65 Kilometer Pesisir Pantai Teluk Jakarta Dipenuhi Bangkai Ikan Pak Jonggeng, nelayan di Teluk Jakarta, mengungkapkan tentang banyaknya ikan laut yang mati, Pantai Ancol, Jakarta Utara, Selasa (1/12). (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)

MerahPutih Megapolitan - Selasa (01/12), merahputih.com melakukan pantauan langsung menyisiri Pantai Ancol untuk melihat dari dekat fenomena matinya jutaan ikan di Teluk Jakarta, Jakarta Utara. Di atas perahu renta milik Pak Jonggeng (71) yang telah bermurah hati mengantarkan liputan ini agar bisa dibaca oleh pemirsa.

Tentu dengan segala keterbatasan yang dimiliki, perahu kecil Pak Jonggeng tidak mampu menembus laut lepas, terkena ombak dari kapal feri yang besar saja rasanya seperti diguncang badai besar.

"Jutaan ikan ini mati memenuhi pesisir pantai Teluk Jakarta sepanjang 65 Kilometer, gitu sih yang saya denger dari petugas kepolisian air dan rekan-rekan sesama nelayan," ujar Pak Jonggeng sembari mengemudikan perahu kecilnya.

Tampak air di sepanjang garis pantai berwarna merah, berbeda setelah kita beberapa puluh meter melihat ke tengah laut yang masih berwarna biru. Menurut Pak Jonggeng dan para nelayan di Ancol, air merah inilah petaka yang menyebabkan jutaan ikan mati.

"Kalau air laut seperti ini pasti ikan-ikan pada mati, mereka mati karena tidak cocok dengan kimia dan hasil limbah dari pabrik industri. Kalau di tengah laut ada minyak tumpah saja, ikan pada mati, gimana kalau limbah kimia seperti ini, manusia saja saya yakin bisa mati kalau sempat meminum air limbah ini," ujar Pak Jonggeng sembari menatapi bangkai ikan yang berserakan dan dilalui oleh perahunya. (aka)

BACA JUGA:

  1. BPLHD DKI Ambil Sampel di Tiga Lokasi Teluk Jakarta
  2. Ungkap Kematian Ikan Teluk Jakarta, Dinas Kelautan DKI Gandeng IPB
  3. Dinas Kelautan Usut Penyebab Jutaan Ikan Mati di Teluk Jakarta
  4. Teluk Jakarta Tercemar Limbah, Nelayan Puasa Berbulan-bulan
  5. Nelayan Teluk Jakarta Duga Ikan-ikan Mati akibat Limbah Kimia


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH