5 Kain Tradisional Indonesia yang Sudah Mendunia 5 kain tradisional indonesia yang sudah mendunia. (Foto: pexels.com/andrea piacquadio)

BICARA mengenai budaya Indonesia yang kaya, salah satunya ialah kain tradisional. Hampir di setiap daerah memiliki kain tradisionalnya sendiri, dan beberapa di antaranya sangat terkenal dan mendunia. Banyak wisatawan mancanegara memburu kain-kain tersebut untuk dijadikan cinderamata.

Nah, berikut ini kain-kain tradisional Indonesia yang mendunia.

Baca juga:

Warga Sumba Anggap Tenun Adalah Ibadah

1. Songket Minangkabau

Songket Minangkabau (Foto: Instagram/songket.padang)
Songket Minangkabau (Foto: Instagram/songket.padang)

Soket adalah salah satu kain yang tak terpisahkan dari Suku Minang. Hingga saat ini, kain songket masih dikenakan untuk berbagai upacara adat, seperti Batagak Pangulu (Pengangkatan Pemimpin Adat), maupun ragam prosesi dalam upacara pernikahan.

Kain ini mempunyai sejarah cukup panjang. Songket awalnya berasal dari kerajaan Sriwijaya yang kemudian dikembangkan di Kerajaan Melayu, hingga akhirnya masuk ke tanah Minang.

Dahulu Songket tercipta sebagai alat ekspresi. Karena jaman dahulu orang Minang tidak bisa menulis, sehingga mereka mengekspresikan perasaan ke dalam sehelai songket. Hal itu yang membuat kain songket mempunyai makna yang berbeda-beda.

Motif songket berbagai macam ruma mulai dari Bungo Malur, Kudo-Kudo, Kain Balapak Gadang, Pucuak Ranggo Patai, Pucuak Jawa, Pucuak Kelapa, dan masih banyak lagi. Paling terkenalnya ialah motif Kaluak Paku dan Pucuak Rabuang.

2. Lurik Yogyakarta

Lurik Yogyakarta (Foto: Instagram/pendi lurik)
Lurik Yogyakarta (Foto: Instagram/pendi lurik)

Selain batik, ada Lurik Jogjakarta. Kain tenun dengan motif garis-garis yang indah ini cocok untuk dibuat menjadi berbagai macam pakaian. Kain tradisional dari Jogja tersebut biasanya dibuat dari serat kapas, serat kayu, serat sutera, atau serat sintetis.

Dalam membuat Lurik Jogjakarta, biasanya menggunakan alat tenun mesin yang digerakan oleh manusia. Di mana pengrajin akan memintal serat dengan tangannya. Kain ini digunakan pada saat upacara adat seperti mitoni dan labuhan.

Baca juga:

Batik Gorga, Kebanggaan Orang Batak

3. Sasirangan Banjar

Sasirangan Banjar (Foto: Instagram/skp sasirangan)
Sasirangan Banjar (Foto: Instagram/skp sasirangan)

Suku Banjar di Kalimantan Selatan juga memiliki kain adat sendiri yang disebut kain Sasirangan. Sejarahnya kain ini sudah ada sejak sejak abad ke 12. Menurut cerita dari penduduk setempat, kain Sasirangan merupakan karya dari Patih Lambung Mangkurat setelah ia bertapa di atas rakit Balarut Banyu selama 40 hari 40 malam. Banyak masyarakat yang percaya bahwa kain ini memiliki kekuatan magis yang dapat digunakan untuk mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat.

Selain itu, kain Sasirangan juga memiliki teknik serta motif yang khas. Motif kain ini dibuat dengan teknik jelujur atau garis vertikal memanjang dari atas ke bawah. Ada tiga jenis motif utama yang dikenal masyarakat dalam membuat kain Sasirangan antara lain motif lajur, motif ceplok, dan motif variasi.

4. Tenun Lombok

Tenun Lombok (Foto: Instagram/tenun tukatuku weaving)
Tenun Lombok (Foto: Instagram/tenun tukatuku weaving)

Selanjutnya ada Tenun lombok yang sangat populer. Kain ini banyak dicari dan dikagumi oleh para kolektor dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Kain yang proses pembuatannya bisa sampai puluhan hari ini memang sangat istimewa dan memiliki nilai estetik. Keindahan itu dihasilkan dari keuletan para perempuan yang menenun dengan cara yang masih tradisional, serta penggunaan kapas dan pewarna yang juga masih alami.

5. Endek Bali

Endek Bali (Foto: Instagram/ayuwindy tenunikat)
Endek Bali (Foto: Instagram/ayuwindy tenunikat)

Selain terkenal dengan alamnya yang sangat indah. Ada Kain tenun yang sempat ramai diperbincangkan sebab masuk koleksi Spring/Summer 2021 rumah mode ternama dunia, Dior. Sejarahnya, kain Endek Bali mulai berkembang sejak tahun 1985 pada pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Gelgel Klungkung, Bali. Nama Endek berasal dari “endek” atau “ngendek” yang berarti diam atau tetap dan tidak berubah warnanya.

Kain tenun Endek juga punya motif yang beragam. Setiap motifnya punya maknanya masing-masing. Motif patra dan encak saji misalnya, kedua motif tersebut bersifat sakral dan hanya digunakan pada saat upacara keagamaan. Lalu motif kain Endek lainnya, seperti flora, fauna, tokoh pewayangan, dan motif geometris biasa dikenakan untuk kegiatan sosial atau menjalani kehidupan sehari-hari. (Jhn)

Baca juga:

5 Kerajinan Tangan Legendaris dari Banten

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Stigma Jadi Penghalang Orang untuk Datang ke Psikolog
Fun
Stigma Jadi Penghalang Orang untuk Datang ke Psikolog

Banyak yang berpikir pergi ke psikolog saat memiliki masalah besar saja.

5 Kiat Membuat Wajah Tampak Flawless
Fashion
5 Kiat Membuat Wajah Tampak Flawless

Sederhana, beberapa cara ini bisa kamu terapkan di rumah.

OG Juara 'ESL One Dota 2 Stockholm Major' Setelah Mengalahkan TSM FTX
Fun
OG Juara 'ESL One Dota 2 Stockholm Major' Setelah Mengalahkan TSM FTX

Pertandingan antara OG dan TSM FTX di babak final berlangsung sengit.

Kolaborasi Hanin Dhiya dan Ahmad Dhani Dalam Lagu Dewa 19
ShowBiz
Kolaborasi Hanin Dhiya dan Ahmad Dhani Dalam Lagu Dewa 19

Kolaborasi Hanin Dhiya dan Ahmad Dhani

4 Zodiak ini Sangat Menyebalkan
Fun
4 Zodiak ini Sangat Menyebalkan

Keempat zodiak ini memang sangat menjengkelkan.

Kamboja Jadi Penyelenggara SEA Games 2023, ini Fakta Uniknya
Travel
Kamboja Jadi Penyelenggara SEA Games 2023, ini Fakta Uniknya

Serangga jadi kuliner favorit di Kamboja.

Rayakan Halloween dengan Dimsum Spesial dari Royal Eight JHL Solitaire Gading Serpong
Fun
Lagi Digarap, Live-Action Pac-Man
Fun
Lagi Digarap, Live-Action Pac-Man

Justin Bladoni untuk berperan dalam film ini.

Tanda Bahaya Mata Kedutan
Hiburan & Gaya Hidup
Tanda Bahaya Mata Kedutan

Kejang mata bisa amat menggagnggu dan menjengkelkan.

Ford Bronco Raptor Muncul di Update Rocket League
Hiburan & Gaya Hidup
Ford Bronco Raptor Muncul di Update Rocket League

Sudah bisa dibeli dengan paket bundle.