Abdul Malik Fadjar di Mata Din Syamsuddin Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar (tengah) berbicara di hadapan jajaran pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Jumat (9/12). Foto: Muhammdiyah

MerahPutih.com - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengaku merasa kehilangan atas berpulangnya mantan Menteri Agama yang juga tokoh Muhammadiyah, Profesor Abdul Malik Fadjar.

"Almarhum adalah pejuang Muhammadiyah. Sebagian besar hidupnya diabdikan dalam Persyarikatan Muhammadiyah, mulai dari bawah hingga menjadi salah seorang Ketua PP Muhammadiyah," kata Din, dalam keterangannya, Selasa, (8/).

Baca Juga

Asik, Tahun Depan Subsidi Gaji Rp600 Ribu Masih Diterima Pekerja

Din mengatakan, almarhum selama berkiprah di Muhammadiyah, sangat aktif. Bahkan, pikiran Malik Fadjar banyak mewarnai langkah Muhammadiyah, khususnya dalam bidang Pendidikan.

Foto kenangan saat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin (kanan) didampingi Ketua PP Muhammadiyah lainnya, Haedar Nasir (tengah) dan Malik Fadjar (kiri) memberi keterangan di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, tahun 2009. FOTO ANTARA/Regina Safri/Koz/ama/09.
Foto kenangan saat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin (kanan) didampingi Ketua PP Muhammadiyah lainnya, Haedar Nasir (tengah) dan Malik Fadjar (kiri) memberi keterangan di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, tahun 2009. FOTO ANTARA/Regina Safri/Koz/ama/09.

"Almarhum adalah pribadi akrab. Walaupun usianya di atas rata-rata anggota pimpinan yang lain, namun beliau menaruh takzim kepada yan lain, termasuk cukup menyantuni para aktifis muda," ujar Din.

Din menambahkan, almarhum juga mewakili Muhammadiyah dalam banyak jabatan politik kenegaraan, mulai dari Menteri Agama, Mendiknas, Menko Kesra, dan terakhir sebagai Anggota Wantimpres.

Baca Juga

Disahkan November, RUU Perlindungan Data Pribadi Masuk Panitia Kerja

"Kepergiannya ke hadirat Sang Pencipta adalah kehilangan besar bagi Muhammadiyah, dan umat Islam dan Bangsa Indonesia. Semoga segala kiprah dan perannya menjadi amal jariah bagi Almarhum," pungkas Din. (Pon)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Anggota DPRD Solo dari Golkar Sumbangkan Tiga Bulan Gaji Untuk Penanganan COVID-19
Indonesia
Anggota DPRD Solo dari Golkar Sumbangkan Tiga Bulan Gaji Untuk Penanganan COVID-19

"Gaji yang kami sumbangkan nanti merupakan gaji pokok selama bulan Mei, Juni, dan Juli," kata Bandung kepada awak media di Solo, Jumat, (3/4).

Jika Halangi Penyidikan, Firli Bahuri Bisa Dijerat Obstruction of Justice
Indonesia
Jika Halangi Penyidikan, Firli Bahuri Bisa Dijerat Obstruction of Justice

Satu orang penyidik bernama Rosa dan satu orang jaksa bernama Yadyn ditarik ke instansi asalnya.

Kemenag Jamin Tunjangan Guru Non PNS Aman selama Pandemi COVID-19
Indonesia
Kemenag Jamin Tunjangan Guru Non PNS Aman selama Pandemi COVID-19

Kemenag telah mengizinkan penggunaan dana tersebut untuk digunakan membayar honor guru Non PNS

Kemendagri, Kemendikbud dan Pemprov DKI Capai Titik Temu soal PPDB
Indonesia
Kemendagri, Kemendikbud dan Pemprov DKI Capai Titik Temu soal PPDB

Oleh karenanya pemerintah wajib menjamin keberlangsungannya.

Anak Buah Anies Bantah 13 Juli Sekolah di Jakarta Kembali Dibuka
Indonesia
Anak Buah Anies Bantah 13 Juli Sekolah di Jakarta Kembali Dibuka

Pembukaan sekolah dilaksanakan apabila situasi dan kondisi COVID-19 sudah dinyatakan aman

 Kisah Tetangga Novel Baswedan Terkait Kejadian Penyiraman Air Keras
Indonesia
Kisah Tetangga Novel Baswedan Terkait Kejadian Penyiraman Air Keras

Novel langsung ditolong oleh warga dengan membawanya ke tempat wudhu masjid lalu menyiramkan air ke mukanya beberapa kali.

 23 Warga Pejambon Ramai-Ramai Isolasi Mandiri Usai Ada Keluarga Meninggal Positif COVID-19
Indonesia
23 Warga Pejambon Ramai-Ramai Isolasi Mandiri Usai Ada Keluarga Meninggal Positif COVID-19

NKA sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanah Abang

Dukung Erick Thohir, Intelektual NU Sebut Kelompok Radikal di BUMN Seperti Benalu
Indonesia
  BPBD DKI Sebut Daerah Rawan Banjir di Bantaran Kali Ciliwung
Indonesia
BPBD DKI Sebut Daerah Rawan Banjir di Bantaran Kali Ciliwung

Subejo pun menjelaskan penyebab banjir di Ibu Kota ialah intensitas hujan yang cukup tinggi, tapi jumlah mulut saluran air tak sebanding dengan debit air sehingga air mengantre terlalu lama.

KPU Jelaskan Ada Empat Calon Kepala Daerah Meninggal
Indonesia
KPU Jelaskan Ada Empat Calon Kepala Daerah Meninggal

Hingga 4 Oktober, KPU mencatat Bakal Calon Bupati Berau Muharram digantikan oleh Sri Juniarsih