7 Langkah Rawat Ginjal agar Tetap Sehat Sangat penting untuk merawat organ ginjal meski kamu enggak memiliki risiko. (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)

TEKANAN darah tinggi, diabetes, atau riwayat keluarga gagal ginjal merupakan beberapa faktor risiko terkenal penyakit ginjal. Namun demikian, meski kamu tidak memiliki salah satu dari kategori risiko tersebut, penting untuk merawat organ penting ini. Dikutip clevelandclinic.org, berikut ini beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menjaga ginjal tetap sehat.

1. Tetap terhidrasi, tapi jangan berlebihan

Minum air cukup sangat penting untuk menjaga fungsi ginjal. (Foto: Pixabay/Bru-nO)
Minum air cukup sangat penting untuk menjaga fungsi ginjal. (Foto: Pixabay/Bru-nO)

"Bertentangan dengan kepercayaan populer, tidak ada penelitian yang membuktikan hidrasi berlebihan sebagai praktik yang efektif dalam meningkatkan fungsi ginjal," kata ahli nefrologi James Simon.

Jadi, meskipun minum air putih cukup merupakan ide yang bagus, minum lebih dari empat hingga enam gelas sehari mungkin tidak akan membantu ginjal menjadi lebih baik.

Baca Juga:

5 Mitos Tentang Penuaan Ini Sebaiknya Dilupakan


2. Makan makanan sehat

Makanan sehat syarat penting untuk menjaga kesehatan. (Foto: Pixabay/diapicard)
Makanan sehat syarat penting untuk menjaga kesehatan. (Foto: Pixabay/diapicard)

Simon menunjukkan bahwa sebagian besar masalah ginjal muncul dari kondisi medis lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Karena itu, disarankan mengikuti kebiasaan makan sehat untuk mengontrol berat badan dan tekanan darah. Mencegah diabetes dan tekanan darah tinggi akan membantu menjaga ginjal dalam kondisi baik.


3. Berolahraga secara teratur

Olahraga teratur dapat mencegah kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi. (Foto: Pixabay/Free-Photos)
Olahraga teratur dapat mencegah kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Seperti makan makanan yang seimbang, aktivitas fisik teratur dapat mencegah kenaikan berat badan dan tekanan darah tinggi. Tetapi berhati-hatilah, seberapa berat olahraga yang harus kamu lakukan.

“Terlalu memaksakan diri ketika kamu tidak dalam kondisi yang baik dapat menyebabkan masalah serius, terutama jika kamu berisiko tinggi untuk penyakit jantung,” kata Simon. Jika berisiko tinggi terkena penyakit jantung, bicarakan dengan dokter sebelum memulai program olahraga kamu.

Baca Juga:

Waspada, Ini Cara Bedakan Nyeri Dada Biasa dengan Sakit Jantung

4. Berhati-hatilah dengan suplemen dan obat herbal

Jangan mengonsumsi obat herbal berlebihan. (Foto: Pixabay/kerdkanno)
Jangan mengonsumsi obat herbal berlebihan. (Foto: Pixabay/kerdkanno)

Suplemen vitamin tertentu dalam jumlah berlebihan dan beberapa ekstrak herbal mungkin berbahaya bagi ginjal. Bicaralah dengan dokter tentang vitamin dan herbal apa pun untuk dikonsumsi.

5. Berhenti merokok

Asap rokok dapat merusak pembuluh darah yang mengurangi aliran darah ke ginjal. (Foto: Pixabay/realworkhard)
Asap rokok dapat merusak pembuluh darah yang mengurangi aliran darah ke ginjal. (Foto: Pixabay/realworkhard)

Merokok dapat merusak pembuluh darah yang mengurangi aliran darah di ginjal. Ketika ginjal tidak memiliki aliran darah yang memadai, maka tidak dapat berfungsi pada tingkat optimal.

Merokok juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta risiko kanker ginjal. Sementara itu, nikotin dalam vape masih sangat membuat kecanduan dan keras pada tubuh, juga ada banyak bahan kimia di dalamnya. Demikian kata dr Simon.


6. Jangan berlebihan dengan obat yang dijual bebas

Jangan berlebihan mengonsumsi obat tanpa resep. (Foto: Pixabay/stevepb)
Jangan berlebihan mengonsumsi obat tanpa resep. (Foto: Pixabay/stevepb)

“Pil yang biasanya tanpa resep seperti ibuprofen dan naproxen (NSAID) dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika dikonsumsi dalam waktu lama,” kata dr Simon.

Mengonsumsi obat seperti disebutkan itu mungkin tidak menimbulkan risiko ketika dikonsumsi sesekali. Tetapi, jika kamu meminumnya untuk nyeri kronis atau radang sendi, kamu harus sebaiknya konsultasi dulu dengna dokter atau cari alernatif untuk mengendalikan rasa sakit kamu.


7. Jika berisiko sakit ginjal, periksa secara teratur

Periksakan diri ke dokter ketika kamu memiliki risiko sakit ginjal. (Foto: Pixabay/rawpixel)
Periksakan diri ke dokter ketika kamu memiliki risiko sakit ginjal. (Foto: Pixabay/rawpixel)

"Jika kamu memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit kardiovaskular, dokter kamu harus menyaring disfungsi ginjal sebagai bagian dari perawatan rutin," kata Dr Simon. (*)

Baca Juga:

Ingat! Jangan Mandi Air Hangat Jika Kamu Menderita Asma Kulit

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH