5 Jenis Aset Kripto Paling Banyak Diminati Investor Indonesia Ada berbagai jenis aset kripto yang populer. (Foto: Unsplash/Zoltan Tasi)

INDUSTRI aset kripto terus mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah investor kripto dan nilai transaksi dari waktu ke waktu. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto mengeluarkan data transaksi terbaru dari industri yang baru tumbuh ini.

Dari data yang dirilis Kemendag, disebutkan jumlah nasabah aset kripto telah mencapai 14,1 juta pada Mei lalu. Sementara itu, investor saham tercatat hanya 8,86 juta.

Baca juga:

Gudang Kripto Indonesia Siap Sambut Investor Pemula

5 Jenis Aset Kripto Paling Banyak Diminati Investor Indonesia
Aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa. (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Selain itu, aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa. Per 2020, nilai transaksi aset kripto sebesar Rp64,9 triliun. Satu tahun kemudian, per Desember 2021, angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp859,4 triliun. Selama periode Januari hingga Mei 2022, tercatat sudah mencapai Rp192 triliun.

Ada hal menarik yang disebut dari data tersebut, bahwa ada lima jenis aset kripto teratas yang memiliki nilai transaksi tertinggi, yaitu Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Dogecoin (Rp6,8 triliun), dan Terra (Rp6 triliun).

Tether (USDT) adalah aset kripto stablecoin yang dipatok ke dolar AS yang dibuat untuk menstabilkan nilai tukar dalam transaksi aset digital. Sejak kemunculannya, stablecoin telah memainkan peran yang sangat penting di pasar.

Tidak seperti aset kripto tradisional yakni Bitcoin dan Ethereum, yang nilai moneternya dapat berfluktuasi secara luas, stablecoin USDT dirancang untuk mempertahankan harga konstan USD 1 (sekitar Rp14,975) dan didukung oleh cadangan dana yang besar atau rekayasa keuangan lainnya.

VP Growth Tokocrypto Cenmi Mulyanto, mengatakan laporan yang dikeluarkan oleh Kemendag sejalan dengan transaksi yang terjadi di Tokocrypto. Ia mengungkap bahwa tiga jenis aset kripto teratas yang ditransaksinya di platfrom Tokocrypto adalah USDT, ETH dan BTC.

Baca juga:

Tips Investasi Kripto untuk Pemula

5 Jenis Aset Kripto Paling Banyak Diminati Investor Indonesia
Selama pasar naik, Bitcoin biasanya akan jauh mengungguli stablecoin. (Foto: Unsplash/Dylan Calluy)

"Laporan transaksi aset kripto yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan untuk bulan Mei 2022, sejalan dengan situasi di Tokocrypto. Di platform kami tiga jenis aset kripto yang paling banyak di-trading adalah USDT, Ethereum dan Bitcoin. Untuk volume trading masing- masing belum bisa kami ungkap," kata Cenmi, dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com, Jumat (1/7).

Mengutip laman CoinGecko, USD Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) adalah dua stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar sejauh ini, masing-masing mencapai USD 66 miliar (sekitar Rp988 triliun) dan USD 55 miliar (sekitar Rp823 triliun) pada 1 Juli 2022. Cenmi memberikan alasan mengapa volume trading Tether mengalami lonjakan ketika kripto sedang bear market.

Menurut Cenmi, secara teori, nilai Tether seharusnya lebih konsisten daripada aset lainnya dan disukai oleh investor yang waspada terhadap volatilitas ekstrim dari koin lain. Selama pasar naik, Bitcoin biasanya akan jauh mengungguli stablecoin. Namun, selama tekanan pasar, stablecoin menawarkan perlindungan dari volatilitas.

"Aset kripto tradisional berada di bear market, karena meningkatnya inflasi dan ancaman kenaikan suku bunga dari The Fed. Akibatnya, sulit untuk menemukan peluang untuk menghasilkan hasil keuntungan. Stablecoin mewakili satu-satunya tempat berlindung yang tersisa yang menawarkan pengembalian yang mengalahkan inflasi," jelasnya.

Di samping itu, Bappebti mencatat lima calon pedagang fisik aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada Januari-Mei 2022, yaitu Tokocrypto, Indodax, Pintu, Rekeningku dan Zipmex. Cenmi mengatakan Tokocrypto masih memiliki daily trading volume yang terus tumbuh walaupun saat bear market.

"Dalam situasi bear market saat ini, daily trading volume harus diakui terjadi penurunan dari segi daily trading volume dari sebelumnya pada saat normal bisa mencapai USD 50-70 juta (Rp747 miliar-Rp1 Triliun), kini jadi USD 15-20 juta (RP224 miliar-Rp298 miliar)," tutup Cenmi. (and)

Baca juga:

Mengintip Pasar Aset Kripto di Sepanjang Tahun 2021

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mengenal Morpheus 8, Teknologi Canggih untuk Wujudkan Kulit Wajah Kencang
Fun
Mengenal Morpheus 8, Teknologi Canggih untuk Wujudkan Kulit Wajah Kencang

Morpheus 8 menggunakan metode penghantaran energi panas dan radio frekuensi.

Relationship Goals yang Enggak Boleh Ditunda Demi Hubungan Sehat nan Romantis
Fun
Relationship Goals yang Enggak Boleh Ditunda Demi Hubungan Sehat nan Romantis

Hal yang perlu dilakukan supaya hubungan asmara positif.

CEO Ubisoft Relakan Potong Gaji hingga Rp4,8 milyar Imbas Masalah Finansial
Fun
CEO Ubisoft Relakan Potong Gaji hingga Rp4,8 milyar Imbas Masalah Finansial

Penjualan dan nilai saham menurun, membuat Ubisoft kesulitan.

Daftar Hajatan di Jawa Timur Sepanjang 2022 Bikin Wisatamu Makin Bermakna
Indonesiaku
Daftar Hajatan di Jawa Timur Sepanjang 2022 Bikin Wisatamu Makin Bermakna

Hajatan di Jawa Timur cocok untuk dijadikan sebagai hiburan.

5 Museum dan Galeri di Jakarta yang Instagramable dan Kece Parah
Fun
5 Museum dan Galeri di Jakarta yang Instagramable dan Kece Parah

Destinasi wisata di Jakarta yang sangat kekinian.

Tepatkah Pemakaian Istilah 'Penyintas Kanker'?
Fun
Tepatkah Pemakaian Istilah 'Penyintas Kanker'?

Cermatlah dalam menggunakan sebuah istilah, seperti halnya istilah penyintas kanker di kondisi dan situasi yang tepat

Google Kian Pertegas Kebijakan Iklan Anak-Anak
Fun
Google Kian Pertegas Kebijakan Iklan Anak-Anak

Google akan meningkatkan pengawasan serta kebijakan untuk iklan bagi anak-anak

Sutradara 'Sonic the Hedgehog' Tertarik Garap Film 'Super Smash Bros.'
ShowBiz
Sutradara 'Sonic the Hedgehog' Tertarik Garap Film 'Super Smash Bros.'

Fowler ingin sekali menggarap film Super Smash Bros. bila diberi kesempatan.

Tampilan Timothee Chalamet sebagai Willy Wonka
ShowBiz
Tampilan Timothee Chalamet sebagai Willy Wonka

Willy Wonka menjadi karakter populer hingga saat ini.

Asal Mula Istilah 'Created by the Poor, Stolen by the Rich'
Fun
Asal Mula Istilah 'Created by the Poor, Stolen by the Rich'

Created by the Poor, Stolen by the Rich dikaitkan dengan Citayam Fashion Week.