Image
Author by : Foto: IGN

Laga final yang dilangsungkan di Istanbul, Turki memang berlangsung mendebarkan. Liverpool yang sempat ketinggalan 3-0 di babak pertama bisa bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Laga pun berlanjut ke babak tambahan dan adu penalti. The Redsakhirnya tampil sebagai pemenang di laga tersebut.

Final 2005 adalah keenam kalinya Liverpool telah mencapai final dan itu adalah penampilan pertama mereka sejak 1985 Final Piala Eropa.

Milan tampil untuk kesepuluh kesepuluh kalinya penampilan di final Liga Champions. Mereka menang di enam kali dan kalah tiga kali. 

Sampai saat ini, final AC Milan vs Liverpool di Istanbul itu menjadi final terbaik dalam rentang 15 tahun terakhir.

Image
Author by : Foto: Bayern News

Berhadapan dengan Manchester United di final musim 1998-99, Bayern Munchen sebenarnya sudah memimpin 1-0 melalui gol tendangan bebas Mario Basler di menit awal pertandingan. S tersebut bertahan hingga memasuki masa injury time. Kemenangan Bayern sudah tampak di depan mata.

Namun The Red Devils yang ketika itu masih ditangani Sir Alex Ferguson menolak mengibarkan bendera putih. Benar saja, di masa injury-time MU tanpa diduga-duga menyengat lewat dua gol yang disarangkan Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer; yang sama-sama menjadi pemain pengganti.

Dua gol dari Sheringham dan Solskjaer mengubah kedudukan menjadi 2-1, berbalik untuk keunggulan Setan Merah. Skor bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. MU berhak tampil sebagai pemenang. Partai itu disebut-sebut menjadi final terbaik sepanjang sejarah Liga Champions di penghujung abad 20, setelah Milan vs Liverpool di awal abad 21, tepatnya musim 2005.

Image
Author by : Foto: 101greatgoals

Pertandingan duel akbar lainnya juga terjadi di musim 2002-03. All Italian Final terjadi antara Juventus vs AC Milan. Kedudukan imbang tanpa gol di waktu normal 2x45 membuat partai dilanjutkan ke babak ekstra-time.

Tapi gol yang ditunggu kedua kubu tidak kunjung tiba. Alhasil, pertandingan berlanjut dengan drama adu penalti.

Tiga eksekutor Juventus, gagal menjalankan tugas dengan sempurna. Mereka adalah, David Trezeguet, Marcelo Zalayeta, dan Paulo Montero.

Milan hanya dua kali gagal mengeksekusi penalti melalui Clerance Seedord dan Kaka Kaladze. Milan berhak keluar sebagai juara dengan skor 3-2.

Dan 12 tahun kemudian, Juventus menyentuh final lagi. Kali ini, lawan yang mereka hadapi Barcelona.

Image
Author by : Foto: IGN

Pertama kali dalam sejarah Liga Champions derby sekota terjadi yang mempertemukan antara antara Madrid vs Atletico.

Atletico nyaris keluar sebagai juara. Pasalnya, jelang waktu normal berakhir, Atletico masih memimpin dengan skor 1-0. Tapi mimpi buruk datang, setelah Sergio Ramos menciptakan gol penyeimbang.

Gol dari pemain asal Spanyol itu langsung meruntuhkan mental bertanding Los Cholchoneros. Padahal, kurang dari 2 menit lagi Atletico merayakan gelar juara.

Sama kuat dengan skor 1-1 membuat pertandingan dilanjutkan ke extra-time. Di situ, menjadi titik balik perjuangan Los Galacticos.

Madrid mencetak 3 gol susulan yang masing-masing diciptakan Gareth Bale, Marcelo dan Cristiano Ronaldo.

Si Putih tampil sebagai juara dengan status La Decima alias mengantongi gelar Liga Champions ke-10. Resmi, Madrdi sebagai pengoleksi gelar Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah.

Image
Author by : Foto: osreformados

Tak ada yang menyangka, FC Porto bakal melaju ke ke final. Begitu juga dengan AS Monaco. Namun, itulah realita final UCL 2004 yang digelar di Jerman.

Porto yang tampil lebih superior memetik kemenangan 3-0 atas Monaco. Gol Porto masing-masing dicetak Carlos Alberto, Deco, dan Dmitri Alenichev.

Lewat sukses Porto itu, nama pelatih FC Porto, Jose Mourinho mulai dikenal publik. Begitu juga dengan Deco yang langsung direkrut Barcelona.