4 Sehat 5 Sempurna sudah Kuno, kini Zamannya Pedoman Gizi Seimbang Pedoman gizi seimbang jadi acuan baru pola makan sehat. (foto: pixabay/HNBS)

SAAT di bangku sekolah dulu, kamu mungkin dicekoki guru dan orangtua bahwa pola makan terbaik ialah 4 sehat 5 sempurna. Polanya amat sederhana memang, mencukupi kebutuhan dengan makan nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan yang terpenting melengkapi dengan susu.

Slogan tersebut awalnya muncul pada 1952. Sejak periode tersebut, 4 sehat 5 sempurna selalu menjadi prinsip utama bila ingin hidup sehat. Inspirasi dari prinsip tersebut ialah pola basic four yang populer di Amerika pada era 1940-an. Pola tersebut meliputi:


- Penekanan pada konsumsi nasi, sayur, lauk pauk, dan buah.
- Susu menjadi makanan/minuman yang punya pengelompokan sendiri dan dianggap sebagai penyempurna.
- Kebutuhan tubuh akan air dalam jumlah cukup, aman, dan bersih tidak dipertimbangkan.

Seiring berjalannya waktu, slogan itu tidak lagi sesuai dengan kehidupan di zaman sekarang. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Indonesia mengeluarkan pedoman gizi seimbang (PGS) pada 2014 sebagai pengganti 4 sehat 5 sempurna. Ada beberapa hal yang menjadi pembeda mencolok antara prinsip 4 sehat 5 sempurna dan PGS. Berikut perbedaan 4 sehat 5 sempurna dan pedoman gizi seimbang.


1. Keragaman pesan kesehatan

Pedoman gizi seimbang memasukkan olahraga sebagai syarat hidup sehat. (foto: pixabay/skeeze)

Dengan pola 4 sehat 5 sempurna, kamu pasti berpikir jika ingin hidup sehat, harus memenuhi makanan pokok, lauk yang terdiri dari protein hewani dan protein nabati, sayur, buah, dan susu sebagai penyempurnanya. Padahal, makanan bukan satu-satunya penentu status kesehatan Anda.

Dalam slogan gizi seimbang yang baru, disebutkan beberapa anjuran lain bila kamu ingin hidup sehat, seperti berolahraga rutin, mengatur porsi, memantau berat badan secara teratur, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.


2. Susu tidak wajib jadi pelengkap

Susu tak lagi wajib jadi pelengkap. (foto: pixabay/couleur)

Anggapan bahwa makan tak lengkap tanpa susu sudah harus diubah. Susu tidak lagi harus ada di dalam menu kamu, sebab susu memiliki kandungan yang sama seperti lauk protein hewani. Sementara itu, kandungan lain yang ada di susu, seperti kalsium, fosfor, dan zat besi, juga bisa kamu dapatkan di berbagai protein hewani lainnya. Jadi jangan khawatir kamu menjadi tidak sehat karena selama ini tidak minum susu.

3. Tidak ada ketentuan porsi

Di dalam slogan kesehatan yang lama, tidak ada ketentuan dan aturan seberapa banyak porsi makan dalam sehari. Padahal, ketentuan porsi makan sangatlah penting untuk mencegah kamu mengalami kegemukan dan terserang berbagai penyakit kronis. Pedoman gizi seimbang memberikan pembagian porsi makanan di dalam piring makan kamu.


4. Fokus pada variasi bahan makanan

Pola makan sehat yang baru menekankan mengonsumsi makanan yanng beragam. (foto: pixabay/pasja1000)

Semakin banyak bahan makanan yang kamu makan, semakin baik kandungan gizinya. Dalam prinsip gizi seimbang, ditekankan juga untuk mengonsumsi beragam jenis bahan makanan. Tidak hanya bergantung dengan satu jenis makanan, seperti makanan pokok yang bisa diganti dengan jagung, mi, ubi, atau kentang--tak melulu harus nasi. Sementara itu, di dalam slogan dulu, pesan tersebut hampir tak ada.

5. Konsumsi air mineral yang terlewatkan

Air mineral wajib mencukupi, 8 gelas sehari. (foto: pixabay/95839)

Dalam 4 sehat 5 sempurna, tidak disebutkan bahwa kamu harus minum air mineral. Padahal, pemenuhan cairan sangat penting untuk menjaga status hidrasi. Cairan yang paling baik untuk memenuhi kebutuhan kamu hanyalah air mineral. Oleh karena itu, pada pedoman gizi seimbang, kamu dianjurkan untuk minum air putih setidaknya 8 gelas per hari atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Jadi mulai sekarang, ubah deh pola makan kamu dengan menggunakan pedoman gizi seimbang.(dwi)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH