'A Private War', Bagaimana Jurnalis Perang Menjalani Hidup A Private War (Sumber: Empire)

TAK ada pekerjaan yang tidak memiliki risiko. Bagi wartawan perang, risiko yang akan ia hadapi adalah kehilangan nyawa. Namun, ada banyak alasan untuk tetap bertahan hidup walaupun digempur dengan bahaya sepanjang waktu.

Sebuah kisah nyata dari koresponden veteran The Sunday Times Marie Colvin dapat kita lihat dalam sebuah film berjudul A Private War. Serangan, ledakan dan bentrokam bukan hal asing bagi Marie Colvin (Rosamund Pike).

1. Sempat kehilangan satu matanya

A Private War menjadi film yang menarik untuk ditonton (Sumber: Ist

A Private War menjadi film yang menarik untuk ditonton (Sumber: Ist)

Ia sebenarnya tidak suka berada di zona perang. Namun tempat berbahaya tersebut seakan menjadi magnet bagi jurnalis Amerika yang bekerja untuk surat kabar Inggris tersebut. Ia menjadi saksi berbagai medan pertempuran.

Bayarannya tak murah, Marie harus kehilangan satu matanya akibat serangan granat di Sri Langka. Saat itu ia selalu menutup satu mata, layaknya seorang bajak laut. Meski demikian Marie tak pernah kapok untuk terjun ke zona perang lainnya.

Marie tidak sendiri, bersama sang fotografer Paul Conroy (Jamie Dornan), ia menyampaikan kisah-kisah warga sipil yang menjadi korban tak bersalah dalam perang. Ia juga mengungkap pelecehan seksual yang menimpa perempuan-perempuan di daerah konflik.

2. Tewas karena perang

Tewas karena ledakan bom (Sumber: Ist)
Tewas karena ledakan bom (Sumber: Ist)

Jurnalis peraih penghargaan British Press Award itu sempat berhadapan dengan Muammar Gaddafi. Ia bertemu dengan mantan pemimpin Libya itu dalam sebuah wawancara saat meliput situasi konflik di Baghdad hingga Homs di Suriah.

Sayangnya, itu adalah liputan terakhir Marie karena nyawanya direnggut oleh serangan bom. Beberapa jam sebelum kematian, ia tampil dalam program berta Amerika dan Inggris melaporkan pengalaman mengerikan saat melihat bayi Suriah kehilangan nyawa akibat serangan militer.

3. Sudah rilis duluan di negara asalnya

Film berdurasi satu jam 50 menit tersebut menghadirkan adegan-adegan menegangkan dan membuat jantung berdegup kencang. Sebenarnya di Amerika film ini sudah dirilis pada bulan November tahun lalu, namun di Indonesia baru tayang di bioskop pada pekan ketiga Maret 2019.

Film ini diperankan oleh Rosamund Pike, seorang aktris yang sangat berbakat. Lupakan sosoknya di film Gone Girl karena di film A Private War, Rosamund tampil berbeda. Rambutnya tidak rapi dengan suara berat karena terlalu banyak merokok.

Film ini bukan hanya bercerita tentang Marie Colvin saja, melainkan pergulatannya menghadapi diri sendiri, gangguan stres pascatrauma (PTSD) selama perang hingga profesi yang melekat sampai akhir hayatnya.

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH