Image
Author by : Twitter Zahia

Siapapun bakal terkesima saat menatap wajahnya yang sangat mirip dengan boneka. Namun siapa yang menyangka kalau model cantik ini ternyata memiliki masa lalu yang kelam di mana sejak usia muda, dirinya telah menjadi seorang pelacur.

Nama Zahia Dehar mencuat ke permukaan lantaran skandal seksnya yang melibatkan dua pemain tim nasional Prancis, yakni Franck Ribery dan Karim Benzema. Ia diadili di Paris, karena dituduh terlibat dalam skandal pelacuran di bawah umur pelacur.

Profesi pelacur adalah pekerjaan yang sah dan legal di negara Perancis. Namun hanya wanita berumur 18 tahun ke atas yang diizinkan menjalani profesi ini.

Saat menjalani profesi sebagai pelacur, Zahia bisa dibilang merupakan bintangnya pelacur di pusat pelacuran yang terletak di kawasan Champs Elysee di jantung Ibu Kota Paris. Tarifnya Zahia pun sangat tinggi yakni 2000 euro atau sekitar Rp30 juta untuk layanan sekali pakai.

Sejak skandal dengan para pesepak bola tenar tersebut mulai terungkap, Zahia pun mulai meninggalkan profesi kelam yang dilakoninya. Ia kini menjadi model dan merancang pakaian dalam wanita. Wajahnya kerap muncul tampil untuk cover majalah internasional seperti V Magazine di Spanyol ataupun Vanity Fair Italia.

Image
Author by : Youtube

Perempuan kelahiran 5 November 1975 ini warga Amerika Serikat. Selesai sekolah menengah, dia memutuskan belajar ilmu forensik di Universitas Shiffield, Kota Yorkhshire, Inggris.

Lantaran tidak memiliki uang untuk membiayai kuliahnya, Brooke pun mengambil jalan pintas menjadi pelacur serta menyediakan jasa pendamping bagi orang-orang kaya di Ibu Kota London, Inggris.

Hal itu diungkapkannya dalam sebuah sesi wawancara yang dilakukan oleh harian The Telegraph pada November 2009. Brooke mengungkapkan, "Saat tidak bisa lagi membayar biaya apartemen, yang ada di pikiran saya hanyalah mencari pekerjaan paling cepat dapat uang dan masih menyisakan waktu luang buat saya," ujarnya.

Profesi hina-dina itu dijalani Brooke selama hampir 14 bulan. Brooke pun menetapkan tarif layanan Rp4,5 juta per jam.

Brooke Magnanti memutuskan berhenti menjadi wanita panggilan setelah disertasinya berhasil diselesaikannya.

Pada 2005, Brooke menerbitkan bukunya berjudul "The Intimate Adventures of a London Call Girl". Dia menerbitkan dengan nama pena Belle de Jour, artinya gadis gembira. Istilah khusus untuk menyebut seorang pelacur.

Buku yang ditulisnya tersebut berisi pengalaman seorang pelacur apa adanya, disisipi bumbu humor. Kisah seorang pelacur bernama panggilan Belle de Jour itu digemari warga Inggris. Ratusan ribu eksemplar terjual habis dalam hitungan hari.

Masyarakat inggris pun dihantui rasa penasaran. Mereka ingin tahu siapa sang penulis buku tersebut. Reka-reka pertanyaan yang muncul apakah penulis tersebut seorang pelacur ataukah wartawan.

Sejak tahun 2003 selama enam tahun Brooke menyimpan rapat-rapat rahasia kelamnya. Baru lah di tahun 2009, Brooke membuka identitasnya ke publik lantaran sang mantan pacar mengancam akan membocorkan identitasnya bila dia tidak memberi sejumlah uang.

Saat ini, selain kerap menulis Brooke juga sering mempublikasikan berbagai karya ilmiah di bidang forensik kriminal. Brooke juga sering menjadi peneliti tamu untuk meneliti penyakit menular seksual atas permintaan serikat Uni Eropa.

Image
Author by : Official Twitter

Perempuan yang satu ini benar-benar popular namanya melalui film dewasa Italia. Ia adalah Anna Iloana Staller alias La Cicciolina. Anna memulai lakon sebagai pelacur dalam berbagai film dewasa sejak era 1970-an.

Pada tahun 1987, Anna memutuskan untuk terjun ke dunia politik Italia. Saat itu ia terpilih menjadi anggota parlemen Italia. Anna merupakan anggota dari Partai Radikal Italia hingga pada 1991. Di sela-sela waktunya, ia masih melakukan akting sebagai bintang film dewasa. Cara berpolitiknya pun tidak jauh dari apa yang dilakukannya di film-film. Anna dikenal gemar memperlihatkan salah satu payudaranya terbuka ketika berbicara ataupun berpidato.

Pada tahun 2002, Anna melakukan satu tindakan kontroversial dan menjadi perbincangan banyak kalangan hampir di seluruh dunia. Saat Gabungan Negara-negara Uni Eropa bersama Amerika serikat menyerbu Irak dan menuding Saddam Husein memiliki senjata pemusnah massal, Anna malah dengan terbuka menyatakan menawarkan dirinya untuk bercinta dengan Saddam Husein sebagai jalan untuk terciptanya ketenangan dan perdamaian dunia.

Upaya kontroversi Anna tersebut kembali dilakukannya pada tahun 2006 dengan menawarkan ajakan bercinta kepada Osama Bin Laden sebagai langkah mengupayakan terjadinya perdamaian dunia.

Sayang, baik Saddam Husein maupun Osama tidak memberikan jawaban atas tawaran dari Anna tersebut.

Image
Author by : Official Twitter Gwyneth Montenegro

Wanita yang dibesarkan di Australia ini merupakan salah satu pekerja seks dengan tarif termahal di negaranya. Lewat penuturan yang dsampaikannya kepada Daily Mail, Gwyneth menyebut, dirinya mematok bayaran sebesar USD$2000 atau sekitar Rp23 juta untuk layanan seks per malam dari pelanggannya yang berasal dari kalangan kelas elit.

Selama 12 tahun menggeluti profesi sebagai pelacur, Gwyneth telah tidur dengan 10.091 orang laki-laki. Hal itu didapat setelah Gwyneth mengkalkulasi total para pelanggan yang tercatat dengan rapi pernah bercinta dengannya .

Sebuah kecelakaan mobil mengerikan yang menimpa dirinya akhirnya membuat Gwyneth sadar akan gaya hidup nista yang dijalaninya. Setelah sembuh, ia mengambil pelajaran baru di mana dia sekarang bekerja penuh waktu sebagai pilot terbang komersial pada sebuah maskapai penerbangan internasional.

Image
Author by : Buku Laura Bell Courtesan

Kisah hidup Laura Bell bisa dibilang sebagai kisah perjalanan pertobatan dirinya.

Kecantikan sosok Laura Bell (1829-1894) mengantarnya menjadi seorang pelacur yang memiliki pelanggan dari kalangan elit kelas atas. Dengan kecantikan dan intelektualitas yang dimilikinya, Laura memulai langkah menjadi pelacur diawali saat ia memutuskan untuk pindah dari Dublin ke London.

Saat bermukim di kota London, Laura memulai usaha mandiri prostitusi dengan cara unik. Ia bekerja sebagai kusir kereta kuda plus-plus di kawasan Hyde Park. Sambil bertugas mengedalikan lajur kereta kuda hiasnya, Laura juga memberi jasa layanan seks bagi para penumpangnya yang rata-rata orang kaya, bangsawan dan orang terhormat lainnya.

Kabar kusir kereta plus-plus yang dilakoni Laura pun dengan cepat tersebar bahkan hingga membuat penasaran seorang pangeran dari Nepal, Jung Bahadur Rana.

Tidak tanggung-tanggung, sang pangeran pun memboking Laura selama 90 hari untuk memuaskan hasrat dan fantasi liar pangeran asal Nepal tersebut. Usai memuaskan pangeran, Laura dikabarkan mendapatkan imbalan sebesar 250.000 poundsterling.

Jalan hidup Laura seketika berubah saat ia menikah dengan Kapten August Frederick Thistlethwayte pada 1853. Laura berubah menjadi seorang wanita yang religius.

Tidak itu saja, Laura pun memutuskan menjadi pengkhotbah Evangelis. Lewat khotbah yang disampaikan dengan berapi-api, banyak orang yang menjadi jemaat di gereja tempat Laura berkhotbah.

Sepeninggal suaminya, Laura tidak pernah menikah meskipun ia cukup dekat dengan Perdana Menteri Inggris, William Ewart Gladstone. Laura Bell meninggal pada 1894.

Image
Author by : Istimewa

Jika kita perhatikan dengan seksama saat menonton film “Pirates Of The Carribean At The World’ End” tentunya kita akan mendapati sosok wanita Cina dengan riasan wajah yang tebal ala cina.

Wanita tersebut adalah Ching Shih (1775-1844), seorang pemimpin bajak laut yang terkemuka dari era dinasti Qing. Ching Shih memiliki armada berkekuatan 1.800 kapal dan membawahi lebih dari 80.000 bala tentara bajak laut.

Hal itu membuat Ching Shih dikukuhkan sebagai ancaman serius bagi armada laut kerajaan dunia saat itu seperti, Inggris, Portugis dan Dinasti Qing sendiri.

Sejarah mencatat awal kisah hidup Ching Shih, bermula saat dirinya menjadi seorang pelacur yang bekerja di rumah bordil kecil di kawasan Kanton, Tiongkok.

Ching Shih mengenal kehidupan laut saat dirinya ditangkap oleh bajak laut yang membawanya hidup di kapal.

