82 Warga Singapura Terinfeksi Virus Zika, Ini yang Dilakukan Indonesia Foto: Screenshoot nbcnews

MerahPutih Kesehatan - Virus Zika yang sebelumnya hanya terjadi di beberapa negara Amerika latin seperti Brasil dan Argentina, kini telah menjangkit hingga ke Asia Tenggara.

Singapura menajdi salah satu negara di Asia Tenggara yang warganya banyak terdeteksi terjangkit Virus Zika.

Seperti yang dikutip dari Kementerian Kesehatan, Korban terjangkit Zika di Singapura kini berjumlah 82 orang. Hal ini tentu membuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia waspada mengingat letak geografis Singapura sangat dekat dengan indonesia.

"Sejak tadi pagi untuk meningkatkan awareness kepada seluruh petugas kesehatan dan juga masyarakat kita, saya telah keluarkan surat perintah kepada seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan yang ada di seluruh pintu masuk, untuk melakukan surveilans dan pemantauan lebih teliti lagi," jelas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Mohamad Subuh, di Jakarta (29/8).

dr. Subuh mengatakan, untuk mencegah dan mendeteksi penularan Zika maka setiap penumpang yang masuk ke Indonesia melalui Singapura akan diberikan health alert card di setiap pintu masuk bandara untuk mereka bawa.

Sementara itu Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengimbau agar Ibu Hamil mempertimbangkan diri jika ingin pergi ke Singapura dalam waktu dekat ini, mengingat korelasi antara Virus Zika dengan mikrosefali pada Bayi yang dikandung.

"Yang ditakuti dari virus Zika ini adalah kemungkinan korelasinya, kalau ibu hamil anaknya terjadi mikrosefali. Barangkali ibu hamil untuk mempertimbangkan hal tersebut (berkunjung ke Singapura)," kata Nila Rabu (31/8).

Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanusdi Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.

Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus kondisi di mana bayi lahir dengan kepala lebih kecil dan perkembangan otak yang tidak normal pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat. The World Health Organisation (WHO) juga telah mengonfirmasi adanya kaitan yang masuk akal antara zika virus saat masa kehamilan dengan mikrosefali.

BACA JUGA:

  1. WHO: Ancaman Virus Zika Semakin Mengkhawatirkan
  2. Waspada Virus Zika, Ini Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
  3. Menteri Susi: Pelaku Illegal Fishing Juga Menyebar Virus AIDS
  4. Virus MERS Renggut 19 Korban Jiwa di Arab Saudi
  5. Perdana Menteri: Korsel Sudah Bebas dari Virus MERS

Tags Artikel Ini

Ana Amalia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH