76 Warga Sipil Jadi Korban Penyerangan Oknum TNI Suasana setelah penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.

MerahPutih.com - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan telah terdata puluhan korban atas rentetan peristiwa penyerangan yang terjadi dari Arundina, Cibubur, hingga ke Polsek Ciracas.

Ia mengaku, TNI membuka pos pengaduan selama tiga hari ke depan bagi masyarakat yang menjadi korban untuk melaporkan.

Baca Juga:

Kekompakan TNI-Polri di Level Bawah dinilai Belum Harmonis

"Ada 72, 76 terakhir. Warga sipil. Ini bisa jadi bertambah," katanya kepada wartawan di Koramil 05/Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9).

"Kami tetap membuka pengaduan dari masyarakat, karena itu kan dari Arundina sampai Ciracas ini cukup jauh, kalau misal ada korban lain silakan," tambah dia.

Selain itu, ia mengaku banyak kerugian yang menimpa pada masyarakat. Namun, ia mengaku belum mengetahui berapa banyak kerugian tersebut.

"Misalnya 30 juta, langsung 30 juta kita bayar diperbaiki kemudian juga ditambah lagi dengan santunan. Itu belum kita hitung secara keseluruhan. Kalau kita putuskan hari ini belum bisa," katanya.

Menurutnya, seluruh data yang akan digunakan untuk memperbaiki juga mengobati masyarakat akan dibebankan kepada para pelaku.

"(Anggarannya itu dari Kodam atau Mabes AD?) Ini dari pimpinan. Tapi ini ditanggulangi dulu. Tapi tetap akan dibebankan oleh para pelaku," tegasnya.

 Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah) berbincang warga sipil korban perusakan Mapolsek Ciracas. (ANTARA/Andi Firdaus)
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah) berbincang warga sipil korban perusakan Mapolsek Ciracas. (ANTARA/Andi Firdaus)

Dudung menegaskan, pelaku wajib membayar seluruhnya apa yang terjadi pada masyarakat.

Namun untuk saat ini, para pimpinan akan men-cover dana itu semua untuk sementara.

Dudung juga sempat menanyakan langsung kerugian apa yang diderita para korban.

Para korban kemudian mengadu satu per satu ke Dudung.

Mereka di antaranya menderita kerugian mulai dari luka-luka hingga kerusakan kendaraan.

Dudung kemudian memyampaikan permintaan maafnya.

"Seperti yang disampaikan pimpinan, kami memohon maaf. Ini akibat ulah oknum. Masih banyak TNI-TNI yang baik," kata Dudung.

Setelah itu kemudian menyampaikan secara resmi permohonan maafnya di hadapan seluruh korban.

"Saya tentunya seizin pimpinan untuk menyampaikan beberapa hal. Yang pertama kembali kami sampaikan bahwa kejadian pada tanggal 29 itu, itu hanya dilakukan oleh segelintir oknum TNI yang tentunya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena orang yang tidak bersalah menjadi korban yang tidak mengerti apa-apa," kata Dudung.

Sejauh ini, kata Dudung, pihaknya telah berusaha mengganti kerusakan fasilitas yang diderita para korban.

Dudung mengatakan jika kerugian tersebut berupa luka-luka maka pihaknya akan mengganti seluruh biaya rumah sakit.

"Begitu juga yang rusak kaca, sudah kita perbaiki, kacanya lebih baik dari semula, dan nanti akan kita beri santunan juga. Begitu juga kendaraan mobil, itu akan kita bawa ke bengkel paling bagus di sini. Pokoknya dikembalikan seperti semula dan nanti akan kita berikan santunan," kata Dudung.

Dudung mengungkapkan jumlah kerugian masyarakat saat ini masih terus didata.

Baca Juga:

Oknum TNI yang Rusak Polsek Ciracas Jangan Sampai Kebal Hukum

Sedangkan untuk santunan yang diberikan kepada para korban, kata Dudung, jumlahnya berbeda-beda setiap orang.

Meski begitu, Dudung menyebut ada yang menerima santunan hingga Rp 2,5 juta.

Ia juga meminta kepada para korban yang kebanyakan warga sipil tersebut untuk tidak segan melaporkan kepadanya jika suatu saat ada anggota TNI di bawah jajarannya yang bertindak tidak baik di tengah masyarakat.

"Apabila melihat atau menemukan ada seorang prajurit TNI yang tidak baik, segera laporkan ke Koramil atau langsung telepon Pangdam saja biar cepat selesai. Nanti langsung saya kasih nomor telpon Pangdam. SMS atau WA, Pak ini ada prajurit tidak benar. Laporkan ke saya," kata Dudung. (Knu)

Baca Juga:

DPR Sebut Aparat TNI-Polri Perlu Diperkuat Literasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wartawan Se-Gorontalo Boikot Pemberitaan Polda Gorontalo
Indonesia
Wartawan Se-Gorontalo Boikot Pemberitaan Polda Gorontalo

Aksi damai wartawan se-Gorontalo ini terjadi sebagai bentuk protes kepada Polda Gorontalo akibat adanya dugaan intimidasi dan pembungkaman kerja-kerja jurnalistik

 Update Corona di DKI Selasa (19/5): 6.053 Positif, 1.417 Pasien Sembuh
Indonesia
Update Corona di DKI Selasa (19/5): 6.053 Positif, 1.417 Pasien Sembuh

"Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7.899 orang, 7.314 sudah pulang dari perawatan dan 585 masih dirawat," jelasnya.

Hadiri Perayaan Imlek, Presiden: Selamat Berbahagia dan Sejahtera
Indonesia
Hadiri Perayaan Imlek, Presiden: Selamat Berbahagia dan Sejahtera

“Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2572. Xin Nian Kuai Le, Gong Xi Fa Cai,” ujar Jokowi.

Kata Wagub DKI Soal Pertemuan Anies dan Luhut
Indonesia
Kata Wagub DKI Soal Pertemuan Anies dan Luhut

Pertemuan Gubernur Anies Baswedan dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan membahas mengenai persoalan di ibu kota.

Ada Partai Inginkan Amandemen UUD Biar Presiden Dipilih Lagi MPR
Indonesia
Ada Partai Inginkan Amandemen UUD Biar Presiden Dipilih Lagi MPR

Badan Pengkajian MPR RI membuat Frasa Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan konsekuensinya dari rencana adanya PPHN itu menjadi masalah, mengingat untuk melahirkannya diperlukan produk hukum.

KPK Garap Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
KPK Garap Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia

KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso sebagai tersangka

Alasan PDI-P Copot Rieke dari Baleg DPR
Indonesia
Alasan PDI-P Copot Rieke dari Baleg DPR

Anggota Komisi III DPR FPDIP Nurdin yang akan menggantikan posisi Rieke

Pers Sekarat Diterjang COVID, Jokowi Perintahkan Kementerian Belanja Iklan di Media
Indonesia
Pers Sekarat Diterjang COVID, Jokowi Perintahkan Kementerian Belanja Iklan di Media

Ada 7 insentif yang disiapkan Pemerintah Jokowi bagi perusahaan pers.

Punya Kearifan Lokal, Sultan Yogya Yakin Warga Tidak Menolak Divaksin
Indonesia
Punya Kearifan Lokal, Sultan Yogya Yakin Warga Tidak Menolak Divaksin

Vaksinisaai tahap kedua sudah dilakukan pada Kamis 28/01 di Bangsal Kepatihan. Ia pun berharap dengan vaksinasi kedua ini, kekebalan akan segera terbentuk dua pekan mendatang.

Jika Berbuat Onar di Ruang Sidang, Rizieq Shihab Bisa Diadili di Papua
Indonesia
Jika Berbuat Onar di Ruang Sidang, Rizieq Shihab Bisa Diadili di Papua

"Seperti di Papua atau di Nusa Tenggara Timur dimana jauh dari keramaian masyarakat," tutur Petrus.