5 Latihan "Kejam" dan Mengerikan Ala Pasukan Elite TNI, Bikin Bangga Pasukan Kopassus TNI AD mengikuti geladi upacara Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (3/10). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

MerahPutih.com - Kehebatan Pasukan elite TNI memang kerap menjadi sorotan dunia. Namun, untuk menjadi prajurit pasukan khusus tidaklah mudah. Mereka harus menjalani latihan yang benar-benar gila dan dianggap mengerikan oleh banyak pihak. Bahkan, latihan dan pendidikan yang dilalui para prajurit pasukan elit ini "sangat dekat dengan nyawa".

Sejatinya sangat banyak jenis latihan-latihan mengerikan yang harus dijalani para prajurit pasukan elite TNI.

Berikut rangkuman 5 latihan mengerikan prajurit pasukan elit TNI yang disebut-sebut gila dan mengerikan:


1. Survival dan Siksaan Ala Kopassus

Kopassus
Koppasus (Rizki Fitrianto/MP)

Salah satu pasukan elite TNI yang disegani dunia adalah Kopassus. Korps baret merah ini memiliki standart latihan yang sangat tinggi dan bisa dianggap mengerikan. Hal itu pernah dituliskan Mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo yang pernah menjalani latihan Komando Kopassus dalam buku Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan (2014).

Salah satu yang diulas adalah pelatihan survival para calon prajurit komando. Menurutnya, calon Kopassus harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan. Prajurit-prajurit itu harus bisa membedakan tumbuhan yang beracun dan tumbuhan yang bisa dimakan. Mereka juga harus mampu berburu binatang liar hanya untuk sekadar bertahan hidup.

Nah, tahap latihan hutan gunung diakhiri dengan long march dari Situ Lembang ke Cilacap. Sesampainya di Cilacap, latihan super berat sudah menanti mereka. Latihan terberat sudah menanti saat sampai di Cilacap. “Latihan di Nusakambangan merupakan latihan tahap akhir," tulis Pramono.

Ada latihan itu mmasuk pada tahap hellweek alias minggu neraka. Nah, yang dianggap terberat adalah materi latihan ‘pelolosan’ dan ‘kamp tawanan’. Dalam latihan itu para calon prajurit komando dilepas di pagi hari tanpa bekal. Mereka diminta untuk tiba di titik yang sudah ditentukan paling lambat pukul 10.00 malam. Selama pelolosan prajurit calon Kopassua harus menghindari segala macam rintangan alam maupun tembakan dari musuh yang mengejar.

Jika ada prajurit yang tertangkap, maka itu berarti neraka. Sebab, dia akan diinterogasi layaknya dalam perang. Para instruktur yang berperan sebagai musuh bakal menyiksa prajurit untuk mendapatkan informasi. Nah, prajurit harus mampu mengatasi penderitaan. Meski disiksa seberat apapun, mereka tidak boleh membocorkan informasi.

Bagi prahurit yang tidak tertangkap, mereka juga harus kembali ke kamp untuk menjalani siksaan. Selama tiga hari mereka menjalani latihan di kamp tawanan. Disana mereka disiksa secara fisik yang nyaris mendekati daya tahan manusia. “Dalam Konvensi Jenewa, tawanan perang dilarang disiksa, namun para calon prajurit Komando itu dilatih untuk menghadapi hal terburuk di medan operasi. Jadi, prajurit komando diperlakukan tidak manusiawi oleh musuh yang melanggar konvensi Jenewa, mereka sudah siap menghadapinya,” tulis Pramono Edhie.

2. Dopper

Salah satu media di Inggris DailyMail pernah memuat laporan tentang kegilaan latihan pasukan elite Indonesia. Dalam berita berjudul: Watch a terrifying training drill in Indonesia as troops narrowly avoid LIVE FIRE from assault rifles while crawling through mud, media asing tersebut seolah heran dengan latihan gila yang dilakukan pasukan elite Indonesia.

"Peluru-peluru itu bisa terlihat sangat mencolok di dekat para tentara saat mereka merangkak melintasi lumpur dengan seragam yang nyaris tak terlihat," tulis DailyMail.

Dalam artikel tersebut, DailyMail memang mengulas video yang memperlihatkan latihan TNI. Video tersebut, memperlihatkan enam orang prajurit yang sedang dilatih diperintah untuk merayap maju di dalam lumpur dalam tiga barisan. Beberapa orang instruktur tampak berdiri di atas menara sambil menenteng senapan serbu. Sejurus kemudian, kedua instruktur itu memberondong sekeliling kanan dan kiri keenam prajurit yang sedang merayap.

"Peserta dopper saya ingatkan kembali anggota badanmu jangan liar! Jangan liar!” teriak salah satu instruktur sebelum para prajurit itu merangkak.

BACA JUGA: 5 Latihan "Gila" dan Mengerikan Ala Pasukan Elite TNI, Jadi Sorotan Negara Lain

Setelah berteriak “Komando” keenam prajurit itu langsung merayap. Dalam sekejap, peluru-peluru tajam lantas menghujani sekeliling prajurit-prajurit yang sedang dilatih. Mengerikan!

Di kalangan TNI, latihan yang sangat berbahaya ini disebut dengan latihan dopper. Bahkan menurut penuturan anggota TNI yang pernah berlatih bersama pasukan luar negeri, tentara asing begitu ketakutan dan tak mau melakukan dopper.

3. Renang dengan tangan kaki terikat

Kopaska
Prajurit Pasukan Elite TNI AL saat berlatih dengan kaki dan tangan terikat. (ist)

Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib) merupakan satuan elit dalam Korps Marinir TNI AL. Dahulu, satuan ini bernama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi). Tak semua prahurit Marinir bisa tergabung dalam Yon Taifib. Untuk bisa menjadi anggota Yon Taifib, mereka harus diseleksi sesuai dengan persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun.

Seperti dilansir Seperti infohistoria dalam tnial.mil.id, metode pelatihan Yon Taifib dibagi dalam beberapa tahap. Misalnya medan darat, udara, laut dan bawah air. Pendidikan Yon Taifib dilakukan selama 9 bulan dan bertempat di Pusdiksus Kodikmar. Yang kemudian dilanjutkan ke Pusat Pedidikan Pertempuran (Puslatpur) Marinir di Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur.

Selain di Karang Tekok, Korps Marinir juga mempunyai Puslatpur di Puroboyo, Batur Malang; Asem Bagus, Situbondo; Banongan, Situbondo; Jampang Tengah, Sukabumi; Baluran, Banyuwangi; dan Selogiri, Banyuwangi.

BACA JUGA: Berkat 5 Aksi "Gila" Ini, Pasukan Elite TNI Disegani Dunia

Nah, sedangkan latihan-latihan yang harus mereka jalani adalah selam kedalaman, selam tempur, infiltrasi bawah air, selam SAR, pengintaian hidografi. Bahkan untuk materi menembus gelombang, para siswa Yon Taifib harus menaklukkan pantai selatan Jawa yang dikenal dengan gelombang yang rata-rata tingginya lebih dari 10 meter.

Berenang jarak jauh merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan siswa Yon Taifib. Mereka harus bisa menyebrangi teluk Poncomoyo sejauh sekitar 12 kilometer. Di sana, par siswa dihadapkan pada kondisi laut yang mempunyai arus kuat dan gelombang yang tinggi serta jarak jauh dengan batas waktu yang ditentukan.

Salah satu latihan yang dikenal mengerikan adalah para personel Yon Taifib diminta untuk berenang dengan tangan dan kaki terikat. Selain Yon Taifib, pasukan elite TNI AL lainnya, Kopaska, juga terlatih berenang dengan tangan dan kaki terikat.


4. Makan Ular

TNI makan ular
Prajurit TNI saat atraksi makan ular. (armytimes)

Ada yang begitu menyita perhatian dalam kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis ke Mabes TNI di Cilangkap, Rabu (24/1) lalu. Dalam kunjungannya tersebut. Jim Mattis disuguhi atraksi yang tidak biasa oleh prajurit Kopassus: Makan Ular!

Mattis begitu terpukau dengan aksi yang dilakukan para prajurit Kopassus. Mattis yang didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan pujian kepada prajurit Kopassus yang sudah menampilkan atraksi itu. Apalagi saat mereka meminum darah ular. Bahkan keheranan Mattis menjadi pemberitaan di media asing. Salah satunya Reuters. “Cara mereka menaklukkan ular sangat cepat," kata James Mattis seperti dilansir Reuters.

Sejatinya, tak hanya Kopassus yang lihai memakan dan meminum darah ular. Hampir semua kesatuan di TNI juga terlatih untuk memakan ular. Apalagi, dalam pelatihan survival, mereka biasanya diajarkan untuk memakan ular, guna mempertahankan hidup.


5. Hellweek ala Kopaska

Kopaska
Latihan Kopaska TNI AL (Buku Spesialis Pertempuran Laut Khusus)

Komando Pasukan Katak (Kopaskan) adalah pasukan elite atau khusus dalam TNI AL. Kopaska secara resmi didirikan pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Soekarno untuk ditugaskn dalam masalah Irian Jaya. Pasukan ini sejatinya sudah ada sejak 1954. Perekrutan Kopaska biasanya diadan setahun sekali. Hanya personel TNI AL non-Marinir yang boleh mendaftar.

Nah, salah satu latihan Kopaska yang terkenal adalah Hellweek atau minggu neraka. Hellweek dilakukan di akhir fase pertama latihan pendidikan Kopaska. Bagi siswa calon Paska, Hellweek begitu mengerikan. Dalam buku Spesialis Pertempuran Laut Khusus, setiap calon Paska tak pernah tahu kapan rangkaian Hellweek akan dimulai. Bisa saja tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap.

Tiba-tiba mereka bisa dibangunkan untuk mengarungi lautan di gelapnya malam. Atau mungkin saat terlelap baru 10 menit mereka langsung disuruh untuk halang rintang, push up dan pull up. "Atau mungkin digebuki oleh instruktur dan pelatih untuk melatih mental," tulis infohistoria TNI AL. Tak hanya itu, kadang di tengah "siksaan" mereka juga diminta untuk mengerjakan evaluasi materi yang diperoleh di dalam kelas.

Nah, biasanya, hari hellweek dibuka dengan ritual melahap nasi komando bersama. Nasi komando merupakan hasil adukan dari nasi, lauk pauk, telur mentah, minyak ikan dan terasi. Makanan tersebut ditaruh dalam satu tempat. Kemdian siswa Paska diminta untuk makan nasi komando secara bergiliran. Jika ada yang muntah di tempat itu, maka yang berikutnya tetap harus memakan nasi komando itu hingga habis.

Sebagai pelepas dahaga, minuman yang diberikan adalah jamu brotowali. Jamu ini memang menyehatkan, tapi mungkin merupakan minuman paling pahit di dunia. Setiap hari porsi tekanan terus ditambah hingga benar-benar memaksa seseorang untuk bertahan di titik maksimal. (*)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH