55 Persen Penderita COVID di Jakarta Berstatus Orang Tanpa Gejala Ilustrasi PCR Test. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Kapasitas tes PCR di Provinsi DKI Jakarta kian meningkat. Jika beberapa hari terakhir, jumlah tes PCR untuk menemukan diagnosis baru berada di kisaran 4.000-5.000 orang, pada 2 September 2020, jumlahnya sebanyak 7.270 orang.

Berdasarkan data terkini dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, terdapat 2 laboratorium yang baru melaporkan hasil tes PCR karena juga baru beroperasi dan mendapat izin resmi dari Kemenkes RI. Sehingga, total sebanyak 56 laboratorium telah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan pemeriksaan tes PCR.

Baca Juga

Satu Keluarga di Sultra Meninggal Akibat COVID-19

Tidak dipungkiri, peningkatan kapasitas tes PCR di Jakarta ini turut disertai dengan penambahan jumlah kasus positif COVID-19. Dari 7.270 orang yang dites PCR seperti disebut di atas, sebanyak 1.137 dinyatakan positif dan 6.133 negatif.

Namun, total penambahan kasus terkini sebanyak 1.406 kasus, karena sebanyak 270 kasus adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan.

Petugas merapikan salah satu kamar indekos yang dijadikan ruang isolasi COVID-19 di Kelurahan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras)
Petugas merapikan salah satu kamar indekos yang dijadikan ruang isolasi COVID-19 di Kelurahan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras)

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, dari 1.406 kasus positif tersebut, 71 di antaranya adalah pekerja migran Indonesia yang sedang dikarantina di Wisma Atlet dan merupakan warga yang tinggal di luar DKI Jakarta (alamat tersebar di seluruh Indonesia).

“Dari penambahan kasus tersebut, 42 % di antaranya adalah hasil tracing Puskesmas yang melakukan pemeriksaan kepada kontak erat pasien positif. Sementara, untuk tracing ratio di DKI Jakarta saat ini adalah 6, artinya dari 1 kasus positif, rata-rata 6 orang kontak erat akan diperiksakan PCR,” jelasnya, Kamis (3/9).

Dwi menerangkan, 33 % kasus positif tersebut adalah kasus yang diambil spesimen pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2020.

Jika dihitung mundur, masa inkubasi tersering adalah 6 hari (inkubasi adalah lama waktu dari virus masuk sampai dengan menimbulkan gejala), lalu pasien mengakses pemeriksaan PCR 1-2 hari kemudian, maka periode penularan tertinggi pada 20 Agustus 2020 (minggu).

Dari total pasien positif di Jakarta, sekitar 55 % adalah tanpa gejala, 32 % bergejala, dan 13 % tidak ada data. Untuk klaster terbesar di Jakarta adalah permukiman, lalu perkantoran.

“Penting untuk memastikan 3M berjalan dengan sebaik-baiknya di ranah privat / rumah dengan memaksimalkan peran Gugus Tugas RT/RW dan memastikan setiap orang menjalankan protokol kesehatan. 1 Rumah 1 Kader COVID-19 menjadi penting,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, 7 % kasus terjadi pada kelompok anak, 1 % pada kelompok balita. 10 % mengenai kelompok lansia di atas 60 tahun. Sedangkan, 70 % kasus terjadi pada usia 19-50 tahun (usia produktif), di mana kelompok usia tersebut mobilitasnya relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.

“Pelajar/Mahasiswa, PNS, dan pegawai swasta adalah pekerjaan terbanyak yang sudah dapat diidentifikasi. Penting penguatan kepada ke-3 kelompok tersebut,” tambahnya.

Untuk diketahui pula, jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 10.032 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 43.709 kasus.

Baca Juga

1,5 Juta Tenaga Medis Dapat Prioritas Suntik Vaksin COVID-19

Dari jumlah tersebut, total 32.424 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74,2%, dan total 1.253 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,9%.

Untuk tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 62.063, dengan positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir sebesar 12,5 persen. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Salah Satu Pesepeda Viral yang Masuk Tol Minta Maaf, Ngaku Capek dan Bingung
Indonesia
Salah Satu Pesepeda Viral yang Masuk Tol Minta Maaf, Ngaku Capek dan Bingung

Setelah mengetahui masuk tol, rombongan Sutrisno tidak balik arah

Tolak Bahas RUU HIP, Pemerintah Minta DPR Dengarkan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Tolak Bahas RUU HIP, Pemerintah Minta DPR Dengarkan Aspirasi Rakyat

“Dengan begini, masyarakat bisa kembali duduk tenang, untuk membetulkan dan melihat substansinya dengan baik,” ujar Yasonna Laoly

Pemilihan Wagub DKI Cuma Diikuti 100 Anggota DPRD DKI Jakarta
Indonesia
Pemilihan Wagub DKI Cuma Diikuti 100 Anggota DPRD DKI Jakarta

keputusan itu diambil mengacu pada batas absensi yang ditutup pukul 10.00 WIB.

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Penjual Baju Online di Sukoharjo
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Penjual Baju Online di Sukoharjo

F diketahui juga sudah punya istri dan tiga anak

Kalau Butuh Ini, Polisi Bakal Periksa Ulang Anies
Indonesia
Kalau Butuh Ini, Polisi Bakal Periksa Ulang Anies

Direskrimum Polda enggan menjelaskan lebih jauh karena sudah masuk materi penyidikan.

Batu Nisan Kesultanan Aceh Ditemukan Bergeletakan di Lokasi Proyek Jalan Tol
Indonesia
Batu Nisan Kesultanan Aceh Ditemukan Bergeletakan di Lokasi Proyek Jalan Tol

Puluhan batu nisan yang diduga situs makam peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam ditemukan di lokasi proyek pembangunan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh), di kawasan Kabupaten Aceh Besar.

2 Perspektif Sikapi 'Perdamaian' Jokowi dengan COVID-19 Versi DPR
Indonesia
2 Perspektif Sikapi 'Perdamaian' Jokowi dengan COVID-19 Versi DPR

Indonesia memang melalui periode yang tidak mudah

Jumlah Pemilih Awal Pilpres Amerika Capai Rekor Tertinggi
Dunia
Jumlah Pemilih Awal Pilpres Amerika Capai Rekor Tertinggi

Kekhawatiran tentang kemungkinan penularan virus corona di tempat-tempat pemungutan (TPS) suara pada Hari Pemilihan juga telah mendorong lebih banyak orang untuk memberikan suara di TPS lebih dini.

Polisi Ancam Bubarkan Warga yang Ambil Foto Gunung Gede dari Flyover Kemayoran
Indonesia
Polisi Ancam Bubarkan Warga yang Ambil Foto Gunung Gede dari Flyover Kemayoran

Lilik juga memastikan bakal membubarkan orang yang nekat berkerumun dan mengambil foto diatas flyover

Menhub Ingin Ada Regulasi Ketat Penggunaan Drone
Indonesia
Menhub Ingin Ada Regulasi Ketat Penggunaan Drone

Jika tidak diatur dan dikelola secara tepat, maka drone dapat menimbulkan masalah sehingga perlu ada langkah yang harus dilakukan.