400 Desa di Daerah 3T Bakal Terhubung Internet Ilustrasi Internet. (Fixabay).

MerahPutih.com - Pemerintah janji akan fokus menata 400 desa di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) untuk terhubung jaringan internet pada 2021 untuk mendukung transformasi digital.

Infrastruktur digital saat ini menjadi salah satu infrastruktur dasar terutama ketika menghadapi pandemi COVID-19. Dalam APBN 2021 salah satu prioritas adalah mendukung transformasi digital dengan pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dengan alokasi anggaran mencapai Rp29,6 triliun.

“Sekarang kita juga harus mengejar agar tidak boleh ada satu desa yang tidak terkoneksi internet,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (21/10).

Baca Juga:

DPR Pastikan UU Cipta Kerja Larang Perusahaan Kurangi Upah Buruh

Menkeu menjelaskan, alokasi anggaran itu mewujudkan pemerintahan dan pelayanan publik yang efisien dan cepat. Anggaran termasuk transfer ke daerah agar daerah hingga tingkat desa mampu membayar internet sehingga mereka bisa memanfaatkan koneksi untuk kebutuhan Puskesmas, sekolah, madrasah dan pesantren.

Prioritas dalam ICT itu, untuk mempercepat akses infrastruktur digital di lebih dari 12.500 desa di Indonesia bagian dari peta jalan transformasi digital di sektor strategis seperti pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri dan penyiaran.

Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara).

Integrasi pusat data nasional, dilakukan dengan Bappenas akan menjadi pusat data nasional. Serta pemerintah menyiapkan SDM agar mampu memahami transformasi digital sehingga penyediaan infrastruktur digital itu tidak sia-sia.

“Kita membutuhkan talenta digital kurang lebih sembilan juta orang untuk 15 tahun ke depan. Artinya perlu menyiapkan sektor pendidikan dan vokasi 600 ribu per tahun mulai dari sekarang,” katanya.

Baca Juga:

DPR Minta Jokowi Selesaikan Masalah Defisit Energi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Soal Impor Beras, Sekjen PDIP Serang Mendag M. Luthfi
Indonesia
Soal Impor Beras, Sekjen PDIP Serang Mendag M. Luthfi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai Menteri Perdagangan (Mendag) M. Luthfi kurang paham tujuan bernegara yang berorientasi pada kesejahteraan umum.

Waspadai Konten Radikalisme Melalui Internet
Indonesia
Waspadai Konten Radikalisme Melalui Internet

Dia menjelaskan perlunya peran media masa mengingatkan para orangtua maupun para guru kita tentang bahaya paham radikalisme melalui internet.

Tak Semua Penyedia Layanan PCR Ikuti Aturan Jokowi Patok Tarif Rp 300 Ribu
Indonesia
Tak Semua Penyedia Layanan PCR Ikuti Aturan Jokowi Patok Tarif Rp 300 Ribu

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurunkan harga swab tes PCR Rp 300 ribu tak mulus pada realitanya.

7 Rumah Warga di Cirebon Rusak Parah Akibat Angin Puting Beliung
Indonesia
7 Rumah Warga di Cirebon Rusak Parah Akibat Angin Puting Beliung

Angin puting beliung yang melanda Cirebon pada Rabu (3/3) menyebabkan tujuh rumah warga di RT09/06 Cangkol Selatan, Kelurahan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat rusak parah.

Akibat PPKM Darurat, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Pilih Turunkan Harga
Indonesia
Akibat PPKM Darurat, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Pilih Turunkan Harga

"Tahun lalu penjualan kami turun. Nah, tahun ini pasti turunnya lebih banyak lagi. Soalnya, bareng sama yang namanya pembatasan darurat," kata Harianto

KPK Tahan Wali Kota Tanjungbalai 20 Hari ke Depan
Indonesia
KPK Tahan Wali Kota Tanjungbalai 20 Hari ke Depan

MS telah ditetapkan tersangka oleh KPK

Ini Syarat Partai Buruh Bisa Bersaing dengan Partai Besar
Indonesia
Ini Syarat Partai Buruh Bisa Bersaing dengan Partai Besar

Partai Buruh harus memiliki keunikan untuk dapat bersaing dengan partai-partai besar pada ajang perpolitikan Indonesia.

Kemenag Minta Bangunkan Orang Sahur Pakai Cara Tak Mengganggu
Indonesia
Kemenag Minta Bangunkan Orang Sahur Pakai Cara Tak Mengganggu

Membangunkan sahur itu adalah perbuatan baik, tapi juga perlu dilakukan dengan cara yang santun dan baik.

Duh! Vaksinasi Tenaga Kesehatan di DKI Masih di Bawah 50 Persen
Indonesia
Duh! Vaksinasi Tenaga Kesehatan di DKI Masih di Bawah 50 Persen

Petugas vaksinasi masih mengalami kendala.