42 Orang Ditangkap karena Terlibat Pengambilan Paksa Jenazah, Tiga Reaktif COVID-19 Ilustrasi. ANTARA/Daniel Leonard

MerahPutih.com - Sebanyak 42 orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulawesi Selatan buntut aksi pengambilan paksa jenazah terpapar virus corona.

Mereka ditetapkan karena melakukan pengambilan paksa jenazah dari empat rumah sakit yang tersebar di Sulawesi Selatan.

Baca Juga:

Kapolda di Seluruh Indonesia Diperintahkan Tindak Pengambil Jenazah COVID-19

"Terbaru kita kembali tetapkan tersangka berdasarkan empat tempat kejadian perkara (TKP). Di Rumah Sakit Dadi ada 2 tersangka, Rumah Sakit Bhayangkara 2 tersangka, Rumah Sakit Stella Maris Ada 6 tersangka, dan Rumah Sakit Labuang Baji ada 32 tersangka," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/6).

Sebanyak 13 tersangka yang baru ditangkap terkait pengambilan paksa jenazah di Rumah Sakit Labuang Baji langsung dilakukan rapid tes.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo. (ANTARA/Muh Hasanuddin)
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo. (ANTARA/Muh Hasanuddin)

Hasil tes menunjukkan sepuluh orang nonreaktif dan tiga orang reaktif positif. 10 orang non reaktif langsung ditahan. Sementara tiga yang reaktif positif diisolasi.

"Kemudian terhadap sepuluh orang telah dilakukan penahanan, dan terhadap tiga orang yang reaktif kami pulangkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing untuk proses lanjut mempertimbangkan kondisi mereka nantinya," kata Ibrahim.

Baca Juga:

MUI Tegaskan Pengurusan Jenazah Korban COVID-19 Penuhi Syariat Islam

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis meminta kasus pengambilan paksa jenazah pasien COVID-19 yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan dan Surabaya Jawa Timur tidak terjadi di daerah lain.

Untuk itu, orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini memerintahkan kepada para Kapolda menindak tegas para pelaku.

“Aturannya ada hukumnya ada dan itu kita tegakkan. Karena hukum tidak bisa dilakukan dengan bujuk rayu,” kata Idham saat kunjungan bersama Panglima TNI di Kepulauan Riau, Jumat (12/6). (Knu)

Baca Juga:

Puluhan Orang Ambil Paksa Jenazah Wanita Positif COVID-19, Polisi Ciduk Provokatornya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pertambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Senin (28/12) Capai 1.272 Jiwa
Indonesia
Pertambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Senin (28/12) Capai 1.272 Jiwa

Positivity rate DKI ini melebihi standar kasus positif yang ditetapkan WHO

Kemensos Nyatakan Pemenuhan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas Rendah
Indonesia
Kemensos Nyatakan Pemenuhan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas Rendah

Balai Sosial perlu memberikan kesempatan akses secara lebih luas kepada para penyandang disabilitas

Melantai Hari Ini, Saham BMHS Langsung Meroket Hampir 25 Persen
Indonesia
Melantai Hari Ini, Saham BMHS Langsung Meroket Hampir 25 Persen

Perseroan juga mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai

Selama Libur Lebaran, KRL Tak Berhenti di Tanah Abang Jam 3 Sore Sampai 7 Malam
Indonesia
Selama Libur Lebaran, KRL Tak Berhenti di Tanah Abang Jam 3 Sore Sampai 7 Malam

Kereta Rel Listrik (KRL) tetap beroperasi akan melayani masyarakat pada masa libur Idulfitri 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Lima Rencana Aksi Polri Redam Lonjakan COVID-19
Indonesia
Lima Rencana Aksi Polri Redam Lonjakan COVID-19

Operasi Aman Nusa II ini merupakan operasi lanjutan yang diselenggarakan Polri dalam menghadapi pandemi COVID-19

ASN Kota Bandung Diimbau Ngantor Pakai Sepeda Tiap Jumat
Indonesia
ASN Kota Bandung Diimbau Ngantor Pakai Sepeda Tiap Jumat

Aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Bandung diimbau menggunakan sepeda dari rumah menuju kantor setiap hari Jumat.

Bamsoet Tegaskan Kemerdekaan Palestina Prioritas Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Indonesia
Bamsoet Tegaskan Kemerdekaan Palestina Prioritas Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Hal itu dikatakan Bamsoet saat menerima komunikasi telepon dari Ketua Parlemen Turki Mustafa Sentop pada hari Jumat (23/7)

Kasus Corona tak Terkendali, Satgas COVID-19 Salahkan Masyarakat tidak Disiplin
Indonesia
Kasus Corona tak Terkendali, Satgas COVID-19 Salahkan Masyarakat tidak Disiplin

Wiku mengatakan, masyarakat cenderung tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan saat pergi ke tempat wisata.

Dekan UIN SGD Prihatin Islam Indonesia Hanya 30 Persen Bisa Baca Tulis Alquran
Indonesia
Dekan UIN SGD Prihatin Islam Indonesia Hanya 30 Persen Bisa Baca Tulis Alquran

Setia Gumilar merasa prihatin ketika mengetahui hasil riset yang menyimpulkan bahwa umat Islam Indonesia hanya 30 persen yang bisa baca tulis Alquran.