5 Ribu Tentara Dikerahkan Amankan Demo Buruh di Istana Negara dan DPR Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana memantau demo buruh di Istana Negara (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - 5 Ribu Aparat TNI dikerahkan mengamankan aksi demo buruh di Istana Negara. Mereka menggunakan pentungan dan tameng untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan dari massa buruh.

"Iya 5 ribu personel ini dari Brigif 1 Kodam Jaya," kata Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana kepada Merahputih.com di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).

Baca Juga: Massa Buruh Geruduk Istana Minta Revisi UU Ketenagakerjaan Dibatalkan

Penempatan personel TNI bukan hanya dilakukan di Istana Negara tapi juga ditempatkan di Patung Kuda dan Gedung DPR/MPR. "Karena disana juga berlangsung aksi buruh," jelas Wahyu.

Massa buruh dari berbagai serikat pekerja berdemo di depan Istana Negara. Mereka menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Para buruh berkumpul di bawah mobil komando. Massa tampak membawa bendera merah-putih dan bendera SP LEM SPSI.

Massa juga membawa spanduk yang berisi penolakan terhadap Revisi UU 13 Tahun 2003. Buruh menilai revisi tersebut merugikan dan menyengsarakan.

Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana memantau demo buruh di Istana Negara (MP/Kanugraha)

"Apindo mengatakan begini kepada Bapak Presiden, katanya Pak Presiden buruh yang bergabung di serikat pekerja hanya ada 2 juta orang. Jadi jangan takut kalau Pak Presiden merivisi, kata Apinda kita hanya 2 juta orang," kata seorang orator di mobil komando.

Sang orator menyebutkan aksi ini untuk memperjuangkan 51 juta buruh di Indonesia.

"Hari ini kita bersatu di sini memang hanya 50.000, ini awal kawan-kawan. Apindo minta apa yang kita perjuangkan bukan hanya 2 juta orang, yang kita perjuangkan 51 juta buruh formal yang masih bekerja," ujar orator.

Baca Juga: Tak Dilibatkan Bahas Revisi UU Ketenagakerjaan, Ribuan Buruh Geruduk Istana Negara

Orator tersebut mengatakan ada yang ingin merevisi UU No 13 Tahun 2013. Massa buruh menolak atas revisi Undang-Undang tersebut.

"Kita buktikan siap kita buktikan? Bahwa kita berjuang untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh, untuk 51 juta orang, ditambah anak dan keluarganya. Ada 70 juta orang yang dilindungi UU No 13, sekarang No 13 itu mau diacak, saudara-saudara. Pesangon mau dihapuskan, mau dikurangi, kurang ajar," tegas orator. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH