5 Alasan Mengapa PR Tidak Bagus untuk Anak-Anak, Benarkah? Alasan Mengapa PR tidak bagus untuk anak anak (Foto: Pixabay/Jeshoots)

SEKOLAH memang salah satu jenjang yang wajib dijalani dalam kehidupan, khususnya anak-anak. Jika mereka tidak bersekolah mungkin mereka tidak akan mendapatkan keterampilan atau kemampuan yang mereka miliki untuk berhasil di masa depan. Sekolah memang penting bagi anak-anak meskipun begitu mereka juga berhak untuk memiliki jeda dari sekolahnnya.

Biasanya waktu belajar selama sekolah yakni tujuh jam dalam sehari, namun setelah pulang mereka tetap diberikan Pekerjaan Rumah (PR). Tidak semua orang tua setuju bahwa memberikan PR adalah ide yang bagus, karena anak-anak butuh istirahat ketika berada dirumah. Dengan adanya PR anak-anak bisa kehilangan waktu luang yang mereka miliki untuk mengerjakannya. Melansir laman huffpost, berikut lima alasan mengapa PR tidak bagus untuk anak-anak.

1. Membuat Stres

5 Alasan Mengapa PR Tidak Bagus untuk Anak-Anak, Benarkah?
Terlalu Banyak PR membuat anak anak stres (Foto: YummyMummyClub)

Seringkali guru memberikan PR kepada muridnya dengan alasan agar anak-anak lebih mengerti dalam suatu pelajaran, memang benar. Tetapi memberikan PR kepada anak-anak memiliki efek negatif kepada anak-anak.

Hal tersebut dikarenakan anak-anak yang seharusnya dapat menghabiskan waktu luangnya untuk bermain dengan teman sebayanya agar menambah sosialisasinya atau beristirahat dirumah tetapi mereka menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengerjakan PR yang diberikan dibandingkan beristirahat.

Hal tersebut bisa membuat anak-anak mengalami stress, kurangnya antusiasme terhadap pendidikan, dan bisa mengganggu kesehatan.

2. Mengurangi Kehidupan Sosial

5 Alasan Mengapa PR Tidak Bagus untuk Anak-Anak, Benarkah?
Terlalu banyak mengerjakan pr sehingga kurang bersosialisasi (Foto: Pexels/HuyPhan)

Banyak PR yang harus dikerjakan, bahkan hingga malam hari dirumahnya. Karena mereka lebih sering berada dirumah untuk mengerjakan PR hal tersebut menyebabkan keterampilan untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar yang buruk di masa depan anak-anak, bahkan mereka bisa menjadi anak yang pendiam.

Tidak heran jika anak muda tidak ingin melakukan pekerjaan rumah tetapi menggunakan waktu luang yang mereka miliki untuk berpergian bersama teman-temannya.

3. Tidak Efektif

5 Alasan Mengapa PR Tidak Bagus untuk Anak-Anak, Benarkah?
PR bukanlah hal yang efektif untuk menjadi mengerti pelajaran (Foto: CollegeHomeworkHelp)

PR yang diberikan guru bisa dibilang tidak efektif karena sebagian besar anak-anak meminta kakak, saudara, orang tua, atau guru pribadi mereka untuk mengerjakannya.

Lebih baik guru tidak perlu untuk memberikan PR, melainkan tugas-tugas saat mereka sedang disekolah, karena saat mereka mengerjakan PR mereka akan melupakan apa yang mereka tulis saat PR itu diserahkan.

4. Kelelahan yang Berlebih

5 Alasan Mengapa PR Tidak Bagus untuk Anak-Anak, Benarkah?
Kelelahan disekolah yang diakibatkan terlalu banyak PR (Foto: Understood)

Tujuh jam berada disekolah membuat anak-anak sudah lelah, mengantuk, dan ingin beristirahat. Jika diberikan PR yang membutuhkan waktu yang lama, bukan hanya hitungan menit bisa menjadi beban berat bagi anak-anak, alhasil anak-anak dan PRnya hanya akan menyebabkan kelelahan total.

5. Kehilangan Minat Akan Dunia Luar

5 Alasan Mengapa PR Tidak Bagus untuk Anak-Anak, Benarkah?
Kurang berminat pergi keluar karena sudah lelah dengan PR (Foto: Momtastic)

PR yang banyak hanya akan menambah pikiran pada anak-anak, tekanan untuk mengerjakan PR hanya membuat mereka kehilangan minat terhadap apapun karena harus fokus untuk mengerjakan PR.

Anak-anak membutuhkan waktu untuk beralih fokus, bermain bersama teman, menjelajahi dunia, bersenang-senang dengan orangtuanya, tetapi jika terlalu banyak mengerjakan PR mereka tidak bisa efektif disekolah maupun universitas sekalipun. (ape)



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH