500 Warga Surabaya Terpapar COVID-19 Varian Baru Ilustrasi Omicron. Foto: Alexandra_Koch/Pixabay

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat 500 warga Kota Pahlawan terpapar COVID-19 Omicron subvarian baru.

"Di Surabaya sekarang ini ada 500 orang yang terjangkit, tetapi ini cepat sembuh ya sekitar dua sampai tiga hari sudah sembuh," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Rabu (9/11)

Baca Juga

Tambahan Kasus Harian COVID-19 di Atas Angka 6 Ribu Per Hari

Eri menjelaskan, kasus COVID-19 baru di Surabaya banyak ditemukan karena mereka melakukan swab mandiri. Saat mengalami pilek, mereka langsung swab dan ketahuan COVID-19

"Banyak yang swab sendiri sebab batuk dan pilek, diswab langsung covid," tegasnya.

Namun, tidak semua yang terpapar corona di Surabaya dirawat di rumah sakit. Mayoritas dari mereka melakukan karantina mandiri.

Baca Juga

Puncak Kenaikan Kasus COVID-19 Paling Lambat Januari 2023

Eri mengimbau kepada warga Surabaya untuk tetap berhati-hati dan tidak meremehkan gejala batuk pilek, di samping itu juga harus selalu menjaga protokol kesehatan.

"Jadi varian yang ini tidak seperti varian Delta, tapi lebih berat dari Omicron, ya tapi tidak sampai seperti Delta," ungkap Eri.

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh Puskesmas terus menyosialisasikan terkait varian baru ini.

"Saya juga harus menguatkan lagi Satgas Kampung Tangguh untuk menghadapi lonjakan varian baru ini," tambahnya.

Sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahwa lonjakan kasus harian COVID-19 di Indonesia dipengaruhi tiga subvarian baru omicron yakni BA.2.75, XBB dan BQ.1. Paling banyak ditemukan di Indonesia yakni varian BQ.1.

Selain itu, Budi juga menyampaikan, Surabaya termasuk dalam kota dengan sumbangan kasus baru terbanyak setelah Bali dan Jakarta. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga

Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Tes COVID-19 di Tengah Lonjakan Kasus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Angka Putus Sekolah di DKI Tertinggi di Indonesia
Indonesia
Angka Putus Sekolah di DKI Tertinggi di Indonesia

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku prihatin menyaksikan angka putus sekolah siswa Sekolah Dasar (SD) di DKI tertinggi dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia.

Hari Ini, Ferdy Sambo Diperiksa Terkait Obstruction of Justice
Indonesia
Hari Ini, Ferdy Sambo Diperiksa Terkait Obstruction of Justice

"Info dari Siber begitu (Ferdy Sambo diperiksa), coba kontak Ditipidsiber juga," tutur Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Jakarta, Rabu (7/9).

Gibran tak Tertarik Beli Mobil Bekas Jokowi
Indonesia
Gibran tak Tertarik Beli Mobil Bekas Jokowi

“Orak (nggak). Bukan karena mogokan ya, tapi aku wis nganggo (sudah memakainya selama) 5 tahun pas kerja di Graha Saba. Wis (sudah) cukup. Dari SD, SMP sampai kerja lho,” ungkap Gibran.

AKBP Bambang Kayun Penuhi Panggilan KPK
Indonesia
AKBP Bambang Kayun Penuhi Panggilan KPK

AKBP Bambang Kayun memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi di Mabes Polri.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dipangkas 0,1 Persen
Indonesia
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dipangkas 0,1 Persen

Beberapa negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik masih lebih tangguh dibandingkan dengan yang lainnya dalam menghadapi guncangan karena memiliki sejarah sifat kehati-hatian.

3 Kriteria Lembaga Survei Ideal di Pemilu 2024
Indonesia
3 Kriteria Lembaga Survei Ideal di Pemilu 2024

Peran lembaga survei diharapkan bersikap sentral selama Pemilu 2024.

Hampir 50 Persen dari 90 Anak Alami Gangguan Ginjal Akut di Jakarta Meninggal
Indonesia
Hampir 50 Persen dari 90 Anak Alami Gangguan Ginjal Akut di Jakarta Meninggal

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan terbaru kasus ginjal akut di ibu kota.

RUU Perampasan Aset Belum Masuk Prolegnas Prioritas 2022
Indonesia
RUU Perampasan Aset Belum Masuk Prolegnas Prioritas 2022

“Saat ini, belum masuk prioritas,” kata anggota Badan Legislatif DPR Christina Aryani saat dihubungi, Senin (7/3).

Harga Batu Bara Dunia Melesat, Pemerintah Diminta Perketat DMO
Indonesia
Harga Batu Bara Dunia Melesat, Pemerintah Diminta Perketat DMO

"Hal ini kurang adil dan mendorong pengusaha untuk memilih tidak melakukan kontrak dengan PLN," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI ini dalam keterangan tertulis, Kamis (4/8).

NasDem Tegaskan Belum Berkoalisi dengan Partai Manapun
Indonesia
NasDem Tegaskan Belum Berkoalisi dengan Partai Manapun

Surya Paloh juga menegaskan NasDem belum resmi berkoalisi dengan partai manapun untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang, melainkan hanya pertemuan biasa atau sekedar tukar pendapat.