5 Pecinan Paling Populer di Indonesia Chinatown Bandung (Sumber: Instagram/photoby_lie)

TIONGKOK adalah salah satu etnis terbesar di dunia. Etnis ini kemudian tersebar ke beberapa negara. Namun karena unsur politis, mereka dikelompokan menjadi satu dan dibuatkan perkampungannya sendiri. Begitupun yang terjadi di Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan yang dikenal sebagai chinatown atau pecinan ini bertransformasi menjadi salah satu tujuan wisata. Nah, mumpung menjelang Imlek, kali ini merahputih.com akan menunjukan beberapa kawasan pecinan di Indonesia yang cukup terkenal.

1. Glodok - Jakarta

Suasana Wihara Petak Sembilan saat pengunjung melakukan sembahyang merayakan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 (MP/Asropih)
Suasana Wihara Petak Sembilan saat pengunjung melakukan sembahyang merayakan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 (MP/Asropih)

Glodok memang terkenal sebagai tempat penjualan barang-barang elektronik dengan harga miring. Tapi dibalik itu, Glodok juga menjadi salah satu pecinan terkenal di Indonesia. Agar bisa melihat suasana pecinan Glodok yang sebenarnya, kamu harus sedikit masuk ke dalam melewati jalan-jalan di samping Jalan Gajah Mada.

Salah satu bangunan bersejarah di sana adalah Vihara Jin De Yuan atau sering disebut Vihara Dharma Bhakti. Konon, vihara ini pertama kali dibangun tahun 1650 dengan nama Kwan Im Teng. Kemudian nama itu diserap ke bahasa Indonesia menjadi Kelenteng. Di samping vihara terdapat sebuah pasar kecil yang rata-rata penjualnya keturunan Tionghoa.

2. Pecinan Singkawang - Kalimantan Barat

Pecinan Singkawang (Sumber: Instagram/lenvia25)
Pecinan Singkawang (Sumber: Instagram/lenvia25)

Pecinan Singkawang adalah salah satu pecinan terbesar di Indonesia. Bahkan saking besarnya, Singkawang dikenal sebagai kota seribu kelenteng. Banyaknya vihara dan cetiya itu juga tak lepas dari jumlah populasi masyarakat keturunan Tionghoa. Dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2011, 42 persen penduduk Singkawang adalah Tionghoa.

Karena populasinya yang besar, maka tak heran kalau Singkawang menarik perhatian dunia. Terlebih ketika acara perayaan Cap Go Meh, beberapa hari setelah Imlek. Jika kamu ingin belanja kuliner khas Tionghoa terdapat sebuah pasar khusus bernama pasar Hongkong.

3. Kya Kya - Jawa Timur

Kya Kya (Sumber: Instagram/huang91)
Kya Kya (Sumber: Instagram/huang91)

Ada beberapa kawasan pecinan di Surabaya dan yang paling terkenal adalah Kya Kya. Berada di Jalan Kembang Jepun, berjejer kios-kios yang menjual berbagai macam makanan Tionghoa atau makanan khas Surabaya. Kya Kya memang dikenal sebagai tempat berburu makanan Tionghoa di Surabaya.

Kya Kya sendiri merupakan salah satu dialek Tionghoa yang artinya jalan-jalan. Jika ingin berkunjuk ke rumah ibadahnya, kamu bisa berkunjung kompleks kelenteng seperti Boen Bio dan Jok An Kiong. Terdapat pula bangunan asli dari para pendatang Tiongkok yang dipertahankan hingga sekarang.

4. Pecinan Kota Lama Semarang - Jawa Tengah

Kota Lama Semarang. (Foto: instagram.com/nofita_listiyani)
Kota Lama Semarang. (Foto: instagram.com/nofita_listiyani)

Bagi kamu yang sedang berada di Semarang, sepertinya tak lengkap kalau tidak mengunjungi kawasan pecinan Kota Lama Semarang. Bagi pencinta kuliner, di tempat ini terdapat sebuah pasar yang menjadi salah satu streetfood terbaik di Indonesia.

Pecinan Kota Lama Semarang sendiri terbentang dari jalan Benteng, Gajah Mada, MT Haryono, Jagalan dan kawasan di dekat Simpang Lima Semarang. Kota Semarang sendiri memiliki 11 kelenteng dan 10 dari jumlah tersebut ada di kawasan Pecinan Kota Lama Semarang.

5. Chinatown Bandung - Jawa Barat

Salah satu bangunan di Chinatown Bandung (Foto: Instagram/malikarif96)
Salah satu bangunan di Chinatown Bandung (Foto: Instagram/malikarif96)

Berbeda dengan chinatown yang ada di daerah lain, Chinatown Bandung baru diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2017. Sebelumnya tempat seluas 3 ribu hektar itu hanyalah kampung biasa yang dihuni oleh warga Tionghoa. Kawasan ini disulap sedemikian rupa sehingga menjadi salah satu tempat nongkrong paling asik di Bandung.

Dekorasi dari kampung ini benar-benar dirombak agar memiliki suasana negeri Tirai Bambu. Agar lebih menarik konsep yang dibuat seperti chinatown zaman dulu, termasuk tempat makan dan segala ornamennya. Ada juga sebuah kelenteng yang berdiri kokoh selama 130 tahun.


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH