Vaksinasi COVID-19
9 Efek Samping Vaksin COVID Sinovac Hasil Uji Klinis Bandung Vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma. (Foto: Sekretariat Presiden)..

MerahPutih.com - Izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang diuji klinis di Bandung, akhirnya resmi dikeluarkan Badan Pengawas Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hasil kajian BPOM, vaksin Sinovac punya efek samping ringan hingga sedang. Namun perlu dicatat, secara umum vaksin bernama Corona Vac ini aman dan tidak berbahaya.

Baca Juga:

Hari ini, Indonesia Terima 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac

“Efek samping tersebut merupakan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito saat menyampaikan pengumuman izin EUA, Senin (11/1).

Kesimpulan tersebut disampaikan setelah BPOM melakukan evaluasi bertahap terhadap data hasil uji klinis fase 3 terhadap vaksin Corona Vac yang dilakukan Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad.

BPOM menerima data seputar keamanan, khasiat dan mutu secara bertahap dari para peneliti uji klinis. Uji klinis sendiri rangkaiannya dimulai Agustus 2020. BPOM kemudian membandingkan dengan data uji klinis fase tiga di luar negeri, yakni di Brazil dan Turki.

Evaluasi pertama dilakukan terhadap data keamanan vaksin CoronaVac yang dikumpulkan dari hasil uji klinis di Bandung, Turki dan Brazil. Data ini berupa hasil pemantauan keamanan selama 3 bulan.

Dinyatakan, secara keseluruhan vaksin CoronaVac aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan berupa gejala ringan dan sedang. Efek samping itu bersifat lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan, serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, fetik (saluran cerna) dan demam.

Ada juga efek samping dengan derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit dan diare dengan angka yang dilaporkan 0,1 sampai 1 persen. BPOM menegaskan, 9 efek samping tersebut tidak berbahaya dan bisa pulih.

Kemudian evaluasi terhadap efficacy atau kemanjuran vaksin. Bahwa vaksin COVID-19 CoronaVac menunjukan, pembentukan antibodi dalam tubuh dan kemampuan dalam membunuh atau menetralkan virus (imunogenisitas).

Data tersebut sesuai dengan uji klinis fase 1 dan 2 di Tiongkok dengan periode pemantauan sampai 6 bulan. Sedangkan pada uji klinis fase 3 di Bandung, Brazil dan Turki, data data imunogenisitas juga menunjukkan hasil yang baik.

Uji Klinis Vaksin Sinovac. (Foto: Antara)
Uji Klinis Vaksin Sinovac. (Foto: Antara)

Pada fase 14 hari setelah penyuntikan, hasil seropositif atau kemampuan vaksin dalam membentuk antibodi mencapai 99,74 persen. Dan 3 bulan setelah penyuntikan hasil seropositif-nya 99,23.

“Hal tersebut menunjukkan sampai 3 bulan (relawan) yang memiliki antibodi masih tinggi yaitu 99,23 persen,” katanya.

Rinciannya, nilai kemanjuran Corona Vac di Bandung 65,3 persen, Turki 91 persen, dan Brazil 78 persen. Hasil tersebut sesuai persyaratan WHO di mana efficacy vaksin minimal 50 persen.

Nilai efficacy uji klinis vaksin Covid di Bandung menunjukkan harapan bahwa kejadian peyakit COVID-19 di Indonesia bisa ditekan hingga 65,3 persen

"Berdasarkan data tersebut dan mengacu pada persyaratan pemberian EUA untuk vaksin Covid-19 dari WHO, maka Corona Vac telah memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi atau EUA,” kata Penny. (Iman HA/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kerja Besar Vaksinasi COVID-19 Dalam 15 Bulan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Di Masa Pandemi, Indonesia Tak Harus Memilih Selesaikan Persoalan Kesehatan atau Ekonomi
Indonesia
Di Masa Pandemi, Indonesia Tak Harus Memilih Selesaikan Persoalan Kesehatan atau Ekonomi

Tentu dalam suatu ruang komunikasi promosi kesehatan penanganan kasus COVID-19

KPK Kembali Buka Seleksi Pengisian 5 Jabatan Struktural
Indonesia
KPK Kembali Buka Seleksi Pengisian 5 Jabatan Struktural

KPK telah melantik pejabat struktural baru di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/4)

KLB Belum Dicabut, Kemenag Solo Minta Salat Jumat Besok Ditiadakan
Indonesia
KLB Belum Dicabut, Kemenag Solo Minta Salat Jumat Besok Ditiadakan

Semua umat beragama di Solo diharapkan bersabar untuk bisa mengadakan beribadah di rumah ibadah.

6 Jagoan PDIP di Jateng Lawan Kotak Kosong
Indonesia
6 Jagoan PDIP di Jateng Lawan Kotak Kosong

6 Daerah itu, sampai detik ini belum ada yang mendaftar sebagai penantang.

Kejagung Terus Periksa Saksi Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan
Indonesia
Kejagung Terus Periksa Saksi Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

Penanganan kasus ini sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan berdasarkan pada surat penyidikan Nomor: Print-02/F.2/Fd.02/2021.

KPK Garap Dirut PT PAL Terkait Kasus Korupsi di PT DI
Indonesia
KPK Garap Dirut PT PAL Terkait Kasus Korupsi di PT DI

Pemeriksaan terhadap Budiman Saleh merupakan penjadwalan ulang

Tito Karnavian Usulkan Sinkronisasi Dalam Skema Pemberian Bansos
Indonesia
Tito Karnavian Usulkan Sinkronisasi Dalam Skema Pemberian Bansos

Karena, daerah tingkat I dan tingkat II, dan desa memiliki anggaran tersendiri

Pemprov DKI Serahkan Kasus Vaksin Selebgram Helena Lim ke Polisi
Indonesia
Pemprov DKI Serahkan Kasus Vaksin Selebgram Helena Lim ke Polisi

DKI Jakarta menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian yang menangani kasus selebgram Helena Lim yang menerima vaksinasi COVID-19 Sinovac.

Polemik PSI Tolak Kenaikan RKT, Buat Malu Fraksi Lain
Indonesia
Polemik PSI Tolak Kenaikan RKT, Buat Malu Fraksi Lain

Kenaikan rencana kerja tahunan (RKT) anggota DPRD tahun 2021 sebesar Rp888 miliar menjadi polemik di pusaran legislator Kebon Sirih.

19.435 Orang Mengungsi Pasca Gempa M6,2 Sulbar
Indonesia
19.435 Orang Mengungsi Pasca Gempa M6,2 Sulbar

Saat ini tim BNPB masih melakukan assestment untuk wilayah terdampak gempa di Kabupaten Majene