85 Persen Warga Yogyakarta Ikuti Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua Pedagang dan pengusaha di sekitar Malioboro ikuti Vaksinasi di Benteng Vredeburg. (Foto: MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Partisipasi pelaku wisata di Malioboro, pekerja informal, dan pedagang Pasar Beringharjo mengikuti program vaksinasi massal mencapai 85,18 persen.

Vaksinasi digelar 1-6 Maret di tiga titik, Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, dan Tempat Khusus Parkir Abu Bakar Ali.

"Memang ada yang belum mengikuti vaksinasi massal sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Biasanya karena masih merasa takut," kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Minggu (7/3).

Baca Juga:

Ribuan Purnawirawan Polri Divaksinasi COVID-19

Total peserta yang terdaftar untuk mengikuti program vaksinasi massal di Yogyakarta mencapai 19.200 orang, namun yang datang untuk vaksinasi 17.240 orang atau 89,79 persen dan yang dinyatakan memenuhi syarat untuk divaksin sebanyak 16.364 orang atau 85,18 persen.

Menurut Heroe, ketakutan peserta vaksinasi sehingga memilih tidak datang biasanya disebabkan karena mendapat beragam informasi hoaks seputar keamanan vaksin yang akan disuntikkan.

"Awalnya memang takut, tetapi kemudian mereka paham dan antre untuk vaksin. Karena datang tidak sesuai jadwal dalam surat undangan, maka mereka akan dijadwal ulang," katanya.

Ada pula warga yang datang ke lokasi vaksinasi meskipun belum mendaftar karena mengira bisa langsung divaksinasi.

  Pedagang dan pengusaha di sekitar Malioboro ikuti Vaksinasi di Benteng Vredeburg. (Foto: MP/Teresa Ika)
Pedagang dan pengusaha di sekitar Malioboro ikuti Vaksinasi di Benteng Vredeburg. (Foto: MP/Teresa Ika)

Heroe pun meyakini antusiasme masyarakat di Kota Yogyakarta untuk mengikuti vaksinasi akan semakin meningkat.

Sedangkan untuk warga yang sudah terdaftar tetapi belum datang ke lokasi vaksinasi, maka akan dilayani di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan mulai Senin (8/3), sehingga proses vaksinasi lancar dan tidak terjadi antrean atau kerumunan.

"Asal sudah mendapat undangan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, masyarakat bisa datang ke puskesmas dengan membawa KTP atau kartu bukti pedagang," katanya.

Sedangkan warga yang belum mendapat undangan diharapkan bersabar menunggu undangan.

"Kami juga akan melanjutkan vaksinasi dengan sasaran lansia," katanya.

Baca Juga:

Percepat Vaksinasi COVID-19, Pemprov DKI Kolaborasi dengan Kementerian BUMN

Dari potensi 46.000 lansia di Kota Yogyakarta, sudah ada sekitar 12.000 lansia yang mendaftar. Layanan vaksinasi untuk lansia akan dilakukan di 10 rumah sakit dan dua RSKIA dengan kuota 100 orang per rumah sakit per hari, dan 50 orang per RSKIA per hari.

"Harapannya, dalam waktu 10 hari, vaksinasi untuk lansia yang sudah mendaftar bisa selesai," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan, proses vaksinasi lansia memang lebih banyak dilayani di rumah sakit.

"Lansia adalah warga yang rentan. Sehingga jika ada efek samping bisa langsung mendapat penanganan yang lebih baik," katanya. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

300 PNS Pemkot Jakpus Disuntik Vaksin COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mulai Besok, Warga Depok Bisa Kembali Laksanakan Salat Jumat
Indonesia
Mulai Besok, Warga Depok Bisa Kembali Laksanakan Salat Jumat

Ia mengatakan selain dengan sejumlah ketentuan tersebut, protokol kesehatan juga harus dijalankan

Ketua DPC Minta Anies Mundur, Fraksi Gerindra: Bukan Suara Partai
Indonesia
Ketua DPC Minta Anies Mundur, Fraksi Gerindra: Bukan Suara Partai

Pernyataan Anies dimaksudkan agar pemerintah pusat tidak berpangku tangan terhadap persoalan pandemi jika sudah menyangkut lintas batas seperti di Jabodetabek.

Hukuman Bagi Pelanggar CFD, Pungut Sampah hingga Nyapu Jalanan
Indonesia
Hukuman Bagi Pelanggar CFD, Pungut Sampah hingga Nyapu Jalanan

"Rata-rata yang kena ini tidak bermasker. Komunitas olahraga kita larang berkerumun, sebab hanya boleh olahraga mandiri saja," ujarnya

Pilpres Ricuh, Ribuan Rakyat Pantai Gading Larikan Diri ke Luar Negeri
Dunia
Pilpres Ricuh, Ribuan Rakyat Pantai Gading Larikan Diri ke Luar Negeri

Sekitar 3.200 warga Pantai Gading mengungsi di Liberia, Ghana, dan Togo, akibat bentrok antara aparat dan masyarakat yang menolak hasil pemilihan presiden.

Terpengaruh Miras, Dua Anggota Geng Motor Nekat Bacok Anggota Polsek Menteng
Indonesia
Terpengaruh Miras, Dua Anggota Geng Motor Nekat Bacok Anggota Polsek Menteng

"Di sana mereka minum miras, mereka konsumsi sehingga sebelum melakukan aksi mereka menjadi bertambah berani," jelas Iver di Polres Metro Jakarta Pusat

UU Cipta Kerja Ancam Kesejahteraan Jurnalis
Indonesia
UU Cipta Kerja Ancam Kesejahteraan Jurnalis

"Selain dari aspek prosedur pembahasan, penolakan publik terutama pada substansi dari Omnibus Law yang dinilai sangat merugikan buruh dan kepentingan negara dalam jangka panjang," kata Abdul

Pemerintah Diminta Perhatikan Kepentingan Kesehatan Soal Limbah Batubara
Indonesia
Pemerintah Diminta Perhatikan Kepentingan Kesehatan Soal Limbah Batubara

Zat-zat yang bersifat racun dalam abu batubara ini diperkirakan tidak hanya mencemari tanah, udara dan air setempat, tetapi juga akan menyebabkan kerusakan pada kesehatan manusia melalui rantai makanan.

Ketua WP KPK Sampaikan Pledoi kepada Sidang Majelis Etik Dewas
Indonesia
Ketua WP KPK Sampaikan Pledoi kepada Sidang Majelis Etik Dewas

Nota pembelaan itu disampaikan atas dugaan pelangaran etik yang dilakukan Yudi mengenai dugaan penyebaran informasi tidak benar terkait pengembalian penyidik Kompol Rossa Purbo Bekti ke Polri pada 5 Februari 2020.

Paspor Amerika Bupati Sabu Raijua Terpilih Berlaku hingga 2027
Indonesia
Paspor Amerika Bupati Sabu Raijua Terpilih Berlaku hingga 2027

Paspor Amerika Serikat milik bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua Orient P Riwu Kore masih berlaku hingga 2027.

Pelajar Rusuh Tak Paham Arti Omnibus Law, Kartu KJP Bakal Dicabut
Indonesia
Pelajar Rusuh Tak Paham Arti Omnibus Law, Kartu KJP Bakal Dicabut

80 persen orang yang diamankan polisi masih berstatus pelajar