Pada tahun 1801, ia menikah dengan Laksamana Zheng Yi, seorang pimpinan bajak laut Kanton-Cina yang terpikat dengan kecantikan Ching Shih sejak pandangan pertama. Zheng Yi meminta Ching Shih untuk menikah dengannya.

Ching Shih bersedia menjadi istri Zheng Yi namun dengan mengajukan syarat di mana ia berhak untuk mendapatkan lima puluh persen dari semua keuntungan yang dimiliki Zheng Yi serta diizinkan untuk memerintah satu dari armada bajak lautnya.

Tak mau cintanya bertepuk sebelah tangan, Zhing yi pun mengabulkan seluruh syarat yang diajukan pujaan hatinya tersebut.

Dalam tiga tahun masa pernikahan, pasangan suami istri bajak laut ini menjadi kekuatan tangguh dan menakutkan di samudra dunia.

Pada 1807, Zheng Yi tewas dan Ching Shih menempati posisinya sebagai di pimpinan utama armada bajak laut. Lewat tangan dingin Ching Shih, Armada laut Red Flag Fleet yang dibina bersama almarhum suaminya semasa hidup dalam setahun berkembang pesat menjadi salah satu dari angkatan laut terbesar di dunia.

Dibawah kepemimpinannya, Armada Red Flag Fleet berhasil mengandaskan armada yang dikirim oleh pemerintah China, serta memukul mundur angkatan laut Inggris dan Portugis.

Setelah berkali-kali dibuat bertekuk lutut barulah pada 1810 pemerintah Cina tidak punya pilihan selain mengakui kekalahan.

Ching Shih makin merajalela, besama armada Red Flag Fleet yang dipimpinnya mereka memungut upeti serta menetapkan pajak dan retribusi dari kota-kota pesisir yang terhampar mulai dari dari Makau hingga ke Canton.

Ching Shih akan memberikan sanksi yang berat bagi siapapun yang menentangnya. Hal ini diketahui lewat laporan seorang perwira Inggris yang ditulis pada 1806. Perwira tersebut dengan rinci melaporkan nasib yang mengerikan dari mereka yang menolak keinginan Ching Shih. Diceritakan para tentara Red Flag Fleet memaku kaki musuhnya di dek kapal dan memukulinya tanpa ampun.

Pada 1810, pemerintah Cina menawarkan amnesti, pengampunan kepada seluruh armada bajak laut yang dipimpin Ching Shih.

Permintaan tersebut diterima oleh Ching Shih sambil mengambil keuntungan dari kesempatan itu. Ching Shih mengakhiri karir sebagai pimpinan bajak laut tak terkalahkan. Ia menyimpan berbagai hasil jarahan dan menikahi seorang perwira bekas bawahannya yang juga anak angkatnya Cheung Po Tsa, dan mengelola rumah bordil. Pada 1844, Ching Shih menghembuskan nafas terakhir dalam usia 69 tahun.

Image
Author by : Lukisan Ratu Theodora karya Jean Joseph Benjamin Constant

Sejak usia belia, Theodora telah bekerja sebagai pelacur anak yang melayani para pelanggan kelas bawah di sebuah rumah bordil yang berada di kawasan Konstantinopel.

Pada usia 14 tahun, Theodora ditugaskan oleh germonya untuk melakukan pertunjukan tarian bugil serta menyediakan layanan seksual bagi pelanggan usai pertunjukan tersebut.

Kisah pilu Theodora makin menjadi manakala kekasih yang kerap memukuli dan berbuat kasar terhadapnya pergi mencampakannya.

Saat sedang memintal wol, tanpa disadari oleh Theodora, Justinian pewaris tahta kekaisaran Bizantium rupanya sedang memperhatikan pesonanya dengan seksama.

Pada tahun 525, Theodora ahirnya resmi menjadi istri Pangeran Justinian. Dua tahun kemudian, pada tahun 527, Justinian diangkat sebagai penguasa Bizantium dengan gelar Kaisar Justianus I dan secara otomatis Theodora yang menjadi Istri Justinian menyandang gelar ratu.

Theodora pun menjadi wanita paling kuat dalam sejarah Bizantium saat Justinian kemudian menunjuk istrinya, Theodora menjadi penasehatnya dan dipercaya melakukan pelbagai tugas diplomatik. Dia punya pengaruh terhadap peraturan-peraturan yang dikeluarkan Justinian, termasuk beberapa pengesahan hukum yang memperbaiki hak-hak dan status wanita.

Ia mengeluarkan aturan hukuman mati untuk pemerkosaan, menghapuskan perbudakan seks, memberikan hak bagi perempuan untuk mengajukan perceraian dan memiliki properti sendiri serta membuka biara di mana mantan pelacur bisa pergi untuk membuat pengakuan hidup dan bisa mendapat pengampunan dosa.

Ratu Theodora meninggal dunia di tahun 548 akibat serangan kanker. (man)