40 Terduga Teroris Ditangkap Seusai Penyerangan Wiranto Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) menunjukkan foto tersangka pelaku dan barang bukti penikaman Wiranto saat konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (11/10). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

MerahPutih.com - Jumlah terduga teroris yang ditangkap pasca penusukan Menkopolhukam Wiranto terus bertambah. Teranyar, Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri kembali menangkap empat orang terduga teroris hingga total 40 orang ditangkap.

Karopenmas Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, penangkapan itu dari tanggal 10-17 Oktober.

Baca Juga:

Jika Mati Setelah Tusuk Wiranto, Abu Rara Merasa Jihadnya Berhasil

"Terakhir ada empat orang di Bandung salah satunya dengan inisial OA," kata Dedi dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (17/10).

Seorang anggota kepolisian mengamankan Syahril Alamsyah pelaku yang diduga melakukan penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Menes Pandeglang, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polsek Menes/aa. (Handout Polsek Menes)
Seorang anggota kepolisian mengamankan Syahril Alamsyah pelaku yang diduga melakukan penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Menes Pandeglang, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polsek Menes/aa. (Handout Polsek Menes)

Dedi mengatakan, meski OA ditangkap di Bandung, OA tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon. OA disebut sudah merakit bom yang siap untuk diledakkan.

"Sudah merakit bom untuk menyerang Mako Polri, tempat ibadah dan menyerang anggota Polri yang sedang bertugas seperti di jalan tol beberapa waktu lalu," ujar Dedi.

Orang kedua yang ditangkap adalah W dan A yang keduanya tergabung dalam JAD Cirebon. Keduanya juga disebut Dedi merancang aksi pengeboman dan teror di Mako Polri.

"Selain itu, kita juga sita barang bukti seperti kartu identitas alat komunikasi dan senjata tajam," jelas Dedi.

Terduga terakhir adalah A alias Aulia alias Gondrong yang tergabung di JAD Bekasi. Gondrong juga tergabung dalam JAD jaringan Abu Zee dan berencana menyerang petugas Polri serta Mako Polri.

Baca Juga:

Ini Pembagian Tugas Abu Rara dengan Istrinya saat Penyerangan Wiranto

Dari penangkapan terduga A, polisi mengamankan sejumlah bahan peledak, switching bom sebanyak 8 buah dan sejumlah alat komunikasi. Kemudian baut, paku, serta kartu identitas dan sejumlah buku.

Dedi juga mengatakan, Abu Rara telah meminta anaknya untuk menyerang aparat kepolisian. Anak Abu Rara sendiri juga dipersenjatai dengan pisau kunai.

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polres Pandeglang/aa
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polres Pandeglang/aa

"Senjata yang digunakan untuk penyerangan itu ada 3, satu digunakan oleh Abu Rara sendiri, satu digunakan istrinya (FA) dan satu digunakan anaknya. Anaknya menggunakan pisau ini dan sudah diperintahkan oleh Abu Rara untuk melakukan serangan terorisme kepada kepolisian," ujar Dedi.

Namun, anak Abu Rara tidak melakukan perintah dari ayahnya. Alasannya, anak Abu Rara yang masih berusia di bawah umur tidak memiliki keberanian.

"Tapi anaknya mengurungkan niatnya karena anaknya tidak berani. Yang berani (untuk melakukan serangan) itu adalah Abu Rara sendiri dan istrinya," kata dia.

Kini, dua pisau yang digunakan Abu Rara dan FA itu tengah diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) oleh kepolisian. (Knu)

Baca Juga:

Ini Pergerakan Abu Rara sebelum Lakukan Penusukan terhadap Wiranto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Persilakan Dua Anak Buah SBY Datangi PTIK Terkait Harun Masiku
Indonesia
Polisi Persilakan Dua Anak Buah SBY Datangi PTIK Terkait Harun Masiku

Mereka akan datang jika dalam 7 hari ke depan Polri masih belum memberikan penjelasan rinci soal keberadaan Harun Masiku

Setiap Hari, 100 Butir Ekstasi Dibikin di Rumah Sakit oleh Napi AU
Indonesia
Setiap Hari, 100 Butir Ekstasi Dibikin di Rumah Sakit oleh Napi AU

AU diduga memproduksi ekstasi semenjak dirawat di Rumah Sakit. Ia menjalani perawatan karena sakit keram di bagian perut sejak dua bulan lalu.

Kisah Mahasiswi Naik ke Mobil Petugas Tenangkan Massa
Indonesia
Kisah Mahasiswi Naik ke Mobil Petugas Tenangkan Massa

Seorang mahasiswi, bernama Qonita Syehsemala sempat menenangkan para peserta aksi massa penolak Undang-Undang Cipta Kerja di Simpang Harmoni.

Airbus Berencana Pangkas Ribuan Pekerjanya, Jerman Paling Banyak Kena PHK
Indonesia
Airbus Berencana Pangkas Ribuan Pekerjanya, Jerman Paling Banyak Kena PHK

Perusahaan juga telah menanggung beban 1,2 miliar euro atau sekitar 1,3 miliar dolar AS atas prospek penjualan yang memburuk akibat masalah tersebut

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dapat Piala Juara 1 Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dapat Piala Juara 1 Corona

Foto yang diunggah menampilkan Anies memegang sebuah piala, kemudia terdapat tulisan “JAKARTA JUARA 1 CORONA”.

Kasus COVID-19 di Sekolah Akibat Minimnya Persiapan Protokol Kesehatan
Indonesia
Kasus COVID-19 di Sekolah Akibat Minimnya Persiapan Protokol Kesehatan

Wiku menjelaskan sekolah yang sudah diizinkan tatap muka adalah sekolah dari zonasi hijau tanpa kasus, dan zona kuning melalui prakondisi dan menentukan waktu yang tepat.

Hasil Evaluasi: Ganjil Genap Jakarta Belum Layak Diberlakukan Kembali
Indonesia
RS Rujukan Sering Telat Masukan Data Pasien COVID-19
Indonesia
RS Rujukan Sering Telat Masukan Data Pasien COVID-19

Jakarta berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah mengeluarkan kebijakan untuk memangkas cuti bersama di akhir tahun 2020.

Tidak Bawa SIKM, 26 Pendatang Jalani Isolasi di GOR Rawamangun
Indonesia
Tidak Bawa SIKM, 26 Pendatang Jalani Isolasi di GOR Rawamangun

Puluhan pendatang mayoritas berasal dari berbagai tempat di Jawa Tengah berhasil terjaring petugas dari sejumlah pos cek poin di Jakarta Timur.