72 Terduga Teroris Ditangkap Densus, Pelaku Sebar Konten Radikal dan Belajar Buat Bom Ilustrasi Densus 88 Antiteror (MP/Win)

MerahPutih.com - Mabes Polri menangkap 72 terduga teroris selama periode 1 Juni-12 Agustus 2020 di wilayah Indonesia termasuk Poso.

Menurut Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono, mereka ditangkap di 13 wilayah Indonesia.

Baca Juga:

72 Terduga Teroris Ditangkap Densus, Pelaku Sebar Konten Radikalisme dan Belajar Buat Bom

“Di Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Maluku, dan Gorontalo,” kata Awi dalam keteranganya, Selasa (18/8).

Rinciannya, di Sumatera Barat pada tanggal 21 – 27 Juli 2020 telah dilakukan penegakan hukum terhadap 9 tersangka tindak pidana terorisme kelompok JAD Padang Sumatera Barat

Mereka misalnya adalah FD alias Bima dan HC alias Randu yang ditangkap di depan Universitas Pendidikan Indonesia Jl. DR. Sutomo Kota Padang, Sumatera Barat.

Kelompok ini mengikuti latihan menggunakan senjata api rakitan yang dipimpin May Yusral alias Pak Umar di Bukit Banda Cangkiang, Lubuk Minturun, Padang. Mereka berencana menyerang kantor polisi.

Sedangkan di Bali yang ditangkap pada 23 Juli 2020 adalah RB yang terkait tindak pidana teroris kelompok JAD.

“Ia aktif membagikan konten-konten radikal seperti membagikan video tentang ISIS, Aman Abdurahman, dan tutorial pembuatan bom melalui Telegram dan Facebook,” imbuh Awi.

Pada tahun 2019, RB ikut kegiatan fisik yaitu Camping di Bali Hill Baturiti, Tabanan. Ia juga telah memiliki niatan untuk melakukan aksi teroris.

Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap L alias Ummu Syifa yang merupakan istri Ali Kalora, pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Ummu Syifa yang berusia 28 tahun itu ditangkap di Jalan Trans Poso Sulawesi pada 29 Juli 2020.

"Istri Ali Kalora ditangkap pada Rabu 29 Juli 2020," kata Awi.

Baca Juga:

Kepala BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Jadi Pangkal Terorisme

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Ummu Syifa memiliki peran dalam menyembunyikan informasi tentang keberadaan para anggota MIT. Syifa telah bergabung bersama kelompok MIT selama 23 hari.

"Ada dua barang bukti yang disita dari L alias Ummu Syifa," katanya.

Di hari yang sama, Densus 88 juga menangkap tersangka lainnya yakni inisial YS di Jalan Trans Poso-Napu Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Dalam tindak pidana terorisme, YS berperan mengantarkan Iman ke daerah Tangkura untuk bergabung dengan kelompok MIT.

"YS juga berencana mengantarkan uang sebesar Rp1.590.000 dan makanan berupa kue kepada kelompok MIT," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Mantan Napi Terorisme Kini Alih Profesi sebagai Peternak Ayam Petelur


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH