Bahuri Cs menghindari pertemuan tersebut. Menurut dia, pertemuan pimpinan KPK dengan pimpinan MPR berpotensi menyandera proses hukum

Perayaan Natal Jadi Momentum Stop Ujaran Kebencian
Indonesia
Perayaan Natal Jadi Momentum Stop Ujaran Kebencian

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi umat yang rajin berbuat baik. Yakni merawat dan mengembangkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air.

Mobil Pengusaha Tekstil Jadi Sasaran Penembakan 8 Kali
Indonesia
Mobil Pengusaha Tekstil Jadi Sasaran Penembakan 8 Kali

Mobil Toyota Alphard hitam milik pengusaha tekstil asal Karanganyar menjadi korban penembakan sebanyak 8 kali.