6 Kejadian Menarik Sidang MK Saat Pemeriksaan Saksi Prabowo-Sandi yang Bikin Geger Publik Sidang lanjutan PHPU di Mahkamah Konstitusi, Selasa (18/6). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Merahputih.com - Sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) memasuki edisi ketiga, Rabu (19/6). Sidang digelar pukul 09.00 WIB dengan agenda pemeriksaan saksi dan pengesahan alat bukti dari pemohon yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan catatan merahputih.com, ada sejumlah kejadian-kejadian menarik saat sidang ketiga ini. Apa saja ya? Berikut ulasannya:

1. BW Mau Diusir

Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto. (Antaranews)

Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi sempat ingin diusir dari ruang sidang saat terlibat perdebatan dengan hakim konstitusi Arief Hidayat. Bermula dari Arief yang menanyakan asal-usul kepada saksi kedua yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandi bernama Idham. Saat itu, hakim Arief menanyakan mengenai latar belakang Idham.

"Apa latar belakang Anda saksi?," tanya hakim Arief.

"Saya dari kampung pak," jawab Idham.

Namun, seketika, Bambang Widjojanto memotong pembicaraan keduanya. "Saya saja dari kampung bisa mengakses seluruh dunia," potong Bambang.

"Bukan begitu pak," timpal hakim Arief.

Bukannya berhenti berbicara, Bambang justru menaikkan nada bicaranya. Mendengar itu, Arief meminta Bambang untuk berhenti berbicara lantaran belum saatnya.

"Pak Bambang stop. Kalau begitu terus saya usir bapak dari ruang sidang," tegas Arief.

"Kalau dalam tekanan terus, saya menolak saksi saya merasa ditekan," jawab Bambang.

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Papua Barat Bentuk Tim Selidiki Kematian Adik Ipar Edo Kondologit
Indonesia
Polda Papua Barat Bentuk Tim Selidiki Kematian Adik Ipar Edo Kondologit

George Karel Rumbino alias Riko ditangkap atas dugaan tindak pidana kekerasan

Dampak PSBB, Arus Lalu Lintas Tol di Tiga Wilayah Ini Turun 60 Persen
Indonesia
Dampak PSBB, Arus Lalu Lintas Tol di Tiga Wilayah Ini Turun 60 Persen

Menurut Kementerian PUPR, untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta terdapat tujuh ruas tol yang berada dalam wilayah PSBB

Marak Demo Tolak UU Cipta Kerja, Masyarakat Diminta Tahan Diri
Indonesia
Marak Demo Tolak UU Cipta Kerja, Masyarakat Diminta Tahan Diri

Baik itu pendemo maupun aparat yang mengamankan aksi demo

Pandemi COVID-19, Bank Wakaf Mikro Tetap Salurkan Pinjaman
Indonesia
Pandemi COVID-19, Bank Wakaf Mikro Tetap Salurkan Pinjaman

Hingga saat ini, sudah ada 56 BWM di 18 provinsi dari Aceh hingga Papua sejak lembaga keuangan mikro syariah ini diresmikan pada Oktober 2017.

Khawatir Rem Darurat PSBB Jadi Pepesan Kosong, PSI Tagih Janji Anies
Indonesia
Khawatir Rem Darurat PSBB Jadi Pepesan Kosong, PSI Tagih Janji Anies

Anies beberapa kali berjanji akan menarik rem mendadak

Update Corona DKI Kamis (9/7): 13.362 Positif, 8.645 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Kamis (9/7): 13.362 Positif, 8.645 Orang Sembuh

Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR

 Presiden Jokowi Pastikan Pembahasan Omnibus Law Ditunda
Indonesia
Presiden Jokowi Pastikan Pembahasan Omnibus Law Ditunda

Presiden mengatakan penundaan tersebut untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah dan DPR mendalami substansi omnibus law itu. Selain itu, untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

DPR Nilai PSBB Masa Transisi DKI Jadi Contoh Penanganan COVID-19 Secara Terukur
Indonesia
DPR Nilai PSBB Masa Transisi DKI Jadi Contoh Penanganan COVID-19 Secara Terukur

"Hasil dari berbagai indikator tadi adalah tetap memperpanjang PSBB dengan pelonggaran di beberapa aktivitas dengan protokol ketat," tutur Kurniasih

Vaksinasi COVID-19 Harus Berjalan Efektif
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Harus Berjalan Efektif

Presiden Joko Widodo memastikan, vaksin COVID-19 yang akan digunakan dalam program vaksinasi massal secara gratis dinyatakan suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MPR Sebut Jakarta Belum Layak Diberlakukan New Normal
Indonesia
Ketua MPR Sebut Jakarta Belum Layak Diberlakukan New Normal

Hal tersebut berpotensi menyebabkan adanya gelombang kedua dari pandemi COVID-19 dan akan sulit untuk dikendalikan