806 Pelajar Terlibat Kerusuhan Demo UU Ciptaker di Jakarta Sekelompok remaja diamankan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan dalam patroli mencegah pergerakan massa aksi penolakan UU Cipta Kerja ke Istana Merdeka, Selasa (13/10/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Polri membeberkan dari ribuan orang yang diamankan dalam aksi unjuk rasa yang terjadi pada Selasa (13/10) paling banyak didominasi oleh pelajar. Jumlah mereka sangat banyak mencapai ratusan saat melakukan aksi di kawasan Thamrin, Menteng, Monas hingga Tanah Abang.

"Pelajar yang diamankan ada 806 orang," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu (14/10).

Kemudian, kedua terbanyak adalah mereka yang tidak jelas statusnya, jumlahnya ada 156 orang. Lalu, disusul buruh yang jumlahnya 112 orang. Kebanyak keempat adalah pengangguran. Sedangkan, yang terakhir ada mahasiswa yang jumlahnya 29 orang.

Baca Juga

Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mata ke Mobil Ambulance saat Demo UU Ciptaker

"Mereka yang berstatus pengangguran ada 66 orang," katanya.

Diketahui, aksi unjuk rasa kemarin diwarnai kericuhan. Kerusuhan terjadi usai aksi demo massa FPI dan PA 212 membubarkan diri. Massa yang didominasi pelajar dan remaja tiba-tiba muncul dan menyerang aparat keamanan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, aksi di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha atau Bundaran Bank Indonesia berakhir ricuh akibat adanya massa aksi yang anarkistis dan didominasi oleh remaja.

Puluhan pelajar terjaring razia unjuk rasa diboyong ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)
Puluhan pelajar terjaring razia unjuk rasa diboyong ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)

Nana mengatakan, usai massa dari rombongan Anak NKRI dan Front Pembela Islam (FPI) yang berjumlah 4000 massa membubarkan diri dengan tertib pada pukul 16.00 WIB, justru malah ada massa aksi anarkistis yang melempari batu ke arah petugas keamanan.

“Anak-anak anarko, inilah bermain ada sekitar enam ratusan, mereka berupaya provokasi. Awalnya kami bertahan agar tidak terpancing, namun mereka melemparkan bendabenda keras maka kemudian dalam kondisi itu, kami lakukan pendorongan dan penangkapan,”ujar Nana.

Pada kesempatan itu, Nana menjelaskan, pihaknya mengamankan sebuah bola kasti diduga mengandung bahan kimia dari lemparan massa anakis ke arah petugas di Bundaran Bank Indonesia (BI).

“Iya sedang kami selidiki. Apakah bahan kimia atau bukan. Ini dalam pendalaman dari anggota penjinak bom dan Gegana, ini sedang kita dalami,” ujar Nana .

Bola kasti yang diduga mengandung bahan kimia itu diamankan oleh Kasi Propam Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Parulian Siregar. Dirinya menggunakan sepatu yang telah rusak untuk mengambil bola yang mengandung bahan kimia itu.

Baca Juga

Polisi Kirim Pendemo yang Reaktif COVID-19 ke Wisma Atlet

“Ini jangan dipegang, berbahaya sepertinya ada bahan kimia,” ujar Siregar.

Petugas kepolisian yang sempat terkena bola tersebut merasakan sesak nafas dan oleh karena itu, petugas provost segera mengamankan bola berwarna hijau itu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di 27 Wilayah Ini
Indonesia
Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di 27 Wilayah Ini

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 33 derajat celsius

Soal Temuan Komnas HAM, KPK Janji Bakal Patuhi Hukum
Indonesia
Soal Temuan Komnas HAM, KPK Janji Bakal Patuhi Hukum

KPK berjanji akan mengikuti rekomendasi Komnas HAM

Ratusan Santri Ponpes Krapyak Bantul Terpapar COVID-19
Indonesia
Ratusan Santri Ponpes Krapyak Bantul Terpapar COVID-19

Pemkab Bantul dan Pemdes Panggungharjo pun gerak cepat dan mengkarantina seluruh santri dan penghuni positif di dalam ponpes.

BKN Pastikan Tes Kebangsaan untuk Pegawai KPK Berbeda Dari Tes CPNS
Indonesia
BKN Pastikan Tes Kebangsaan untuk Pegawai KPK Berbeda Dari Tes CPNS

Dalam TWK pegawai KPK, metode yang digunakan adalah assessment center yang juga dikenal sebagai multi-metode dan multi-asesor

Kapolri Perintahkan Polisi Gandeng Warga NU se-Indonesia Percepat Herd Immunity
Indonesia
Kapolri Perintahkan Polisi Gandeng Warga NU se-Indonesia Percepat Herd Immunity

Untuk semakin mempercepat akselerasi Herd Immunity yang ditargetkan Pemerintah, Listyo telah menginstruksikan seluruh jajaran TNI dan Polri, untuk menggandeng seluruh warga NU di Indonesia menggelar vaksinasi massal.

Kepastian Vaksinasi Warga di Tangan Pusat, Pemprov DKI Siapkan Saran dan Prasarana-nya
Indonesia
Kepastian Vaksinasi Warga di Tangan Pusat, Pemprov DKI Siapkan Saran dan Prasarana-nya

42 persen tenaga kesehatan (nakes) di ibu kota telah divaksin

Petugas Publik dan Lansia Segera Divaksin, Diharap Selesai Bulan Mei
Indonesia
Petugas Publik dan Lansia Segera Divaksin, Diharap Selesai Bulan Mei

Ini merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi

[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Rp300 Triliun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Rp300 Triliun

Sebuah akun Facebook bernama RA Kartini mengunggah artikel yang menyebutkan bahwa Bank Indonesia (BI) akan mencetak uang kartal sebesar Rp100 hingga Rp300 triliyun.

Anjing Pencari Diturunkan Cari Korban Hilang Bencana Alam di NTT
Indonesia
Anjing Pencari Diturunkan Cari Korban Hilang Bencana Alam di NTT

SAR dog efektif untuk menyasar jenazah yang tertimbun

Datang Pakai Pajero Sport, Keluarga Jokowi Bersama-sama Nyoblos di TPS 22
Indonesia
Datang Pakai Pajero Sport, Keluarga Jokowi Bersama-sama Nyoblos di TPS 22

Gibran mengaku sudah minta restu sebelum ke TPS