5.000 Orang Pelacak COVID-19 Diterjunkan di 10 Provinsi

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan bersama fasilitas layanan kesehatan terus melakukan pelacakan penyebaran COVID-19 sampai di tingkat kecamatan atau Puskesmas, terutama di 10 wilayah atau provinsi yang jadi prioritas.

Satgas Penanganan COVID-19 melakukan percepatan pelacakan kontak erat pasien COVID-19 dengan menerjunkan lebih dari 5000 orang pelacak kontak di 10 provinsi prioritas penanganan COVID-19.

"Tracing rasionya 1 : 30, yaitu satu pasien berbanding 30 orang yang dilacak," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Budi Hidayat, Minggu (23/11).

Baca Juga:

Persentase Keterisian Tempat Tidur di RS Rujukan COVID-19 DKI Jakarta Meroket dalam Sepekan

Ia menegaskan, pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan, terutama yang memiliki kerumunan dalam jumlah massa besar. Selain itu, pemantauan dilakukan lebih intensif pada 14 hari ke depan.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menegaskan, kesiapan rumah sakit, obat-obatan, dan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 di Indonesia tercukupi.

Per Minggu (23/11), persentase keterisian tempat tidur di rumah sakit mencapai 50 persen sehingga masih dapat menampung pasien COVID-19 apabila terjadi peningkatan.

Corona Test
Ilustrasi test COVID-19. (Foto: Pixabay).

Pemerintah, kata ia, telah menyiapkan strategi apabila tiba-tiba terjadi lonjakan yang signifikan dari kasus baru COVID-19 yang membutuhkan perawatan.

"Manakala tingkat keterisian tempat tidur meningkat di atas 50 persen atau bahkan sampai 100 persen, Kementerian Kesehatan meminta rumah sakit untuk melakukan penataan tempat tidur untuk pasien COVID-19, tentunya dengan ruang isolasi dan ruang ICU," kata dia.

Data per 22 November 2020, jumlah suspek ada 64.502 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 35.989 spesimen. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota. Tercatat, 497.668 terkonfirmasi terpapar COVID-19 dengan 418.188 pasien sembuh dan 15.884 meninggal dunia.

Baca Juga:

Doni Monardo Minta Masyarakat tak Takut Swab Tes

Kanal