ZA Diduga Pakai Airgun Serang Mabes Polri, Pengamat: Paling Beli Online Penjagaan Mabes Polri. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menduga, jika senjata yang digunakan ZA (25) untuk menyerang Mabes Polri bukan Airsoftgun, melainkan Airgun.

"Banyak beli online Rp 2-3 juta dapat. (Senjata) itu paling belinya online,” kata Stanislaus kepada wartawan, Rabu (31/3).

Baca Juga:

Polisi Datangi Rumah Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polr

Meski diduga berjenis Airgun, senjata itu bisa membuat seseorang tewas jika diletuskan dalam jarak dekat.

“Ketembak jarak dekat ya mati. Kalau kena kepala mati juga,” jelas dia.

Hanya saja, ia memilih untuk menunggu saja hasil investigasi dan uji balistik dari Polri. “Tapi belum dirilis sama Polri jenisnya apa,” jelas Stanislaus.

Kemudian, untuk kartu anggota yang diduga beberapa kalangan sebagai kartu Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) ternyata salah. Ia menyebut jika kartu tersebut adalah kartu klub saja.

Personel kepolisian dengan rompi antipeluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Personel kepolisian dengan rompi antipeluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

“Bukan kartu Perbakin, itu kartu club, abal-abal. Nyetak sendiri yang jual (senpi),” jelasnya.

Penyerangan itu terjadi pada Rabu (2/4) sore. Awalnya, ZA masuk dari pintu belakang Mabes Polri dan sempat berbincang-bincang terlebih dahulu dengan petugas serta menanyakan lokasi kantor pos.

Setelah itu, ZA meninggalkan pos penjaga dan pergi ke arah pos siaga di dekat gerbang utama.

Baca Juga:

Orang Tua ZA, Pelaku Penyerangan di Mabes Polri Langsung Datangi RS Polri

Disanalah terjadi baku tembak antara ZA dan petugas hingga akhirnya dirinya tewas. Ia dipastikan beraksi seorang diri.

Rupanya ZA menulis surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat wasiat itu, Ia meminta maaf dan 'pamit' kepada keluarganya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Komik Phantom Terbit Tahun 1957 Prediksi Munculnya COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Komik Phantom Terbit Tahun 1957 Prediksi Munculnya COVID-19

Ilustrasi tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa ilustrasi tersebut merupakan sebuah potongan dari serial komik “Phantom” yang dicetak pada tahun 1957.

Besok Jokowi Resmikan Bendungan Napun Gete di NTT
Indonesia
Besok Jokowi Resmikan Bendungan Napun Gete di NTT

Bendungan Napun Gete terletak di Desa Ilinmedo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka

Dampak Ekonomi Peningkatan Kasus COVID-19 Bakal Terasa di Kuartal Tiga 2021
Indonesia
Dampak Ekonomi Peningkatan Kasus COVID-19 Bakal Terasa di Kuartal Tiga 2021

Realisasi pertumbuhan ekonomi akan tergantung dari keberhasilan setiap negara termasuk Indonesia dalam mengatasi pandemi termasuk efektivitas penyaluran vaksin kepada masyarakat.

895 Lulusan CPNS 2020-2021 Jadi Tenaga Pelacak COVID-19
Indonesia
895 Lulusan CPNS 2020-2021 Jadi Tenaga Pelacak COVID-19

Selain itu, Pemprov DKI juga merekrut tenaga kesehatan profesional untuk membantu upaya pelacakan kasus melalui digital.

Ketua DPD Tegaskan Pejabat Yang Disuntik Vaksin Booster Lukai Perasaan Rakyat
Indonesia
Ketua DPD Tegaskan Pejabat Yang Disuntik Vaksin Booster Lukai Perasaan Rakyat

"Kita mendengar banyak daerah mengeluhkan kekosongan stok vaksin. Maka Pemda sebagai pelaksana vaksinasi harus betul-betul bijaksana dalam menentukan sasaran vaksinasi," kata LaNyalla.

Isu Reshuffle Muncul, Orang Dekat Jokowi Diingatkan Soal Hak Prerogatif Presiden
Indonesia
Isu Reshuffle Muncul, Orang Dekat Jokowi Diingatkan Soal Hak Prerogatif Presiden

Kalau pelatihnya bilang ada yang ditarik keluar, ya kita sikapi biasa saja

RS Lapangan Marinir TNI-AL Diserbu Korban Bencana Banjir Bandang NTT
Indonesia
RS Lapangan Marinir TNI-AL Diserbu Korban Bencana Banjir Bandang NTT

BMKG memproyeksi siklon tropis bakal sering terjadi ke depannya karena pemanasan global

Bareskrim Segera Periksa Rachel Vennya soal Dugaan Suap Lolos Karantina
Indonesia
Bareskrim Segera Periksa Rachel Vennya soal Dugaan Suap Lolos Karantina

"Nanti pasti akan dilakukan juga pemeriksaan kepada yang bersangkutan (Rachel Vennya)," ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/1)

Warga Korban Penggusuran Rusunami Petamburan Tagih Janji Anies Bayar Rp 4,7 Miliar
Indonesia
Warga Korban Penggusuran Rusunami Petamburan Tagih Janji Anies Bayar Rp 4,7 Miliar

Perwakilan warga Rusun Petamburan yang memenangkan gugatan terhadap Pemprov DKI mengadukan Gubernur Anies Baswedan ke Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya.

FAKTA Minta Dua Oknum Dishub Pemeras Sopir Bus Dipecat
Indonesia
FAKTA Minta Dua Oknum Dishub Pemeras Sopir Bus Dipecat

Kedua petugas Dishub itu memaksa meminta uang Rp 500 ribu karena surat-surat bus tidak lengkap