40 Tahun Mati Suri, Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut Sudah Selesai 100 Persen Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan inspeksi jalur kereta api Cibatu-Garut. (Biro Adpim Jabar)

MerahPutih.com - Menggunakan kereta inspeksi 4, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melakukan pengecekan jalur kereta api Cibatu-Garut sepanjang 19,5 kilometer.

Pengecekan kesiapan teknis dimulai dari Stasiun Bandung, Cibatu, Pasir Jengkol, Wanaraja, sampai Stasiun Garut Kota.

Baca Juga

Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut dan Cianjur-Bandung Ditargetkan Selesai Tahun 2019

Dalam kegiatan tersebut, Kang Emil-sapaan akrabnya, menyatakan reaktivasi jalur tersebut sudah selesai 100 persen dan siap digunakan setelah 40 tahun mati suri.

"Saya klaim persiapannya sudah 100 persen," kata Ridwan Kamil, di Stasiun Garut Kota, Kamis (6/1).

Bekas Wali Kota Bandung ini berharap Kementerian Perhubungan selaku pemegang otoritas agar segera meresmikan jalur tersebut karena sangat dinantikan masyarakat. Saat ini, pengoperasian jalur kereta api Cibatu-Garut tinggal menunggu finalisasi administrasi.

"Kewenangannya ada di Pak Menteri (Perhubungan), saya harap bisa secepatnya menyelesaikan proses administrasi sehingga warga bisa menikmati fasilitas yang dinantikan ini," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers di Stasiun Garut, Kamis (6/1/2022). (ANTARA/Feri Purnama)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers di Stasiun Garut, Kamis (6/1/2022). (ANTARA/Feri Purnama)

Adapun tarif yang akan diberlakukan pada jalur tersebut, Ridwan Kamil menyebut untuk lintas Garut tak sampai Rp 5 ribu. Sementara dari Garut ke Bandung kemungkinan Rp 10 ribu dan Rp 40 ribu bagi penumpang yang menuju Jakarta.

"Tarifnya sangat terjangkau, paling antar-Garutnya Rp 4 ribu, ke Bandung mungkin Rp10 ribu, ke Jakarta Rp 40 ribu, bandingkan dengan kerepotan pakai mobil," tuturnya.

Baca Juga

Peningkatan Jumlah Penumpang Angkutan Umum saat Nataru 10,71 Persen

Dalam inspeksinya, Ridwan Kamil didampingi Dirut PT KAI, Didiek Hartantyo berhenti di tiga stasiun pemberhentian yaitu, Pasir Jengkol, Wanaraja, dan Garut.

Menurutnya, tiga stasiun tersebut walaupun kecil tapi memiliki fasilitas modern dan lengkap. Pelayanan kepada masyarakat pun diyakininya akan maksimal dengan hadirnya fasilitas bagi penyandang disabilitas.

"Kami berhenti di tiga stasiun, kecil tapi keren dan pelayanannya modern sekali, bangga saya melihatnya," ujarnya.

Di Stasiun Wanaraja, Ridwan Kamil sempat meninjau vaksinasi COVID-19 yang berlangsung di area stasiun dan di dalam kereta klinik. Menurutnya, sejumlah warga pun menyampaikan harapannya agar jalur kereta Cibatu-Garut segera dioperasikan.

"Tadi saya wawancara warga betul-betul berharap secepatnya dibuka agar perjalanan antar-Garut atau ke Bandung dan Jakarta bisa lebih mudah dan murah," tuturnya.

Ridwan Kamil optimistis, hadirnya jalur kereta Cibatu-Garut selain dapat mengurai kemacetan juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat Garut.

"Saya pastikan kalau ini sudah dibuka, ekonomi Garut akan meningkat pesat," ucapnya.

Setelah jalur Cibatu-Garut ini beroperasi, kata Ridwan Kamil, diharapkan Kementerian Perhubungan dan PT KAI dapat membuka jalur kereta api lainnya di Jabar, khususnya di wilayah pesisir selatan.

"Tadi berdiskusi dengan Pak Dirut (PT KAI) rencana pengembangan track lainnya termasuk mimpi besar di Jabar selatan," ucapnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Menhub Bangga PT INKA Madiun Ekspor 262 Gerbong ke Selandia Baru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Azas Tigor Sebut Jokowi Jadi Presiden Berkat Perjuangan Korban Tragedi Trisakti
Indonesia
Azas Tigor Sebut Jokowi Jadi Presiden Berkat Perjuangan Korban Tragedi Trisakti

"Saya juga mau katakan, kalau Presiden Jokowi bisa jadi presiden sekarang itu karena korban. Perjuangan karena korban," paparnya.

Masuk Kota Bogor, Ribuan Kendaraan Harus Putar Balik
Indonesia
Masuk Kota Bogor, Ribuan Kendaraan Harus Putar Balik

Penerapan kebijakan sistem ganjil genap ini cukup efektif. Terutama dibandingkan dengan penyekatan pada beberapa pekan lalu berdasarkan evaluasi penerapan PPKM darurat yang berakhir pada 20 Juli 2021 lalu.

Setelah Dianiaya Kapolres Nunukan, Brigadir SL Minta Maaf
Indonesia
Setelah Dianiaya Kapolres Nunukan, Brigadir SL Minta Maaf

Sementara itu, dia memastikan, penyampaian permohonan maaf ini adalah itikad baik dari pribadinya. Dengan kata lain, tidak ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun termasuk atasannya.

Kapolri Disarankan TWK Ulang Eks Pegawai KPK, Tapi Siap-Siap Berpolemik
Indonesia
Kapolri Disarankan TWK Ulang Eks Pegawai KPK, Tapi Siap-Siap Berpolemik

Novel Baswedan dan kawan-kawan yang mau bergabung dengan Polri harus mengikuti ulang assesment atau tes kebangsaan sesuai amanat UU ASN.

Dua Kecamatan di Sulsel Paling Parah Terdampak Gempa NTT
Indonesia
Pertalite Resmi Gantikan Premium Jadi BBM Penugasan
Indonesia
Pertalite Resmi Gantikan Premium Jadi BBM Penugasan

Kementerian ESDM mencatat, porsi konsumsi Pertalite sekitar 79 persen diantara BBM jenis bensin lainnya seperti Pertamax, Turbo, atau Premium.

Alasan Irjen Napoleon Bonaparte Belum Dicopot dari Anggota Polri
Indonesia
Alasan Irjen Napoleon Bonaparte Belum Dicopot dari Anggota Polri

"Komisi Kode Etik Polri sudah mempersiapkan sidang komisi etik terhadap Irjen NB setelah inkrah," ujar Ferdy Sambo

Ke Luar Negeri Pertama saat Pandemi, Jokowi Bakal Bahas UMKM hingga Investasi
Indonesia
Ke Luar Negeri Pertama saat Pandemi, Jokowi Bakal Bahas UMKM hingga Investasi

Presiden Jokowi dan rombongan akan menempuh penerbangan menuju Roma selama kurang lebih 13 jam.

PPKM Mikro Diperpanjang, Berikut Pesan Mendagri Tito kepada Masyarakat
Indonesia
PPKM Mikro Diperpanjang, Berikut Pesan Mendagri Tito kepada Masyarakat

Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tengah meningkatnya kasus COVID-19.

37.492 Kasus Baru Dalam Sehari, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Indonesia
37.492 Kasus Baru Dalam Sehari, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Pemerintah kembali mengumumkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia.