Image
Author by : Penangkaran Rusa Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Instagram/dhani_dk)

Penangkaran Rusa Cariu atau Wahana Wisata Giri Jaya merupakan kawasan penangkaran rusa dengan luas 5 hektare. Kawasan ini tepatnya terletak di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pengunjung bisa menghabiskan waktu berlibur dengan tenang, memandang padang penggembalaan rusa dan pemandangan alam kawasan dataran tinggi. Sembari berinteraksi dengan rusa-rusa, menikmati udara segar di kawasan yang masih alami. Penangkaran Rusa Cariu juga wisata favorit bagi banyak keluarga sebagai tempat edukasi bagi anak-anak.

Penangkaran Rusa Cariu terkenal dengan pemandangannya yang indah. Udara di sini juga sangat segar karena berada di daerah ketinggian. Penangkaran Rusa Cariu ini ada di ketinggian 1.250-1.000 mdpl.

Penangkaran Rusa Cariu mudah diakses. Jaraknya sekira 40 kilometer dari pintu tol Cibubur melalui Cileungsi-Cariu. Perjalanan ke sana melewati Taman Buah Mekarsari hingga sampai ke Cariu. Perjalanan melewati perbukitan menambah pengalaman perjalanan Anda. Keindahan perjalanan di dataran tinggi ini kerap menjadi latar berfoto para pengunjung.

Ketika Anda sampai di penangkaran rusa, tempatnya sangat enak. Padang rumput hijau akan menjadi tempat Anda untuk melepaskan segala kelelahan. Beberapa pohon di pinggiran padang penggembalaan menambah suasana alami. Rusa-rusa merumput bak di alam liar.

Tidak hanya melihat dari kejauhan, interaksi dengan rusa-rusa tak bisa dilewatkan. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun sangat menikmati interaksi memberi makan langsung rusa-rusa.

Penangkaran Rusa Cariu berdiri sejak tahun 1993. Rusa-rusa yang ditangkar banyak jenisnya mulai dari rusa totol, rusa jawa hingga rusa bawean yang berstatus terancam punah. Rusa bawean disebut tidak mudah berinteraksi karena aktif mencari makan di malam hari. Jika Anda tidak menemui di tempat terbuka, Anda bisa mencarinya karena banyak rusa lebih memilih bersembunyi, di lahan penangkaran seluas 5 hektare itu.

Saat memasuki kawasan, Anda harus menyeberangi sebuah jempatan di atas Sungai Cibeet. Petualangan Anda di Penangkaran Rusa Cariu memang tidak henti-hentinya disajikan keindahan alam di Kota Hujan ini. Tidak hanya menyediakan suasana alam bebas dan melihat rusa-rusa, atau pemandangan-pemandangan, pengelola juga khusus menyediakan area perkemahan bagi Anda yang hobi kemping. Sarana outbond juga menjadi daya tarik di sini. Liburan Anda akan terasa penuh di Penangkaran Rusa Cariu.

Image
Author by : Penangkaran elang Loji, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Instagram/lutfanbudiman)

Penangkaran elang ini terletak di Kampung Loji, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tempat wisata ini masuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Tidak jauh dari Kota Bogor sekira 1,5 jam perjalanan menuju arah Lawang Gintung terus ke Stasiun Batutuli hingga mengarah ke Loji.

Hewan-hewan yang ditangkar di Loji ini merupakan hasil kerja sama dengan masyarakat. Masyarakat mengembalikan hewan-hewan liar yang dipelihara untuk tangkar sebelum dilepas kembali ke alam bebas.

Satu tempat favorit pelancong ketika mengunjungi penangkaran elang Loji yaitu melewati jembatan gantung. Jembatan gantung ini menjadi lokasi berfoto para pengunjung. Tak jauh dari penangkaran itu, pelancong bisa melanjutkan petualangan Curug Cibadak. Jaraknya 1,5 kilometer dari lokasi penangkaran.

Kawasan wisata penangkaran elang berada di dalam hutan pinus. Selain wisata air di Curug Cibadak, bagi Anda yang suka berkemah terdapat tempat berkemah di sekitar sana.

 

Image
Author by : Pantai Pangumbahan, Sukabumi. (Foto: Instagram/@mugia_mugi via visitsukabumi)

Pantai Pangumbahan menjadi lokasi yang cocok untuk melihat penyu bertelur hingga pelepasan tukik atau anak penyu ke laut lepas. Objek wisata edukatif ini sangat digemari selain keindahan Pantai Pangumbahan yang terkenal alami karena sangat terjaga. Destinasi wisata ini masuk kawasan Konservasi Pesisir Pantai Pangumbahan.

Pantai Pangumbahan terletak di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pantai sepanjang 2,3 kilometer ini masuk dalam kawasan Konservasi Pesisir Kabupaten Sukabumi atau disebut juga Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan. Tak heran, karena merupakan kawasan konservasi, para pengunjung ini harus mengikuti aturan ketat pengelola.

Jika Anda ingin mengeksplorasi pantai Sukabumi yang terkenal keindahannya, salah satu pantai yang perlu Anda datangi yaitu Pantai Pangumbahan. Tapi tentu saja Anda harus berwisata layaknya di kawasan konservasi. Petugas telah mewanti-wanti agar pelancong tidak melakukan kerusakan seperti halnya banyak terjadi di pantai-pantai lain. Tempat penyelamatan penyu ini berada di bawah naungan Departemen Perikanan Kabupaten Sukabumi.

Di Pantai Pangumbahan, Anda dilarang keras menggangu dan mengambil penyu dan telur penyu, dilarang menyalakan api dan menghidupkan lampu di pantai peneluran penyu, dilarang membuang sampah di pantai peneluran penyu, bahkan dilarang membawa makanan dan minuman ke pantai peneluran penyu. Semua peraturan ini terbukti telah menjadi tameng dari para pelancong nakal. Pantai Pangumbahan terkenal dengan pantai pasir putih yang bersih menghampar.

Anda dapat melihat penyu hijau (chelonia mydas) di Pantai Pangumbahan dari mulai bertelur hingga tukik yang dilepaskan petugas ke laut lepas. Selain penyu hijau, seperti dilansir kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pantai Pangumbahan juga menjadi rumah bagi penyu jenis lain di antaranya penyu belimbing (dermochelys coriecea), penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu lekang (lepidochelysolivacea), penyu tempayan (caretta caretta), dan penyu pipih (naratordepressus).

Kawasan Konservasi Pesisir Pantai Pangumbahan dapat diakses melalui berbagai jalur, yaitu pertama dari Bogor menggunakan jalan darat menuju Palabuhanratu dengan waktu tempuh 2-3 jam, kedua jalur dari Lebak melalui jalur selatan menggunakan jalan darat menuju Palabuhanratu, ketiga dari Cianjur menggunakan jalan darat menuju Palabuhanratu dengan waktu tempuh 1-2 jam, dan jalur keempat untuk mencapai wilayah Kawasan Konservasi Pesisir Pantai Pangumbahan dapat diakses dengan jalan darat dari Palabuhanratu.

Image
Author by : Penangkaran kera Pulau Tinjil, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Foto: Instagram/raden_gardiaputra)

Tinjil, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Samudra Hindia. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Tinjil jadi salah satupulau terluar Indonesia.

Jika kamu bersantai Di pulau ini, kamu bakal melihat aktivitas para nelayan, karena pulau tentunya kebanyakan masyarakat di Pulau Tinjil berprofesi sebagai nelayan, laut jadi mata pencaharian utama mereka. 

Keindahan panorama di Pulau Tinjil tambah terasa saat menikmati semilir angin yang melenakan dan pastinya bikin kamu lupa waktu. Pagi atau sore hari adalah waktu yang tepat untuk kamu berenang bermain pasir, atau sekedar leyeh-leyeh santai.

Bukan hanya jadi objek wisata, Pulau Tinjil juga jadi digunakan sebagai lokasi pengembangbiakan secara alami dari spesies monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) sejak tahun 1988.

Pengelolaan monyet ekor panjang tersebut dilakukan oleh Pusat Studi Satwa Primata(PSSP), Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diperuntukkan bagi penangkaran, sarana pendidikan, penelitian, dan pelatihan bagi mahasiswa dan staf dalam dan luar IPB yang memeliki ketertarikan dalam bidang primatologi.

Monyet yang ditangkarkan tersebut akan dipanen untuk dijadikan hewan percobaan dengan kualitas genetis yang tinggi, baik untuk penelitian di dalam maupun luar negeri. Selain spesies monyet ekor panjang, primata lain yang juga dikembangbiakan di pulau ini adalah beruk (Macaca nemestrina).

Karena adanya penangkaran monyet di pulau ini, para pengunjung yang mau datang harus menjalani pemeriksaan kesehatan agar tidak menularkan penyakit kepada populasi monyet yang bebas beberapa jenis patogen atau virus.

Untuk menuju Objek Wisata Pulau Tinjil, Kamu dapat menggunakan jasa penyeberangan menggunakan perahu bermotor melalui dermaga di Binuangen. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Pulau Tinjil juga sekitar kurang lebih 2 jam, dengan jarak tempuh sekitar 16 kilometer. Namun sebelumnya kita juga harus menempuh perjalanan darat selama hampir 10 jam melalui Kadipaten untuk sampai di Binuangen.

Image
Author by : Buaya di salah satu kolam Taman Buaya Indonesia Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (31/1) (Foto: Muchammad Yani)

Penangkaran buaya Taman Buaya Indonesia terletak di Jalan Raya Serang Cibarusah, Desa Sukaragam, Kabupaten Bekasi. Di sini terdapat ratusan buaya yang ditangkarkan.

Dengan luas tanah sekira satu hektar ini, Anda bisa melihat tiga jenis buaya yang berasal dari tiga wilayah di nusantara yaitu buaya Kalimantan Selatan, buaya Palembang dan buaya Irian Jaya. Buaya Kalimantan Selatan adalah jenis buaya yang biasa hidup di air laut.

Di sana terdapat sekira 500 buaya yang dipisah di lima kandang yang berbeda. Selain itu, terdapat pula tempat khusus bagi yang ingin melihat atraksi debus dan pertarungan antara manusia dengan buaya.

Atraksi petarungan manusia dengan buaya biasanya dapat dilihat setiap hari libur atau hari Minggu, tapi sekarang hanya diadakan sebulan paling. Selain bisa melihat buaya secara dekat, Anda juga bisa berrekreasi di taman-taman yang telah disediakan. Ada juga dua kandang untuk dua ekor moyet abu-abu.

Saat masuk ke penangkaran buaya, Anda akan disambut dengan sebuah patung buaya besar di halaman depan, bersebelahan dengan parkiran mobil dan motor. Di tempat wisata yang dibangun pada tahun 1990 ini, Anda juga bisa membeli souvenir khas Taman Buaya Indonesia Jaya seperti tengkorang monyet, atau buaya yang telah diawetkan.

Bagi yang ingin mengajak keluarga untuk datang ke sana, Anda hanya merogoh kocek sebesar Rp20.000 untuk orang dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak.

Namun sangat disayangkan, penangkaran buaya yang awalnya berada di daerah Pluit, Jakarta Utara ini memiliki kondisi yang cukup memprihatinkan. Beberapa buaya memiliki kecacatan di tubuhnya. Bau yang kurang sedap pun terkadang tercium saat mendekati kolam berisi buaya. Selain itu, sarana rekreasi anak pun sudah karatan bahkan ada yang tidak bisa digunakan.