4 Tempat Wisata Eksotisme Alam di Kuningan

  • Bukit 1.000 Bintang merupakan tempat wisata panorama alam di ketinggian kaki Gunung Ciremai. Letaknya di salah satu sudut Batu Luhur, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat. Karena itu, sebagian besar kawasan ini dikenal dengan Bukit 1.000 Bintang Bukit Luhur.

    Di saat senja, panorama matahari berwarna jingga sangat memesona. Di sudut lain, tampak samar-samar suasana perkotaan. Bila malam hari, samar-samar akan berubah menjadi pemandangan gemerlapnya lampu perkotaan. Tentu itu bagaikan 1.000 bintang di langit, seakan mengingatkan novel Umar Kayam, "Seribu Kunang-Kunang di Manhattan."

    Tak hanya itu, kelompok pengelola objek wisata ini bahkan telah menyediakan tempat penginapan. Meski ala kadarnya dengan tenda dan peralatan masak, pengunjung akan semakin dapat berlama-lama. Tempat penginapannya terletak di sudut tertinggi Bukit 1000 Bintang, sehingga pemandangan alamnya semakin tampak luas. Saat malam hari, misalnya, akam tampaklah gemerlapnya lampu-lampu Kota Cirebon, bahkan pesisir laut pantai utara.

    Untuk menikmati pemandangan eksotis ini, pengunjung hanya ditarik tiket Rp2.000 per orang. Ditambah tarif parkir Rp2.500 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

  • Objek wisata Paniis Singkup menawarkan suasana alam dengan vegetasi pepohonan pinus yang menghadirkan suasana sejuk dan nyaman. Selain itu, di dalam kawasan wisata mengalir sebuah sungai yang langsung dari mata airnya. Jernihnya air semakin menambah suasana sangat nyaman dan membuat pengunjung menjadi rileks.

    Namanya berasal dari dua desa yang melingkupinya, yakni Desa Paniis dan Desa Singkup. Yap, secara geografis objek wisata ini berada di dua desa tersebut, di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jarak dari Kota Kuningan hanya sekitar 30 kilometer, sementara dari Kota Cirebon sekitar 55 kilometer.

    Suasana sejuk segera menyapa ketika memasuki kawasan wisata alam tersebut. Pohon-pohon pinus tegak berdiri, menghalau panas yang beberapa menit sebelumnya masih terasa. Dahulu kawasan ini berada di wilayah hutan produksi Perhutani. Sejak 2011, kawasan itu dikelola oleh Taman Nasional Gunung Ciremai bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Aneka Usaha.

    Kini objek wisata Paniis Singkup semakin cantik dengan telah dibangunnya beberapa fasilitas untuk menambah kenyamanan pengunjung. Fasilitas tersebut di antaranya adalah lahan parkir yang luas, spot-spot untuk gathering, toilet, musala, dan warung-warung jajanan yang tersedia di sekitar area Paniis Singkup.

    Selain menawarkan wisata mata air, Paniis Singkup juga menawarkan area perkemahan yang sangat representatif, dapat menampung hingga ratusan orang. Area perkemahan ini ditumbuhi dengan pohon-pohon pinus yang rindang.

  • Salah satu objek wisata yang menarik di Kuningan ialah Telaga Remis. Secara geografis letaknya berada di Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jaraknya kurang lebih 37 kilometer atau dapat ditempuh 1 jam dari pusat kota Kuningan. Sementara dari Kota Cirebon sekitar 30 kilometer atau sekira 1,5 jam perjalanan dengan sepeda motor.

    Telaga Remis memiliki lahan seluas 13 hektare untuk wilayah keseluruhan. Sedangkan luas danau atau telaganya hanya mencapai 3,25 hektare.

    Suasana asri bercampur udara sejuk membuat Telaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk melepas kepenatan. Adanya wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang dikelola Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini.

    Bagi Anda yang menyukai aktivitas berjalan kaki, terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutari telaga ini. Lain lagi bagi penyuka hobi memancing, Telaga Remis menyimpan aneka ikan yang bisa dibawa pulang. Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi Telaga Remis.

    Untuk masuknya, Anda akan dikenai biaya tiket Rp10.000 per orang. Namun, disarankan Anda membayar di loket resmi.

  • Telaga Nilem menjadi tempat favorit wisatawan yang gemar berselfie ria di dalam air. Jernihnya air membuat dunia fotografi pun dapat dilakukan di dalam air.

    Begitulah daya tarik utama Telaga Nilem. Telaga ini berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Letaknya masih satu gerbang masuk Wisata Talaga Remis, tepatnya terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Meski masih satu kawasan, keduanya tidak berasal dari mata air yang sama. Jarak antara Telaga Remis dengan Telaga Nilem sekitar 400 meter. Namun, suasana kedua telaga ini khas wisata alam hutan pinus.

    Sumber air telaga ini langsung dari mata air pegunungan sehingga menyebabkan air telaga nilem begitu jernih dan segar. Kita bisa mengabadikan foto baik dari permukaan air maupun dari dalam air. Kedalaman mulai dari setinggi mata kaki, hingga sekitar 2,5-3 meter untuk yang paling dalam. Pepohonan sekeliling telaga membuat suasana semakin teduh dan asri.

    Di tepi telaga terdapat 2 gazebo untuk beristirahat menikmati suasana. Sementara di sisi sebelahnya terdapat warung makanan ringan dan minuman. So, wisatawan yang berenang di danau tengah hutan pinus ini bisa berisitirahat sejenak sambil minum teh manis atau kopi. (Fre)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ingatan Pertama Kali Bus Tingkat Pariwisata Mengaspal Jalanan Ibu Kota
Travel
Ingatan Pertama Kali Bus Tingkat Pariwisata Mengaspal Jalanan Ibu Kota

Bis tingkat pariwisata yang digunakan untuk keliling kota.

Ragam Seni Gambar Prasejarah Indonesia, Salah Satunya Manusia Jadi-jadian
Tradisi
Ragam Seni Gambar Prasejarah Indonesia, Salah Satunya Manusia Jadi-jadian

Art di Indonesia semakin berkembang ditambah dengan munculnya budaya-budaya baru yang masuk.

Jembatan Suroboyo Dibuka Kembali dengan Pembatasan Pengunjung
Travel
Jembatan Suroboyo Dibuka Kembali dengan Pembatasan Pengunjung

Jembatan Suroboyo dibuka kembali pada Sabtu pekan ini (20/11)

Mengenal Gubal, Kuliner Khas Suku Laut Kabupaten Lingga
Kuliner
Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021
Kuliner
Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021

Tempe mendoan akhirnya resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia 2021.

Delegasi EdWG 2022 Kunjungi Candi Borobudur dan Prambanan
Travel
Delegasi EdWG 2022 Kunjungi Candi Borobudur dan Prambanan

EdWG 2022 digelar 16-18 Maret 2022 di Yogyakarta.