5 Perempuan yang Mampu Menjadi CEO Perusahaan Ternama CEO bisa diraih oleh pria atau perempuan (Foto: Pixabay/geralt).

DI zaman yang sudah berkembang ini, jenis kelamin sebagai penghalang untuk menentukan pekerjaan tidak berlaku lagi. Banyak perempuan yang memimpin perusahaan raksasa yang dulunya didominasi kaum Adam. Salah satunya bidang yaitu teknologi.

Penelitian dari Accenture, perusahaan global management consulting, servis teknologi, dan outsourcing menyatakan bahwa jumlah chief operating officer (CEO) perempuan di Indonesia tahun 2030 akan meningkat pesat.

Penelitian ini melibatkan 3.300 responden dari 30 negara, salah satunya Indonesia dengan 100 responden. Hasil menunjukkan 7 dari 10 responden (79% Indonesia, 71% di global) yakin bahwa jumlah perempuan yang memiliki jabatan tersebut akan meningkat pesat pada 2030.

Berikut 5 perempuan yang sukses menjadi CEO di bidang teknologi.

Baca juga:

4 Inspirasi Rambut Pendek yang Jadi Tren di 2020

1. Veronika Linardi, CEO Qerja

Veronika Linardi, CEO Qerja.com (Foto: Twitter/intan_in2you).
Veronika Linardi, CEO Qerja.com (Foto: Twitter/intan_in2you).

Veronika Linardi adalah salah satu pendiri sekaligus CEO Qerja yang dibangun pada 2014. Qerja adalah sebuah situs yang memungkinkan pencari kerja dan karyawan berbagi wawasan tentang pekerjaan dan gaji saat ini secara anonim.

Dilansir dari laman idntimes, sebelumnya Linardi tidak memiliki banyak pengalaman dalam dunia bisnis teknologi, tetapi ia bertekad untuk membangun sebuah platform yang lengkap (one stop career platform) tentang dunia karier dan pengembangan diri yang bisa ditemukan di Qerja.com.

Sebelum Qerja, Linardi juga mendirikan Jobs.id dan memimpin perusahaan rekrutmen sendiri yakni Linardi Associates sejak 2006. Kerena telah berpengalaman menjadi HR di kedua perusahaan ini, hal tersebut membuat Linardi berani mendirikan Qerja.com.


2. Dian Siswarini, CEO XL Axiata

CEO PT XL Axiata Tbk (XL), Dian Siswarini (Foto: Instagram/jorongpos).
CEO PT XL Axiata Tbk (XL), Dian Siswarini (Foto: Instagram/jorongpos).

Dian Siswarini dinobatkan menjadi CEO PT XL Axiata pada 2015. Sebelumnya, Siswarini adalah perempuan lulusan teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1991, dan dia mengawali kariernya di PT XL Axiata pada 1996 sebagai Radio Engineer.

Karena latar belakang pendidikan yang dimilikinya, Siswarini lebih banyak berurusan kerja di lapangan dibanding duduk di kantornya. Bahkan dia pernah memanjat menara BTS (Base Transceiver Station) untuk melakukan perbaikan teknis secara langsung. Hal tersebut dijelaskan Siswarini bahwa pekerjaan itu tidak hanya untuk laki-laki, tetapi perempuan juga kompeten untuk melakukannya.

Dilansir dari laman ilovelife.co.id, dalam masa kepemimpinannya, pengguna XL tercatat sebanyak 41,5 juta. Selain itu, XL berhasil menerima laba bersih selama 9 bulan pertama di 2016 dibandingkan dengan rugi bersih tahun sebelumnya.

Baca juga:

Kece dan Elegan, 4 Inspirasi Fesyen Buat Perempuan 'Hype'


3. Atiek Nur Wahyuni, CEO Trans Media Group

Dari lulusan Trisakti hingga CEO Trans Media Group (Foto: Instagram/atieknw).
Dari lulusan Trisakti hingga CEO Trans Media Group (Foto: Instagram/atieknw).


Sebelum menjabat sebagai CEO Trans Media Group, Wahyuni adalah lulusan bidang manajemen dari Universitas Trisakti pada 1998.

Dilansir dari laman obsessionnews.com, ibu berambut tebal ini mengawali karier dari jenjang bawah yakni sebagai account executive di PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) hingga tahun 1992. Wahyuni terus mengalami peningkatan jabatan di sana hingga kemudian dia bergabung di Trans TV pada 2000.

Pada tahun 2000, Wahyuni menjabat sebagai kepala divisi sales & marketing di Trans TV. Performa kerja yang berkembang membuat dia terus mengalami peningkatan jabatan hingga menjadi CEO saat ini.

Akibat hasil kerja kerasnya di bidang teknologi, Wahyuni dinobatkan sebagai perempuan berpengaruh hingga meraih beberapa penghargaan seperti Most Admired CEO in Television Sector 2017, Perempuan Bintang Awards 2018, dan Most Impactful Women Leaders 2019.


4. Leonika Sari, CEO Reblood

CEO Reblood, aplikasi donor darah (Foto: Instagram/leonikasari).
CEO Reblood, aplikasi donor darah (Foto: Instagram/leonikasari).


Kamu yang ingin mendonorkan darah tapi bingung di mana itu diselenggarakan. Kini kamu terselamatkan oleh aplikasi Reblood ini. Reblood adalah aplikasi khusus yang menyediakan pelbagai informasi tentang donor darah, dan Leonika Sari merupakan salah saru orang di balik aplikasi tersebut.

Perempuan berbakat asal Surabaya yang merupakan Co-Founder sekaligus CEO Reblood ini berharap aplikasi Reblood membantu meningkatkan jumlah pendonor, juga membantu permasalahan di berbagai daerah Indonesia yang mengalami kekurangan kantong darah. Karena bisnisnya yang mengutamakan nilai-nilai sosial, Sari masuk dalam daftar Forbes "30 Under 30" tahun 2016.


5. Svida Alisjahbana, CEO Femina Group

Svida Alisjahbana (pojok kanan) bersama laurent delahousse (pria) (Foto: Insrtagram/svidss).
Svida Alisjahbana (pojok kanan) bersama laurent delahousse (pria) (Foto: Insrtagram/svidss).

Berambut pendek, asik, enerjik, dan kacamata yang jarang lepas dari kedua matanya merupakan ciri khas dari seorang CEO Femina Group, Svida Alisjahbana. Femina Group merupakan salah satu media nasional terbesar di Indonesia yang menyuarakan perempuan.

Alisjahbana mulai bergabung ke Femina Group pada awal 2001, dan diberi kepercayaan menjadi CEO pada 2007 setelah kerja kerasnya seperti membenahi pelbagai infrastruktur penunjang bisnis.

Nah, mulai sekarang tidak lagi mustahil dalam menentukan pekerjaan untuk kamu para perempuan, mungkin kamu bisa mengikuti jejak para CEO di atas untuk memimpin perusahaan yang kamu jalani. (Arb)

Baca juga:

Kece dan Elegan, 4 Inspirasi Fesyen Buat Perempuan 'Hype'


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani