90 Persen Kasus Penyerangan Novel Baswedan Diprediksi Tak Akan Terungkap Neta S Pane. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Pengamat kepolisian Neta S Pane memprediksi 90 persen kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak akan terungkap. Pasalnya, kasus ini dilakukan oleh individu bukan kelompok.

Neta menyebut, barang bukti dan saksi dalam perkara ini juga sangat minim.

Baca Juga:

Haris Azhar Minta Polri Umumkan Pelaku Lapangan Kasus Novel Baswedan

"Hal inilah yang membuat Polisi sulit menyelesaikan kasus ini. Kalau Presiden janji mau siapapun Kapolri dan Kabareskrimnya tetap sulit ungkap kasus ini," kata Neta kepada merahputih.com di Jakarta, Rabu (11/12).

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: merahputih.com/Ponco Sulaksono)
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Foto: merahputih.com/Ponco Sulaksono)

Neta melanjutkan, kasus penyerangak air keras adalah mainan di level bawah dan individu.

"Kami curiga jangan-jangan ada orang yang sakit hati dan dendam terhadap Novel. Bukan soal posisi dia di KPK tapi masalah pribadi," kata Ketua Indonesia Police Watch ini.

Neta melihat, jika kasus ini tak terungkap, maka Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai pimpinan tertinggi Polri sama sekali tak memiliki dampak apa-apa.

"Saya kira tak ada dampak apa-apa. Ini hanya kasus kecil," terang Neta.

Baca Juga:

Haris Azhar Sebut Publik Pesimis Kasus Novel Baswedan Bisa Terungkap

Ia justru berharap, kasus pembunuhan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu yang diduga melibatkan Novel harus diungkap.

Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dukung Novel Baswedan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4). (MP/Dery Ridwansah)
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dukung Novel Baswedan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4). (MP/Dery Ridwansah)

"Harusnya BAP dilimpahi ke pengadilan karena keluarga korban memenangkan gugatan praperadilan. Karena ini korban mati sementara Novel yang ia alami hanya luka. Orang yang dia tembak kan mati, jadi harus diungkap," sebut Neta.

Berbagai upaya penyidikan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan sampai sekarang terus dilakukan. Kapolri sempat membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) pada Januari 2019. Namun, hingga 6 bulan bekerja, TPGF pun nihil mendapatkan hasil. (Knu)

Baca Juga:

Haris Azhar Sebut Publik Pesimis Kasus Novel Baswedan Bisa Terungkap


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH