6 Cakada di Jateng Dipastikan Lawan Kotak Kosong TPS Pemilu. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah mencatat 6 dari 21 daerah kabupaten/kota yang mengadakan pilkada serentak di Jawa Tengah, dipastikan hanya diikuti satu pasangan calon atau melawan kotak kosong. Hal tersebut diketahui dari hasil perpanjangan pendaftaran bakal calon tidak ada satu pun yang mendaftar di KPU.

Ketua KPU Solo Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengungkapkan, keenam calon kepala daerah (Cakada), atau daerah tersebut, yakni Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kota Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Grobogan.

"Kami data ada enam daerah kota/kabupaten di Jawa Tengah pada pilkada 9 Desember mendatang melawan kotak kosong," ujar Yulianto, Selasa (15/9).

Baca Juga:

KPU Terapkan Aturan Baru Pilkada 2020, Apa Saja Isinya?

Yulianto mengungkapkan, tahapan pilkada tetap dilanjutkan meskipun mereka tidak ada lawannya pada saat pemungutan suara nanti. Saat ini, tahapan enam daerah tersebut baru masuk pemeriksaan kesehatan, verifikasi, dan klarifikasi berkas pencalonan.

"Tes kesehatan bakal calon di enam daerah ini terhitung terlambat dibandingkan 15 daerah lainnya yang justru sudah diumumkan hasilnya pada Senin kemarin. Dari tes kesehatan, Wakil Bupati petahana Demak Joko Sutanto yang tidak lolos tes kesehatan," katanya.

Dikatakannya, lima dari enam paslon kepala daerah tersebut merupakan petahana yakni Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Grobogan. Sedangkan satu paslon bukan petahana dari Kabupaten Wonosobo.

Pasangan cabup dan cawabup, Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan yang diusung PDIP di Pilkada Kabupaten Boyolali. (MP/Ismail)
Pendaftaran Pilkada Kabupaten Boyolali. (MP/Ismail).

"Kami sudah sampaikan pada KPU RI terkait enam daerah di Jawa Tengah melawan kotak kosong," tutur dia.

Ia menambahkan identitas bakal calon yang melawan kotak kosong yakni Hendrar Prihadi Hendi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Kota Semarang); Sumarni-Bambang Pujiyanto (Kabupaten Grobogan); dan Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan (Kabupaten Boyolali).

Kemudian ada Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih (Kabupaten Kebumen); Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Kabupaten Sragen); dan Afif Nurhidayat-Muhammad Albar (Kabupaten Wonosobo). (Ismail/Jawa Tengah).

Baca Juga:

Pilkada 2020 Didesak Ditunda, Bawaslu Bilang Begini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia
Indonesia
Buku Wajib dan Perekrutan Acak Pelaku Teror Indonesia

Pada generasi belasan tahun terakhir, sudah mulai berubah pola. Perekrutan dilakukan media sosial seperti facebook, instagram, telegram dan WhatsApp.

DKPP Berhentikan Anggota KPU Maluku Tenggara Barat karena Terbukti Terima Suap Rp10 Juta
Indonesia
DKPP Berhentikan Anggota KPU Maluku Tenggara Barat karena Terbukti Terima Suap Rp10 Juta

Sanksi Pemberhentian Tetap tersebut dibacakan majelis dalam sidang pembacaan putusan yang dilaksanakan secara virtual pada Rabu (12/8) pukul 10.00 WIB.

KPK Limpahkan Kasus OTT Rektor UNJ ke Polri
Indonesia
KPK Limpahkan Kasus OTT Rektor UNJ ke Polri

Dalam operasi senyap itu KPK sempat menyita barang bukti berupa uang sebesar USD 1.200 dan Rp 27.500.000

BUMN Waskita Bangun 1300 Kilometer Tol Senilai Rp150 Triliun
Indonesia
BUMN Waskita Bangun 1300 Kilometer Tol Senilai Rp150 Triliun

Perseroan mencatat, di akhir tahun 2019 terdapat 6 ruas yang telah beroperasi penuh seperti Kanci – Pejagan, Pejagan – Pemalang, Pemalang – Batang, dan Batang – Semarang yang merupakan bagian dari jaringan tol Trans Jawa.

Update Kasus Corona DKI Senin (10/8): 26.193 Positif, 16.446 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Senin (10/8): 26.193 Positif, 16.446 Orang Sembuh

Jumlah kasus konfirmasi COVID-19 secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 26.193 kasus.

Salah Kaprah Pemprov DKI Pakai Ganjil Genap 'Rem Darurat' Tangani COVID-19
Indonesia
Salah Kaprah Pemprov DKI Pakai Ganjil Genap 'Rem Darurat' Tangani COVID-19

Anies seharusnya melakukan pengawasan pelaksanaan pembatasan masa transisi dan melaksanakan protokol kesehatan secara baik

Pesan Kapolri ke Lulusan Akpol: Jangan Jadi Anak Mama, Belum Apa-Apa Sudah Merengek
Indonesia
Pesan Kapolri ke Lulusan Akpol: Jangan Jadi Anak Mama, Belum Apa-Apa Sudah Merengek

Upaya menempatkan perwira Akpol di daerah yang jauh dari Ibu Kota agar mereka menjadi pribadi yang kuat

Novel Cs Layak Diprioritaskan Jadi Tenaga Kerja Kontrak di KPK
Indonesia
Novel Cs Layak Diprioritaskan Jadi Tenaga Kerja Kontrak di KPK

TWK tersebut meliputi integritas dalam berbangsa dan bernegara serta kesetiaan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan netralitas dan anti-radikalisme

Terminal di Yogyakarta Tetap Buka Layani Pemudik Lokal
Indonesia
Terminal di Yogyakarta Tetap Buka Layani Pemudik Lokal

Pasalnya, Pemda DIY tidak melarang pemudik lokal antar kabupaten dan kota di dalam provinsi DIY.

Tinggal Sebulan, Pemerintah Gembira Pilkada Tidak Timbulkan Klaster COVID-19
Indonesia
Tinggal Sebulan, Pemerintah Gembira Pilkada Tidak Timbulkan Klaster COVID-19

“Menjadi tantangan bagi kita karena sejauh ini kampanye tatap muka secara terbatas yang paling digemari oleh paslon," kata Mahfud MD.