52 RS Bhayangkara Siap Tampung Pasien COVID-19 RS Polri Kramat Jati (rspolrikramatjati.com)

Merahputih.com - 52 Rumah Sakit Bhayangkara di seluruh Indonesia kini dapat digunakan untuk menangani pasien terpapar COVID-19. Hal ini sesuai instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis.

"Dari 52 RS itu, kurang lebih ada 2.000 tempat tidur untuk penanganan kasus covid-19. Itu sekitar 20 persen hingga 30 persen dari total tempat tidur seluruh RS Bhayangkara," ujar Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Indonesia, Brigjen Musyafak, (Kamis 9/4).

Baca Juga

Pelaksanaan PSBB, Pemprov DKI Jakarta Koordinasi dengan Daerah Penyangga

Musyafak mencontohkan di RS Polri dr Said Sukanto, Jakarta, terdapat satu menara dengan kapasitas 60 tempat tidur yang khusus digunakan untuk menangani kasus Covid-19. Penyediaan menara yang dikhususkan untuk kasus COVID-19 ini telah dimulai sejak pertengahan Maret 2020.

"Tujuannya, agar pasien-pasien dengan penyakit lain tidak tertular virus COVID-19 dari pasien Covid-19 di sana," katanya.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto, dan rombongan mengecek kesiapan RS Polri Said Sukanto untuk menangani pasien Covid-19. ANTARA/HO-Humas Kepolisian Indonesia

Sementara RS Bhayangkara Brimob, Depok, Jawa Barat, juga diperuntukkan untuk menangani pasien COVID-19. RS yang memiliki kapasitas 150 tempat tidur ini mulai disulap menjadi rumah sakit darurat sejak akhir Maret 2020.

"RS Brimob Kelapa Dua saat ini tidak menerima pasien berpenyakit selain COVID-19. Ini upaya Dokkes Polri untuk membantu Pemerintah," kata dia.

Baca Juga

Pemprov DKI Masih Kaji Jumlah Penumpang Kendaraan Pribadi dan Umum Saat PSBB

Ia menyebut, di RS Polri dr Said Sukanto saat ini merawat sekitar 40-50 pasien terpapar COVID-19. Sementara RS RS Bhayangkara Brimob, Depok, menangani sekitar 60-70 pasien terpapar COVID-19. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
13 Gereja di Solo Laksanakan Ibadah Misa Secara Tatap Muka
Indonesia
13 Gereja di Solo Laksanakan Ibadah Misa Secara Tatap Muka

Sebanyak 13 gereja di Solo akan melaksanakan ibadah misa Natal secara tatap muka, Kamis dan Jumat.

Rayakan Ulang Tahun Ke-74, Megawati Disebut Sebagai Petarung Politik
Indonesia
Rayakan Ulang Tahun Ke-74, Megawati Disebut Sebagai Petarung Politik

Peringatan hari lahir PDIP yang juga Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri diadakan secara sederhana dengan doa bersama oleh kader PDIP seluruh Indonesia.

Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka karena Kasus "Lama"
Indonesia
Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka karena Kasus "Lama"

Kasus itu bergulir hingga Bahar ditetapkan tersangka oleh Polda Jabar, beberapa hari lalu.

Informasi COVID-19 Seperti Flu Biasa Dinilai Menyesatkan
Indonesia
Informasi COVID-19 Seperti Flu Biasa Dinilai Menyesatkan

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengklarifikasi konten video pernyataan dari Aliansi Dokter Dunia tentang COVID-19.

Kesadaran Masyarakat dan Pelayanan Rumah Sakit Kunci Peningkatan Angka Sembuh
Indonesia
Kesadaran Masyarakat dan Pelayanan Rumah Sakit Kunci Peningkatan Angka Sembuh

Ia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk segera mengakses layanan rawatan itu menjadi kunci dari kontribusi angka ini.

Pemerintah Diminta Segera Alokasikan Dana COVID-19 ke Pesantren
Indonesia
Pemprov DKI Larang Pejalan Kaki Nongkrong di 32 Kawasan CFD
Indonesia
Pemprov DKI Larang Pejalan Kaki Nongkrong di 32 Kawasan CFD

Syafrin Liputo mengingatkan agar para pejalan kaki yang datang harus terus bergerak layaknya pesepeda.

Update Kasus Corona DKI Selasa (27/10): 102.678 Positif, 89.060 Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Selasa (27/10): 102.678 Positif, 89.060 Sembuh

"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 312 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 11.423 (orang yang masih dirawat / isolasi)," kata Dwi

Pengakuan Eks Staf Hasto Jadi Angin Segar KPK Jerat Pelaku Lainnya di Kasus Suap KPU
Indonesia
Pengakuan Eks Staf Hasto Jadi Angin Segar KPK Jerat Pelaku Lainnya di Kasus Suap KPU

"Mereka terkonfirmasi dan tervalidasi menjadi alat bukti sah yang dapat digunakan KPK untuk menjerat pelaku lain menjadi tersangka menyusul Saeful Bahri," ujarnya.