9 Korban Bom dan Aksi Teror di Solo Terima Kompensasi Penyerahan santunan pada korban aksi teror. (Foto: MP/Ismail).

MerahPutih.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI menyerahkan bantuan kompensasi terhadap sembilan orang korban dalam tiga peristiwa kasus tindak pidana terorisme di Solo, Jawa Tengah.

Kasus tindak pidana terorisme tersebut, yakni bom meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah pada 25 September 2011; penembakan satu anggota Polresta Surakarta di Pos Polisi (Pospol) Singosaren, Solo, Jawa Tengah pada 30 Agustus 2012, menewaskan Bripka Dwi Data Subekti; dan bom bunuh diri Mapolresta Surakarta pada 5 Juli 2016.

Baca Juga:

6 Ribu Orang Diduga Jadi Pemasok Dana Jaringan Teror JI

Kepala Biro Pemenuhan Saksi dan Korban LPSK Sriyana mengemukakan, pemberian kompensasi ini bagian dari amanat UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Untuk di Solo ada sembilan orang korban kasus terorisme berhak mendapatkan kompensasi dengan besaran berbeda-beda.

"Secara simbolis penyerahan bantuan ini telah dilakukan Presiden Jokowi di Istana Negara pada tanggal 16 Desember, dengan mengundang perwakilan korban kasus terorisme," kata Sriyana di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (30/12).

LPSK sebagai lembaga yang diberikan tugas pada negara untuk menyerahkan kompensasi pada semua korban kasus terorisme di daerah, datang ke Solo menyerahkan bantuan pada sembilan korban yang lolos verifikasi.

Berdasarkan asesmen dan pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor), dari sembilan korban tersebut perinciannya empat orang luka sedang, empat luka berat, dan satu orang meninggal dunia.

"Sesuai aturan Kemenkeu (Kementerian Keuangan) untuk korban meninggal mendapatkan kompensasi Rp250 juta, luka berat Rp210 juta, luka sedang Rp115 juta, dan luka ringan Rp75 juta," katanya.

Penyerahan santunan pada korban aksi teror di Solo. (Foto: MP/Ismail).
Penyerahan santunan pada korban aksi teror di Solo. (Foto: MP/Ismail).

Dari sembilan korban kasus terorisme ini, sebanyak tiga orang tercatat sebagai anggota Polri dan sisanya warga sipil dari jemaat GBIS Kepunton Solo.

Sriyana mengimbau pada semua masyarakat yang merasa menjadi korban kasus terorisme dan belum mendapatkan bantuan segera melapor pada LPSK atau kepolisian sampai batas waktu Juni 2021.

"Kalau sampai batas waktu itu tidak ada yang melapor LPSK tidak bisa mengurusnya. Karena aturan UU 5 Tahun 2018 kami hanya diberikan waktu sampai Juni 2021 mengurus kompensasi korban kasus terorisme di Indonesia," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah).

Baca Juga:

Sah! Di Pengujung 2020, FPI Ditetapkan Sebagai Organisasi Terlarang

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Ultimatum Kepala Daerah di NTB Tak Gunakan Bansos untuk Pilkada
Indonesia
KPK Ultimatum Kepala Daerah di NTB Tak Gunakan Bansos untuk Pilkada

Survei KPK di tahun 2018 memperlihatkan ada sekitar 82,3 persen dari calon kepala daerah yang diwawancarai mengakui adanya donatur

Wakil Ketua DPRD Tegal Mengaku Bersalah dan Minta Maaf Gelar Konser Dangdut di Tengah Pandemi
Indonesia
Wakil Ketua DPRD Tegal Mengaku Bersalah dan Minta Maaf Gelar Konser Dangdut di Tengah Pandemi

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) mengaku bersalah dan meminta maaf kepada semua pihak.

Gibran Ajukan Dana BTT dan Bansos Rp 50 Miliar
Indonesia
Gibran Ajukan Dana BTT dan Bansos Rp 50 Miliar

Gibran mengajukan dana sebesar Rp 50 miliar pada DPRD Solo untuk membantu warga yang terdampak pandemi dan PPKM Darurat.

Kadin Protes Larangan Mudik Semakin Beratkan Sektor Transportasi
Indonesia
Kadin Protes Larangan Mudik Semakin Beratkan Sektor Transportasi

Menghindari lonjakan kasus COVID-19, pemerintah dapat melakukan pengendalian dan pengetatan terhadap angkutan umum dan angkutan pribadi.

Masjid Istiqlal Jadi Lokasi Vaksinasi COVID-19 Tokoh Lintas Agama
Indonesia
Masjid Istiqlal Jadi Lokasi Vaksinasi COVID-19 Tokoh Lintas Agama

Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap para tokoh lintas agama bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Selasa (23/2).

Maestro Gamelan Rahayu Supanggah Tutup Usia
Indonesia
Maestro Gamelan Rahayu Supanggah Tutup Usia

Sosok Rahayu yang selalu lekat dengan akademisi ISI dan seniman besar tersebut lahir di Boyolali, 29 Agustus 1949, meninggal di Rumah Sakit Brayat Minulya Solo, Jawa Tengah.

8,8 Juta Pekerja Bakal Dapat Subsidi Upah Dampak PPKM Darurat
Indonesia
8,8 Juta Pekerja Bakal Dapat Subsidi Upah Dampak PPKM Darurat

Peningkatan kebutuhan penanganan COVID-19 akan dibiayai dari realokasi belanja beberapa Kementerian/Lembaga.

PKB: Kabarnya Ada Enam Posisi yang Direshuffle
Indonesia
PKB: Kabarnya Ada Enam Posisi yang Direshuffle

Kabinet Jokowi-Ma'ruf bakal dihiasi kalangan muda setelah reshuffle

Warganet Bandingkan Risma dengan Anies, Wagub DKI: Setiap pemimpin punya Cara dan Gaya Masing-Masing
Indonesia
MAKI Minta Dewas Putuskan Ketua KPK Firli Bahuri Langgar Kode Etik
Indonesia
MAKI Minta Dewas Putuskan Ketua KPK Firli Bahuri Langgar Kode Etik

MAKI meminta Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memutuskan Ketua KPK Firli Bahuri terbukti melanggar kode etik.