Skor Kinerja 2 Tahun Anies, Warga Ungkit Lama Jomlo Hingga Nostalgia Ahok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Tak terasa Gubernur Anies Baswedan sudah memimpin DKI Jakarta selama dua tahun sejak dilantik pada 16 Oktober 2017 lalu. Dalam perjalanannya, muncul berbagai halangan dan rintangan, termasuk mundurnya Wakil Gubernur (Wagub) Sandiaga Uno yang memilih maju di Pilpres 2019.

Saat Pilgub DKI 2017 silam, Anies menyebutkan 23 janji kampanye. Selama 2 tahun menjabat baru sekitar 40 persen PR-nya sebagai Gubernur DKI tuntas. Artinya, Anies masih harus kerja keras untuk Jakarta agar pencapaiannya memuaskan warga Ibu Kota.

Baca Juga

Fraksi Gerindra DPRD DKI Kritik Anies Soal Realisasi Rumah DP 0 Rupiah dan OK OCE

Dalam merealisasikan janjinya Anies berjanji mengedepankan kolaborasi bersama masyarakat agar semua yang dikerjakan Pemprov DKI sesuai kebutuhan warga. Lalu, bagaimana warga Ibu Kota menyoroti 2 tahun kinerja Anies sebagai DKI-1?

Era Ahok Jadi Acuan

Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

Felix Nathaniel Hutauruk (32), seorang Seniman Musik, menyayangkan sikap Anies yang tak membuka tempat pengaduan warga di Balai Kota seperti yang telah diterapkan gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Menurut Felix, langkah yang pernah dilakukan Ahok itu merupakan cara jitu untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi warga Jakarta. Keluhan itu menjadi rujukan Pemprov DKI turun ke lapangan untuk menuntaskannya.

"Tidak ada lagi pintu terbuka di Balai Kota untuk dengar jawab keluhan masyarakat warga Jakarta kembali, karena itu yang terpenting bagi warga Jakarta," kata Felix kepada MerahPutih.com, Rabu (16/10).

Felix mengungkapkan secara pribadi tidak merasakan kinerja signifikan Anies selama dua tahun memimpin Jakarta. Dia pun hingga kini belum melihat Anies merealisasikan janji kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Baca Juga

Anies Keteteran Sendirian Jadi Gubernur, Ini Kata Mantan Ketua MK

Menurut Felix, realisasi janji kampanye Anies hanya akal-akalan saja. Contohnya yang paling menyorot perhatian ialah penutupan Alexis di Jakarta Utara, yang beberapa bulan kemudian bisa kembali beroperasi dengan nama berbeda.

"Soal Alexis ditutup, tapi ganti nama. Menutup reklamasi, tapi yang ditutup bukan pulau inti-intinya tapi di luar zona pulau yang sudah izin usahanya. Kalijodo kembali berantakan," beber dia.

Mengenai pembangunan MRT, Felix melihat kereta cepat kekinian itu bukan murni ide atau gagasan Gubernur Anies, melainkan BJ Habibie kala menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Felix juga menyoroti Anies mengenai penanganan Kali Item Kemayoran, Jakarta Pusat, yang lokasinya berdekatan dengan Wisma Atlet. Terutama, Anies malah memasang jaring, diberi obat tabur dan wewangian, bukan mencari solusi permanen mengatasi polusi limbah Kali Item.

Proses pengganti Sandiaga Uno yang hingga kini belum tuntas juga dikritik. Menurut Felix, seharusnya Anies punya cara melobi DPRD DKI untuk secepatnya memutuskan nama DKI 2. "Soal wagub baru saja impoten, apalagi soal kinerja atau janji kampanye," sindir dia.

Baca Juga

Jawaban Anies Ketika Dirinya Disebut Gubernur Rasa Presiden

Nilai Plus Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno tiba di gedung Balai Kota Jakarta, ribuan simpatisan pendukung pasangan Anies-Sandi memadati halaman Balai Kota sejak siang hari untuk menyambut pemimpin baru Jakarta. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno tiba di gedung Balai Kota Jakarta, ribuan simpatisan pendukung pasangan Anies-Sandi memadati halaman Balai Kota sejak siang hari untuk menyambut pemimpin baru Jakarta. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Meski demikian ada pula warga yang menilai Anies telah berhasil dalam 2 tahun ini. Warga Jakarta lainnya Arfan (29) mengaku puas dengan kinerja Anies Baswedan yang sudah bekerja dengan integritas tinggi, tegas, ramah dan cerdas dalam menjalankan pemerintahan DKI.

Menurut Arfan, banyak kemajuan di Jakarta di tangan Anies memimpin Ibu Kota. Dia mencontohkan proyek revitalisasi trotoar di Jakarta sepanjang 134 kilometer (Km). Kemudahan akses transportasi publik di Jakarta juga menuai pujian.

"Bisa dilihat juga perkembangan transportasi angkutan massal di Jakarta. Karena kini angkutan umum di Ibu Kota sudah terintegrasi dari satu ke moda transportasi massal lainnya," tutur dia

Arfan paling mengapresiasi kinerja Anies sudah membantu masyarakat untuk memiliki rumah di Jakarta dengan membangun Rumah DP 0 Rupiah sebagai bagian dari janji kampanye saat Pilkada 2017 silam.

"Wujudkan hunian layak bagi warga Jakarta," puji karyawan swasta yang tinggal di wilayah Jakarta Timur itu.

Baca Juga:

Dua Tahun Anies Pimpin Jakarta, Gerindra: Yang Paling Menonjol Itu Transportasi Umum

Masih Prematur

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melakukan pidatonya di hadapan ribuan simpatisan pendukungnya di halaman Balai Kota Jakarta, setelah dilantik Presiden Joko Widodo dan serah terima jabatan Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melakukan pidatonya di hadapan ribuan simpatisan pendukungnya di halaman Balai Kota Jakarta, setelah dilantik Presiden Joko Widodo dan serah terima jabatan Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai semua kebijakan Anies sejatinya masih terlalu prematur. Alasannya, baru berjalan dua tahun dan tidak akan mewakili keseluruhan janji politik Anies di Pilkada 2017.

Terlepas dari penilaian yang sifatnya positif dan negatif, kata Ujang, dua tahun Anies menjalankan roda pemerintahan DKI harus diakui ada prestasi yang dicapai, meskipun belum maksimal. Terlebih sepeninggal Wakil Gubernur Sandiaga Uno pada Agustus 2018 lalu.

Menurut Ujang, praktis Anies bekerja sendiri setahun lebih dan mengakibatkan adanya kepincangan dalam aspek pelayanan publik. Namun, kata dia, secara politik Anies memiliki keuntungan pribadi untuk mengambil keputusan sendiri tanpa intervensi Wagub.

"Cuma persoalannya (Anies) adalah memang untuk meningkatkan kinerja jadi semakin sulit karena bekerja sendirian," kata Ujang, membeberkan kelemahan kepemimpinan Anies saat ini. (Asp)

Baca Juga:

Dua Tahun Anies Memimpin Jakarta, PDIP Soroti Kekosongan Jabatan Wagub DKI

Kredit : asropih


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH