5 Bela Diri yang Dikuasai Prajurit TNI dan Bikin Kagum Dunia Sejumlah prajurit TNI menunjukan kemampuan bela dirinya pada saat HUT TNI (Foto: MP/Venan Fortunatus)

MerahPutih.Com - Kemampuan bela diri termasuk menjadi salah satu persyarat utama seorang prajurit TNI. Dalam kondisi tertentu, seorang anggota TNI harus menggunakan kemahiran bela dirinya untuk melumpuhkan lawan. Nah, jenis bela diri apa saja yang harus dikuasai prajurit TNI?

Umumnya, setiap anggota TNI menguasai bela diri yang sesuai dengan matranya. Namun ada juga jenis bela diri yang menjadi ‘bekal’ bersama semua anggota TNI. Sebagaimana diketahui, kemampuan bela diri TNI membuat kagum dunia dan mendapat pengakuan dari sejumlah pasukan elite dari negara lain.

Berikut 5 jenis bela diri yang dikuasai tentara Indonesia yang dirangkum merahputih.com dari berbagai sumber:

1. Merpati Putih

Beberapa pasukan khusus yang menggunakan Merpati Putih sebagai salah satu bela diri yang harus dikuasai. Pasukan elite seperti Marinir, Kopaska AL, Paskhas AU dan Brimob berlatih silat Merpati Putih sebagai bekal dalam menghadapi kondisi terdesak di medan tempur serta latihan.

Merpati Putih mengajarkan tenaga dalam yang berasal dari dalam tubuh sendiri. Dengan menggunakan teknik olah napas, para pengguna beladiri ini dapat mengeluarkan kemampuan fisik diatas manusia normal.

Demonstrasi kemampuan Merpati Putih
Anggota Merpati Putih unjuk kebolehannya (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Nugroho)

Merpati putih dipastikan adalah seni bela diri asli warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Bela diri ini tadinya hanya diajarkan pada keluarga keraton yang diwariskan secara turun temurun kepada generasi berikutnya. Namun sekarang atas wasiat dari sang guru, ilmu bela diri Merpati Putih dapat disebar luaskan agar dapat berguna bagi negara.

2. Tarung Drajat

Tarung Drajat termasuk bela diri yang Indonesia Banget, alasannya bela diri yang masuk kategori boxing ini pendirinya adalah orang Indonesia yakni Ahmad Drajat. Makanya disebut AA Boxer.

Para prajurit TNI dari kesatuan Kostrad dan Kopassus pernah dilatih langsung Ahmad Drajat. Kemudian dari Polri khususnya kesatuan Brimob menjadikan Tarung Drajad sebagai bela diri wajib.

Latihan Tarung Drajat
Kerasnya latihan Tarung Drajat (Foto: Ist)

Pelatihan Tarung Drajat lebih disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Makanya tak heran latihan Tarung Drajat sangat keras seperti menahan pukulan sampai dengan memecahkan batako dengan kepala.

3. Kung Fu

Pasukan elite TNI seperti Kopassus mendapat latihan bela diri Kung Fu secara intens. Bela diri Kung Fu bermanfaat untuk kondisi duel tangan kosong. Dalam keadaan tertentu para prajurit TNI dengan modal kekuatan bela diri Kung Fu, para prajurit TNI bisa melumpuhkan lawannya dengan pukulan serta jurus-jurus mematikan.

Bela diri Kung Fu cocok dengan kedisiplinan yang dimiliki para anggota TNI. Apalagi dengan ketangkasan dan kelincahannya, prajurit TNI dengan mudah menggunakan Kung Fu dalam situasi terdesak.

Para anggota TNI memperagakan jurus kung fu saat atraksi
Pasukan TNI memperagakan jurus kung fu saat atraksi (Foto: tni.mil.id)

Sebagaimana diketahui, Kung Fu pertama kali diperkenalkan kepada TNI oleh seorang pendekar bernama Efendi. Bela diri yang berasal dari kuil Shaolin Tiongkok itu kini menjadi salah satu bela diri wajib pasukan elite tentara Indonesia.

4. Karate

Karate digunakan oleh TNI karena memiliki falsafah hidup yang cocok dengan nilai-nilai pada kesatuan TNI. Spirit nilai karate diantaranya adalah kejujuran (Gi), keberanian (Yuu), sopan santun (Rei), berjiwa positif (Seishin) dan memiliki semangat tinggi (Seiki). Selain itu, dengan berlatih karate dapat meningkatkan kemampuan fisik dan mental yang berguna untuk membela negara.

Untuk berlatih karate dengan maksimal, Kopassus mendatangkan pelatih langsung dari Jepang. Dipilih orang yang benar-benar ahli dalam Karate dari Jepang untuk melatih Kopassus. Sebagai satuan elit, tentunya Kopassus sudah memiliki basic ilmu beladiri, salah satunya adalah Silat.

Para karakteka Indonesia
Para Karateka Indonesia sedang berlatih (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Seperti yang pernah dicatat dalam dokumentasi TNI, ada seorang anggota Kopassus yang lumayan terkenal sebagai guru silat yakni Haji Umar. Kemudian haji Umar bertanding dengan guru ahli karate dari Jepang, namun hanya dalam beberapa jurus, guru karate dari Jepang terkapar knock out disikat haji Umar.

5. Yong Moo Do

Bela diri Yong Moo Do diajarkan kepada prajurit TNI sejak tahun 2008. Kemudian bela diri Yong Moo Do menjadi salah satu ilmu baku pukul wajib bagi anggota TNI Angkatan Darat.

Pada setiap ulang tahun TNI sejak HUT TNI ke-70, bela diri Yong Moo Do selalu jadi atraksi wajib yang didemonstrasikan prajurit TNI kepada masyarakat luas.

Bela diri Yong Moo Do
Latihan bela diri Yong Moo Do (Foto: rri.co.id)

Sejatinya, bela diri Yong Moo Do dikembangkan oleh Yong in Univesity, Korea Selatan atas kerja sama dengan The Martial Research Institute. Bela diri ini merupakan gabungan antara Judo, Taekwondo, Apkido dan Hon Sin Sul. Kata Yong berarti naga, dipercaya dapat membawa keberuntungan, Moo berarti pertempuran dengan pertahanan fisik dan mental. Sedangkan Do berarti cara hidup yang berisi filosofi belajar dari alam.

Yong Moo Do masuk ke Indonesia khususnya prajurit TNI melalui kerja sama latihan militer antara Indonesia dan Korea Selatan.

Sebetulnya masih ada bela diri lain yang dikuasai prajurit TNI seperti Kempo dan Krav Maga namun karena pertimbangan tertentu tak bisa diekspose kepada publik.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH