Image
Author by : Museum Radya Pustaka Solo. (Foto: MerahPutih/Win)

Museum Radya Pustaka Solo merupakan salah satu museum tertua yang ada di Indonesia. Museum ini dibangun pada 28 Oktober 1980 oleh Kanjeng Adipati Sosoningrat IV.

Dahulu, Museum Radya Pustaka Solo hanya menyimpan buku-buku budaya dan pengetahuan saja, baik dengan bahasa Indonesia, Jawa maupun Belanda. Namun seiring berjalanya waktu, museum ini terus melengkapi koleksinya, seperti gamelan, keris, tombak hingga mata uang dari waktu ke waktu.

Banyak orang dari berbagai penjuru selalu datang ke museum yang berada di Jalan Slamet Riyadi ini atau tepatnya di kawasan Sriwedari. Mayoritas masyarakat yang datang tidak hanya sekedar berkunjung, melainkan ada juga yang sedang melakukan penelitian.

Saat ini, guna terus menjaga keawetan museum, pihak komite museum terus melakukan digitalisasi naskah. Hal ini dilakukan agar naskah tetap bisa dilihat oleh pengunjung.

Image
Author by : Taman Satwa Taru Jurug Solo. (Foto: MerahPutih/Win)

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) selalu menjadi pilihan wisata saat libur akhir pekan atau libur panjang di Kota Solo. Target jumlah pengunjung mencapai angka ribuan orang saat libur. Sementera di hari-hari biasa, jumlah pengunjungnya hanya berkisar antara 200-an pengunjung.

Kebun Binatang Jurug merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kota Solo. Kebun binatang ini tergolong tua dibangun pada tahun 1878. Selain suguhan koleksi satwa, Taman Satwa Taru Jurug juga menawarkan lokasi yang indah untuk beristirahat. Taman satwa ini memang memiliki berbagai spesies hewan dan tumbuhan.

Taman Satwa Taru Jurug dibangun dengan konsep wisata alam, jalan-jalan di dalam taman dikelilingi pohon-pohon besar dan rindang. Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) berlokasi di timur kota Solo, dekat perbatasan dengan Karanganyar.

Di sisi lain, koleksi hewan yang ada di TSTJ pun terus mengalami peningkatan, yang paling terakhir pihaknya mendapatkan titipan tiga ular Pyton dan satu kucing hutan dari BKSDA Jawa Tengah.

 

Image
Author by : Taman Satwa Taru Jurug Solo. (Foto: MerahPutih/Win)

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) selalu menjadi pilihan wisata saat libur akhir pekan atau libur panjang di Kota Solo. Target jumlah pengunjung mencapai angka ribuan orang saat libur. Sementera di hari-hari biasa, jumlah pengunjungnya hanya berkisar antara 200-an pengunjung.

Kebun Binatang Jurug merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kota Solo. Kebun binatang ini tergolong tua dibangun pada tahun 1878. Selain suguhan koleksi satwa, Taman Satwa Taru Jurug juga menawarkan lokasi yang indah untuk beristirahat. Taman satwa ini memang memiliki berbagai spesies hewan dan tumbuhan.

Taman Satwa Taru Jurug dibangun dengan konsep wisata alam, jalan-jalan di dalam taman dikelilingi pohon-pohon besar dan rindang. Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) berlokasi di timur kota Solo, dekat perbatasan dengan Karanganyar.

Di sisi lain, koleksi hewan yang ada di TSTJ pun terus mengalami peningkatan, yang paling terakhir pihaknya mendapatkan titipan tiga ular Pyton dan satu kucing hutan dari BKSDA Jawa Tengah.

 

Image
Author by : Museum Keraton Solo. (Foto: MerahPutih/Win)

Saat ini Keraton Solo sedang direvitalisasi atau ditata. Namun, operasional museum tetap dibuka sehingga masyarakat masih bisa berkunjung. Museum Keraton Solo terletak di dalam kawasan Keraton Surakarta. Museum ini menyimpan berbagai hal tentang sejarah, seni, budaya Surakarta.

Museum Keraton Solo terdiri dari 13 ruang utama. Masing-masing ruang memamerkan jenis koleksi yang berbeda. Ruang pertama memamerkan foto-foto raja yang pernah berkuasa di Surakarta. Ruang kedua adalah ruang arca. Ruang ketiga menyimpan patung kuda milik pasukan keraton.

Hingga ruang ke-13 menyimpan ruang alat perlengkapan rumah dan dapur di lingkungan Keraton Solo. Ruangan ini memamerkan sejumlah keramik porselin kuno yang dulu menjadi perlengkapan rumah tangga dan dapur.

Keraton Solo juga memiliki tradisi membersihkan ratusan koleksi di Museum Keraton. Koleksi-koleksi ini dibersihkan, agar tetap terjaga dan enak saat dilihat. Bersih-bersih koleksi barang pusaka dilakukan oleh sejumlah abdi dalem keraton, dengan menggunakan alat sederhana, yakni kuas.

Sebenarnya, di museum tersebut sudah terdapat petugas yang membersihkan. Tradisi bersih-bersih ini juga banyak menyedor perhatian wisatawan dan pemerhati sejarah.

Image
Author by : Suasana saat malam hari di kawasan Galabo, Jalan Mayor Kusmanto , Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (27/4). (Foto: MerahPutih/Raditya Erwiyanto)

Bagi Anda yang sedang berada di Kota Solo, sempatkan sejenak mampir di Galabo. Berbagai jenis kuliner akan mengoda Anda, seperti tengkleng, sate kere, wedang ronde, nasi liwet, gempol pleret dan masih banyak lagi. Jangan kaget, Galabo ini berada di tengah jalan, yakni Jalan Mayor Kusmanto atau tepatnya di depan Pusat Grosir Solo (PGS).

Jika siang hari, kawasan tersebut memang digunakan lalu lintas kendaraan, namun jika malam hari disulap menjadi kawasan kuliner yang nyaman untuk disinggahi. Galabo mulai buka pukul 17.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Saat Anda menikmati kuliner tersebut, suasana semakin syahdu ketika semilirnya angin menusuk kalbu. Tak hanya itu saja, wisata kuliner Anda semakin lengkap dengan sajian musik yang ada setiap harinya.

Seberapa lama pun berada di situ, Anda tak perlu khawatir jika saat sendang menikmati kuliner hujan datang. Karena semua tempat duduk di situ dilengkapi dengan tenda.

Lokasi kawasan kuliner ini sudah ada sejak tahun 2008 lalu, saat Kota Solo masih dipimpin oleh Joko Widodo (Jokowi) sebagai wali kota.

Image
Author by : Kolam Renang Tirtomoyo, Kota Solo, Jawa Tengah dibanjiri pengunjung, Minggu (5/6). (Foto: MerahPutih/Win)

Kolam Renang Tirtomoyo berada di kawasan Stadion Manahan Solo. Wisata air ini selalu dibanjiri masyarakat saat akhir pekan atau hari libur. Pada hari biasanya, kolam renang ini rata-rata mendapat kunjungan ratusan pengunjung.

Saat banyak pengunjung seperti libur panjang, pihak pengelola melakukan pengawasan lebih terhadap pengunjung dengan menyediakan sejumlah personel kepolisian dan tim SAR. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tak diingkan.

Kolam Renang Tirtomoyo salah satunya ramasi saat tradisi padusan masyarakat di Kota Solo. Kebanyakan dari mereka memang usia remaja dan anak-anak.

Padusan merupakan tradisi masyarakat sebelum memasuki bulan puasa, biasanya masyarakat menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama keluarga atau mengunjungi tempat-tempat wisata.


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH