Nasib Sofyan Djalil di Kabinet Usai Langkahi Jokowi Umumkan Ibu Kota di Kaltim Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengkritik perbedaan pernyataan antara Presiden Joko Widodo dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil soal pemindahan ibu kota. Selama ini dinilai tak ada koordinasi yang baik antara Jokowi dengan anak buahnya.

"Memang tak ada koordinasi karena selama ini yang menonjol Bappenas wacana soal ibu kota sscara massif. Bappenas seperti jalan sendiri. Dia tak koordinasi dengan lembaga lain. Selain koordinasi yang lemah itu tadi, lalu ada persoalan ego sektoral," kata Trubus kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (23/8).

Baca Juga:

4 Dasar Jokowi Pindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan

Pengajar dari Universitas Trisakti ini menambahkan, pemindahan ibu kota seperti jadi bancakan proyek pemerintah. "Pemindahan ibu kota seperti proyek seperti memindahkan gedung dan gedung baru," jelas Trubus.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah

Trubus menambahkan, perbedaan ucapan soal lokasi ini menunjukkan didalam kepemimpinan Jokowi terjadi persaingan tak sehat.

Baca Juga:

Kalimantan Timur Ditunjuk Sebagai Lokasi Baru Ibu Kota Indonesia

"Sehingga keberadaan wacana ibu kota jadi ajang rivalitas antara menteri. Di satu ada yang pengen lanjut lagi, kalau pak Sofyan Djalil kan deket ke pak Jusuf Kalla. Apalagi pak JK suka mengkritik program ini karena lebih condong ke Sulawesi,," terang Trubus.

Sementara dominasi ada di tangan Jokowi sehingga para menteri terpaksa termarjinalkan. Namun, soal kans Sofyan dicopot, Trubus tak yakin.

"Kalau reshufle Sofyan dalam waktu dekat sulit karena Jokowi sudah mengatakan tak ingin mengganti menteri dalam waktu dekat," papar Trubus.

Baca Juga:

Anies Tegaskan Perekonomian Jakarta Jalan Terus Meskipun Ibu Kota Pindah

Trubus juga melihat, Jokowi seperti dalam posisi bimbang karena ini belum ada usulan dari masyarakat.

"Ini memang pemerintah hati-hati karena kalau masuk langsung akan terjadi situasi yang menjadi keruh. Karena ada kekhawatiran terjadi persoalan masalah tanah. Tanah menjadi persoalan yang paling krusial. Ada kemungkinan Sofyan Djalil punya link disana," imbuh Trubus.

Pemindahan ibu kota sendiri memang bukan perkara gampang. Karena ada problem seperti memindahkan Aparat Sipil Negara beserta keluarga yang jumlahnya mencapai jutaan.

"Pemerintah hanya pikirkan fisik proyek. Kalau seolah ada istana bangun aja istana aja. Tapi gak memikirkan gedung yang ada disini. Kan itu punya negara apa mau dijual," terang Trubus.

Trubus menyarankan agar pemindahan ibu harusnya dari bawah dengan mengajak dialog masyarakat baik dari Jakarta maupun Kalimantan sendiri.

"Masyarakat harusnya dibawah. Masyarakat di DKI dan masyarakat Kalimantan," jelas Trubus.

Presiden Jokowi bantah lokasi ibu kota negara sudah ditentukan
Presiden Jokowi bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) (Foto: Antaranews)

Baca Juga:

Ralat Pernyataan Sofyan, Presiden Jokowi Ungkap Lokasi Ibu Kota Baru Masih Dikaji

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil secara eksplisit menyebutkan lokasi lahan untuk ibu kota baru adalah di Kalimantan Timur. Hal tersebut seakan jadi jawaban kegaduhan karena selama ini pemerintah belum pernah terang-terangan menyebut provinsi tertentu yang ditetapkan untuk menjadi lokasi pemindahan ibu kota negara.

Namun, Presiden Joko Widodo atau Jokowi hanya mengatakan calon provinsi ibu kota baru akan diputuskan segera setelah pemerintah merampungkan kajian. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH