Abdullah Hehamahua Sebut Ada Peserta Aksi MK yang Diracun Massa aksi Persaudaraan Alumni (PA) 212 datang untuk mengawal MK mulai berkumpul di patung kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Koordinator Lapangan Aksi Massa depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Abdullah Hehamahua mengakui ada satu orang pendemo yang diracun

"Saya dapat informasi satu orang kena racun. Sudah masuk ambulance," kata Abdullah, kepada wartawan, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (27/6).

BACA JUGA: Geruduk MK, Massa 212 Minta Hakim Bertindak Adil

Namun, Abdullah enggan menyebut siapa dan di mana posisi orang yang diracun itu saat ini. Dia hanya menganjurkan para peserta aksi jangan mau menerima pemberian makanan dan minuman dari orang yang tidak dikenal.

"Jangan juga membeli makanan atau minuman dari pedagang yang ada di sekitar sini," tegas mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

abdullah hehamahua
Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua jadi Korlap Aksi 212 di sekitar Gedung MK (Foto: Antaranews)

Massa dari berbagai elemen masyarakat ini datang dari berbagai daerah dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, dan Persatuan Alumni 212.

BACA JUGA: Kronologi Maju Mundur Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi

Mereka mulai berkumpul sejak sekira pukul 9.00 WIB dengan berbagai spanduk yang dibubuhi bermacam-macam tulisan yang meminta hakim MK bersikap adil. Aksi massa ini dipimpin oleh Abdullah Hehamahua selaku koordinator lapangan sekaligus penanggung jawab aksi.

Aksi massa ini merupakan serangkaian acara demonstrasi sejak beberapa hari belakangan yang dikemas dalam sebagai acara halal bihalal. Mayoritas peserta aksi yang menggunakan busana muslim ini mulai memenuhi kawasan Patung Kuda.

Polisi telah melarang agar tidak ada aksi massa di MK saat membacakan putusan hasil sidang sengketa Pilpres 2019. Untuk itu, massa difokuskan hanya di sekitaran Patung Kuda.

Dua arah di Jalan Medan Merdeka Barat telah ditutup kepolisian, tetapi kendaraan masih bisa melintas di sekitaran bundaran Patung Kuda termasuk di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Polisi juga telah menutup akses menuju Gedung MK menggunakan beton pembatas jalan dan kawat berduri. Kendaraan taktis kepolisian juga siaga di lokasi. (Knu)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH