52 Tenaga Medis Papua Terpapar Virus Corona Arsip Foto. Petugas medis merapikan tempat spesimen dalam kegiatan pemeriksaan COVID-19 di Papua. (ANTARA/ Ernes Kakisina)

MerahPutih.com - Sebanyak 52 tenaga medis di Papua terpapar virus corona penyebab COVID-19. Demikian laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Silwanus Sumule di Jayapura, Minggu malam (7/6), mengatakan bahwa sebagian besar tenaga medis yang tertular virus corona sudah sembuh. Beberapa masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga:

Banyak Kecolongan dan Tak Efisien, Program "Surat Sakti" Pemprov DKI Dinilai Layak Diganti

Ia menekankan pentingnya kejujuran warga dalam menyampaikan informasi perihal gangguan kesehatan mereka kepada tenaga medis. Selain itu, disiplin menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona di kalangan tenaga medis, yang harus menjalankan tugas di garda terdepan upaya penanggulangan COVID-19.

Suasana pemeriksaan rapid test terhadap ribuan warga Teluk Saereri dan Provinsi Papua Barat sebelum mereka diberangkatkan pada hari Senin (8-6-2020 ). ANTARA/Laksa Mahendra
Suasana pemeriksaan rapid test terhadap ribuan warga Teluk Saereri dan Provinsi Papua Barat sebelum mereka diberangkatkan pada hari Senin (8-6-2020 ). ANTARA/Laksa Mahendra

"Tenaga medis merupakan garda terakhir sedangkan garda terdepan adalah masyarakat sehingga diharapkan mematuhi protokol kesehatan terkait COVID-19, gunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan," kata Sumule.

Baca Juga:

Ditolak Mundur PDIP Solo, Purnomo: Amanah Partai Harus Saya Jalankan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari mengatakan bahwa ada puskesmas yang harus ditutup sementara karena sebagian petugas kesehatannya terpapar virus corona.

Ia mengatakan bahwa ada 45 petugas medis puskesmas yang terpapar virus corona, lima di antaranya dikonfirmasi positif tertular COVID-19. Petugas kesehatan yang positif COVID-19 kini menjalani perawatan di rumah sakit, dan 40 orang yang masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan menjalani karantina mandiri. (*)

Baca Juga:

Khofifah Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan ke OTG COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
86 Kawal Operasi Patuh Jaya di Jakarta Selatan
Indonesia
86 Kawal Operasi Patuh Jaya di Jakarta Selatan

Operasi Patuh Jaya 2020 berlangsung selama 14 hari dimulai 23 Juli sampai 5 Agustus 2020.

PSI Tekan Jokowi Tegas Larang Mudik, Jangan Cuma Imbauan
Indonesia
PSI Tekan Jokowi Tegas Larang Mudik, Jangan Cuma Imbauan

PSI setuju dengan usulan Presiden Joko Widodo yang ingin mengganti jadwal mudik pada hari libur nasional setelah Idul Fitri

Jokowi Minta Protokol Kesehatan di Klaster Industri Ditingkatkan, Ada Apa?
Indonesia
Jokowi Minta Protokol Kesehatan di Klaster Industri Ditingkatkan, Ada Apa?

Klaster penularan bermula dari dua orang karyawan yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona

Buruh Butuh Jaminan Pemerintah Jangan Jadikan Corona Alasan PHK Massal
Indonesia
Buruh Butuh Jaminan Pemerintah Jangan Jadikan Corona Alasan PHK Massal

Jangan membonceng musibah Corona untuk mem-PHK pekerja

Fraksi PDIP Nilai Jalur Sepeda di Jakarta Program Gagal
Indonesia
Fraksi PDIP Nilai Jalur Sepeda di Jakarta Program Gagal

Gilbert mengatakan hampir tidak ada orang yang menggunakan jalur sepeda sehingga anggaran sebesar Rp 62 miliar menjadi sia-sia

Sembilan Wilayah di Jakarta Timur Masih Kebanjiran
Indonesia
Sembilan Wilayah di Jakarta Timur Masih Kebanjiran

sejumlah wilayah yang masih terendam banjir di antaranya berlokasi di RW04 dan RW03 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar.

Dapat Suntikan Modal, Perumnas Fokus Selesaikan 46 Proyek Perumahan
KPR
Dapat Suntikan Modal, Perumnas Fokus Selesaikan 46 Proyek Perumahan

Nama Samesta terinspirasi dari konsep alam semesta yang mempunyai makna penyatuan, keseimbangan dan interkonektivitas.

15 Syarat Hotel, Wisma dan Penginapan Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19
Indonesia
15 Syarat Hotel, Wisma dan Penginapan Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

Syarat itu sendiri tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 980 tahun 2020

Jokowi Diminta Copot Menterinya Bukan Karena Hasil Survei
Indonesia
Jokowi Diminta Copot Menterinya Bukan Karena Hasil Survei

Saat ini masyarakat lebih membutuhkan adanya efektivitas program untuk mengatasi COVID-19

Bakal Cawali Purnomo Tidak Dipanggil DPP PDIP, Rekomendasi Jatuh ke Gibran?
Indonesia
Bakal Cawali Purnomo Tidak Dipanggil DPP PDIP, Rekomendasi Jatuh ke Gibran?

Purnomo menegaskan yang mendapatkan undangan tersebut adalah enam pejabat pengurus struktural DPC PDIP Solo dan 30 anggota DPRD.