7 Langkah Bijak Jauhkan Pikiran Bunuh Diri Untuk kesehatan mental terjaga, lakukan langkah ini. (foto: pixabay/voltamax)

TAK ada formula tepat dan pasti untuk menjelaskan tindakan bunuh diri. Berbagai faktor bisa jadi memicu perilaku tersebut. Meskipun demikian, depresi dan merasa tertekan menjadi alasan yang paling sering disebut memicu perilaku bunuh diri tersebut.

Faktanya, beban kerja atau profesi tertentu memang membuat orang lebih rentan terkena depresi. Tak peduli apa pun profesinya, risiko terkena deprsi tetap ada. Agar bisa tetap sehat secara mental, langkah nyata perlu kamu lakukan. Dikutip Health, Direktur Klinis Bucks County Anxiety Center di Newtown, Pennsylvania Ronit Levy, PsyD, memberikan beberapa rekomendasi beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar jauh dari depresi.

BACA JUGA:

Waspadai Copycat Suicide, Bunuh Diri Dipicu Figur Publik Dunia


1. Beri makan pikiranmu

stocksnap
Asup tubuh dengan makanan sehat. (foto: pixabay/stocksnap)

Ilmuwan menemukan ada hubungan antara kesehatan pencernaan dan kesehatan mental. Sebesar 90% serotonin--zat kimia pembawa pesan di otak--diproduksi di saluran cerna. Mencegah perdangan usus akan meningkatkan produksi serotonin. Hal itu akan membantu meningkatkan mood, nafsu makan, dan kualitas tidur.

National Institute of Mental Health merilis bahwa orang yang mengalami depresi punya kadar serotonin yang amat rendah.

Coba lakukan: kurangi makanan yang diproses dan tambahkan buah ekstra ke menu makanan harian kamu.


2. Tetap bergerak

running
Olahraga bisa jadi mood-booster. (foto: pixabay/skeeze)

Saran untuk berolahraga dengan intensitas sedang paling tidak lima kali seminggu tak hanya menyehatkan jantung, tapi juga memberi mood-booster yang ampuh.

Studi terbaru yang diterbitkan di American Journal of Psychiatry menyebut bahkan olahraga selama 1 jam seminggu dapat mengurangi risiko terkena depresi.

Levy menjelaskan olahraga meningkatkan aliran darah di otak. Hal itulah yang kemudian memicu produksi neurotransmitter. Semakin banyak neurotransmitter dalam otak, semakin bagus mood kamu.

Coba lakukan: perbanyak jalan di sekitar rumah atau kantor. Sebisa mungkin gunakan tangga, hindari elevator ataupun lift.

3. Cukupkan tidur

sleep
Pastikan kamu cukup tidur. (foto: pixabay/engin_akyurt)

Siapa sangka tidur membuat kamu lebih produktif, baik fisik maupun mental. Ketika beristirahat saat tidur, otak mendapat waktu untuk memperbarui sel dan mengolah segala informasi. Kurang tidur membuat kamu mudah marah dan tersinggung. Bahkan, mereka yang mengalami insomnia amat mungkin menderita depresi dan kecemasan ketimbang mereka yang tidur cukup.

"Saat kurang tidur, kamu tak bisa mengatur mood. Bahkan hal mudah sehari-hari pun terasa berat dijalankan saat kamu kurang tidur," jelas Levy.

Coba lakukan: buatlah waktu tenang 30 menit sebelum jam tidur. Matikan semua gadget. National Sleep Foundation menyarankan atur waktu untuk tidur malam selama 7-9 jam.


4. Tulis Buku Harian

write
Tuangkan pikiran dalam tulisan. (foto: pixabay/free-photos)

Bawalah selalu buku catatan dan pensil bersamamu. Itu akan sangat berguna untuk kesehatan mental, terutama saat pikiran kamu berputar-putar tak menentu.

Menuliskan isi pikiran membantu mengurangi kecemasan. Saat banyak tugas memenuhi pikiran, tuliskan semua agar kamu bisa mengurai kekusutan yang ada dalam otak.

Coba lakukan: buatlah to-do list setiap hari. Kamu juga bisa mulai menulis buku harian.


5. Tentukan prioritas dengan jelas

time
Kerjakan saja yang jadi prioritasmu. (foto: pixabay/jeshoot.com)

Amat bagus jika kamu memiliki rencana. Namun, menentukan prioritas dalam rencana itu tak kalah pentingnya. Jangan biarkan orang lain membenani dirimu. Belajarlah untuk berkata 'tidak' pada orang-orang yang 'memberatkan' kamu.

Kerjakan saja apa yang menjadi prioritasmu. Hal itu akan membantu menyingkirkan beban dari pikiran.

Coba lakukan: tuliskan lima prioritas teratasmu dalam kehidupan pribadi atau karier ataupun campuran keduanya. Buatlah berdasar hal yang paling penting buat kamu. Buatlah keputusan bagaimana kamu akan mengatur waktu untuk memenuhi daftar prioritas tersebut.


6. Buat 'me' time

pijat
Lakukan kegiatan yang membuat rileks. (foto: pixabay/second from the sun)

Teknologi terbaru membuat makin stres. Oleh karena itu, kamu perlu terbebas dari semua 'jeratan' teknologi. Gunakan jatah cuti sebaik mungkin untuk menjauh dari rutinitas.

Coba lakukan: sempatkan bermeditasi, mendengarkan musik, atau melakukan hobi yang membuat rileks.


7. Cari bantuan psikolog

mental health

Jangan ragu minta bantuan.(foto: unsplash/dustin belt)

Saat semuanya sudah dilakukan dan masih terasa tak tertahankan, jangan malu untuk mencari bantuan psikolog. Jika kamu mengalami tanda-tanda depresi, ada baiknya untuk segera mencari bantuan dari profesional. Terapi kognitif akan amat membantu.

Ingatlah, depresi dan kecemasan tidak hilang sendirinya.

Coba lakukan: jadikan setiap hari sebagai hari peduli kesehatan mental diri.(dwi)

*Depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

BACA JUGA:

Langkah Jitu Hadapi Pasangan yang Suka Baperan

Kredit : dwi

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH