7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 26 Januari 2026
  7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat

Ilustrasi badai salju. (foto: pexels-sasha-zilov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BADAI musim dingin nan berbahaya menyapu Amerika Serikat, Minggu (25/1). Sedikitnya tujuh orang tewas dan aliran listrik ke ratusan ribu rumah terputus. Sekolah dan jalan-jalan di berbagai wilayah ditutup, sedangkan penerbangan dibatalkan karena kondisi yang digambarkan Badan Cuaca Nasional AS (NWS) sebagai situasi mengancam jiwa yang membentang dari Texas hingga New England.

Sedikitnya dua orang meninggal akibat hipotermia di Louisiana, sedangkan kematian lain yang terkait dengan badai ini dilaporkan di Texas, Tennessee, dan Kansas. Departemen Kesehatan Louisiana mengonfirmasi pada Minggu bahwa dua pria meninggal akibat hipotermia. Wali Kota Austin, Texas, mengatakan telah terjadi satu kematian akibat paparan cuaca. Pejabat di Kansas menyatakan seorang perempuan, yang jasadnya ditemukan pada Minggu sore tertutup salju. Ia disebut mungkin meninggal akibat hipotermia. Tiga kematian lain terkait dengan cuaca juga dilaporkan di Tennessee.

Wali Kota New York City Zohran Mamdani menulis dalam unggahan di platform X bahwa sedikitnya lima orang meninggal di kota tersebut pada Sabtu (24/1). Meski begitu, penyebab kematian mereka masih belum ditentukan. “Ini menjadi pengingat bahwa setiap tahun warga New York meninggal akibat dingin,” imbuhnya.

Seperti dilansir BBC, hingga Minggu sore, lebih dari 800 ribu rumah tangga kehilangan pasokan listrik. Sementara itu, lebih dari 11.000 penerbangan dibatalkan, berdasarkan data FlightAware.

Salju deras yang meluas, hujan es, dan hujan beku, yakni fenomena berbahaya ketika tetesan hujan yang mendingin langsung membeku saat menyentuh permukaan, diperkirakan dapat berlangsung selama berhari-hari. Badai ini berpotensi memengaruhi sekitar 180 juta warga Amerika. Jumlah itu lebih daripada setengah populasi negara tersebut. “Salju dan es akan mencair dengan sangat, sangat lambat dan tidak akan segera hilang. Hal itu akan menghambat upaya pemulihan,” kata Allison Santorelli, ahli meteorologi dari Badan Cuaca Nasional.

Para ahli cuaca memperingatkan bahwa salah satu bahaya terbesar dari badai ini ialah es. Air beku itu berpotensi merusak pepohonan, menjatuhkan kabel listrik, dan membuat jalan-jalan menjadi berbahaya. Di Virginia dan Kentucky, pihak berwenang telah menangani ratusan kecelakaan lalu lintas.

Baca juga:

Venezuela Umumkan Masa Berkabung 7 Hari Hormati Korban Serangan Amerika Serikat




Status Darurat



Hampir separuh negara bagian di AS telah menetapkan status darurat. Sekolah-sekolah di seluruh negeri telah membatalkan kegiatan belajar-mengajar karena badai diperkirakan berlanjut hingga Senin. Senat AS juga membatalkan pemungutan suara yang dijadwalkan pada Senin malam.

“Kami sedang mengalami badai salju terbesar dalam satu dekade di DC akhir pekan ini,” kata Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, saat menetapkan status darurat di ibu kota negara AS itu.

Meski wilayah utara seperti Dakota dan Minnesota terbiasa dengan suhu di bawah titik beku pada musim dingin, cuaca sedingin ini tergolong tidak biasa bagi negara bagian seperti Texas, Louisiana, dan Tennessee. Di negara bagian tersebut, suhu tercatat sekitar 15–20 derajat celsius lebih rendah daripada rata-rata musiman.
Wilayah-wilayah tersebut juga dapat mengalami penumpukan es hingga sekitar 2,5 cm akibat hujan beku.

Menurut para ahli cuaca, pusaran kutub menjadi penyebab badai kuat ini. Saat angin tersebut kuat, pusaran tetap berada di tempatnya. Namun, ketika angin melemah, pusaran bergerak lebih jauh ke selatan dan udara dingin menerjang AS. Ketika udara dingin bertemu udara hangat di selatan, udara naik dan membentuk sistem badai.

Dalam kasus ini, badai musim dingin bergerak ke utara dan timur, meninggalkan wilayah maritim Kanada pada Selasa, tetapi menyisakan udara dingin di belakangnya. Cuaca dingin ekstrem diperkirakan akan bertahan hingga awal Februari. Beberapa ahli berpendapat perubahan iklim dapat memengaruhi perilaku pusaran kutub akibat perubahan suhu permukaan laut di dunia yang semakin menghangat.(dwi)

Baca juga:

Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun

#Amerika Serikat #Cuaca Ekstrem #Cuaca Buruk
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sumuknya Jakarta dan Pulau Jawa Hari Ini Terjawab, 4 Faktor Combo Picu Suhu di Atas 37 Derajat Celsius!
BMKG ungkap penyebab cuaca panas ekstrem dan gerah di Jakarta dan Pulau Jawa yang tembus 37 derajat Celsius. Simak 4 faktor utama & tipsnya di sini!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Sumuknya Jakarta dan Pulau Jawa Hari Ini Terjawab, 4 Faktor Combo Picu Suhu di Atas 37 Derajat Celsius!
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Indonesia
Peringatan Dini Cuaca Indonesia 15 Oktober 2026, Cek Wilayahmu Sekarang
Jangan sampai kehujanan di jalan! Cek peringatan dini cuaca Indonesia hari ini 15 Oktober 2026. Siaga hujan lebat dan angin kencang di berbagai wilayah.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Oktober 2026
Peringatan Dini Cuaca Indonesia 15 Oktober 2026, Cek Wilayahmu Sekarang
Indonesia
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Penasaran kenapa cuaca panas hari ini terasa sangat menyengat? Cek penjelasan lengkap BMKG soal puncak kemarau, El Nino 2026, hingga efek aspal Jakarta!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Oktober 2026
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Indonesia
BMKG Ingatkan Cuaca Signifikan 8 Oktober, Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan
BMKG mengingatkan potensi cuaca signifikan 8 Oktober, mulai awan Cb, hujan petir, gelombang 2,5-4 meter hingga banjir rob.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
BMKG Ingatkan Cuaca Signifikan 8 Oktober, Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Bagikan