748 Pasien COVID-19 Omicron di Indonesia, 155 Kasus dari Transmisi Lokal Ilustrasi Omicron. Foto: Pixabay/Alexandra_Koch

MerahPutih.com - Pemerintah kembali menyampaikan perkembangan terkini kasus COVID-19 varian Omicron. Terbaru, per Sabtu (15/1), ada 748 kasus Omicron terdeteksi di Indonesia.

Di mana, sebagian besar dari kasus Omicron yang positif ini adalah merupakan pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 569.

"Dan transmisi lokal sebanyak 155," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam Webinar Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries di Jakarta, Minggu (16/1).

Baca Juga:

Belasan Warga DIY Diduga Terinfeksi COVID-19 Varian Omicron

Sementara itu, Kementerian Kesehatan masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk 24 kasus Omicron positif lainnya. "Kalau kita lihat kasus probable Omicron saat ini sudah kurang lebih 1.800," ujar Nadia.

Ia menuturkan kasus pelaku perjalanan luar negeri yang terbanyak adalah Arab Saudi, yang diikuti dengan Turki yang umumnya merupakan wisatawan, Amerika, Malaysia, dan United Emirat Arab.

Untuk menanggulangi penyebaran varian Omicron, Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya penguatan di pintu-pintu masuk, terutama terkait pembatasan dan mengatur durasi masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Baca Juga:

Kasus Omicron di Jakarta Tembus 725 Orang, 75 Persen dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Saat ini, masih diberlakukan kebijakan bahwa setiap kasus Omicron positif harus dilakukan isolasi terpusat baik di Rumah Sakit Darurat penanganan COVID-19 Wisma Atlet di Kemayoran, DKI Jakarta maupun di rumah sakit rujukan.

Nadia mengatakan ke depan jika jumlah kasus Omicron terus bertambah kemungkinan dilakukan isolasi secara mandiri, tetapi akan dilakukan pengawasan ketat dari Pusat Kesehatan Masyarakat dan fasilitas layanan kesehatan setempat serta dukungan daripada pelayanan telemedisin.

Baca Juga:

572 Pasien COVID-19 Omicron di Indonesia, Mayoritas Gejala Batuk dan Demam

Pemerintah Indonesia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan karena Omicron cenderung tidak bergejala dan mendorong pemerintah daerah melakukan penguatan pengujian dan pelacakan kontak untuk segera melokalisasi potensi-potensi terjadinya kluster atau pun lonjakan kasus.

Penguatan pengurutan genom menyeluruh (whole genom sequencing) juga terus dilakukan, dan pemanfaatan aplikasi Peduli Lindungi harus diperkuat sebagai bagian upaya untuk melakukan pelacakan kontak serta juga untuk melokalisir secara cepat bila terjadi kasus Omicron. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
39.600 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta Hari Ini
Indonesia
39.600 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta Hari Ini

Pada Sabtu (7/4), sekitar 39.600 orang telah dan akan tiba di Jakarta pada hari ini dengan Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen menjadi titik kedatangan.

Kemenkes Klaim Belum Ada Bukti Kebocoran Data di PeduliLindungi
Indonesia
Kemenkes Klaim Belum Ada Bukti Kebocoran Data di PeduliLindungi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim belum ada bukti kebocoran data pribadi di aplikasi PeduliLindungi.

TNI Bagikan Buku dan Ajari Anak di Perbatasan Papua-PNG Baca Tulis
Indonesia
TNI Bagikan Buku dan Ajari Anak di Perbatasan Papua-PNG Baca Tulis

Tokoh Adat Kampung Kalilapar 2 Paulus Maunda menyampaikan apresiasi kepada satgas TNI Pos Kalilapar yang telah peduli dengan pendidikan anak-anak di kampungnya.

LPSK Siap Lindungi Korban Pelecehan Seksual Pegawai KPI
Indonesia
LPSK Siap Lindungi Korban Pelecehan Seksual Pegawai KPI

LPSK mengimbau agar publik mempercayakan kepada kepolisian untuk memproses kasus tersebut

[HOAKS atau FAKTA]: Ditjen Pajak Tagih Kekurangan Bayar lewat Email
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ditjen Pajak Tagih Kekurangan Bayar lewat Email

Beredar sebuah pesan melalui email dari alamat [email protected] dan mencantumkan logo resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Bareskrim Bongkar Sindikat Ilegal Akses yang Masuki Situs Pemerintah
Indonesia
Bareskrim Bongkar Sindikat Ilegal Akses yang Masuki Situs Pemerintah

Kalau naik, maka rating website judinya akan tinggi

Libur Nataru Usai, Syarat Anak Naik KA Kembali Diperlonggar
Indonesia
Libur Nataru Usai, Syarat Anak Naik KA Kembali Diperlonggar

Penumpang di atas usia 12 tahun vaksin mininal dosis pertama atau menunjukkan surat keterangan sakit dari dokter. Kemudian menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen yang berlaku 1x24 jam.

[HOAKS atau FAKTA]: Tes PCR Tidak Mampu Bedakan COVID-19 dan Influenza
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tes PCR Tidak Mampu Bedakan COVID-19 dan Influenza

Informasi dengan topik yang sama juga pernah dibahas sebelumnya oleh Reuters

Pegawai KPK Pertanyakan Keterlibatan Berbagai Lembaga dalam Keputusan Kepegawaian
Indonesia
Pegawai KPK Pertanyakan Keterlibatan Berbagai Lembaga dalam Keputusan Kepegawaian

Di dalam berita acara tersebut, ada pimpinan empat lembaga

22 Tahun Pembangunan Ibu Kota Malut Lamban, Tito Turun Tangan
Indonesia
22 Tahun Pembangunan Ibu Kota Malut Lamban, Tito Turun Tangan

Keberadaan ASN pun kurang optimal dalam melaksanakan tugasnya, karena masih berdomisili di Ternate dan Tidore.