4 Rekomendasi Museum Anatomi Tubuh, Belajar Sekaligus Bervakansi Vakansi sekaligus belajar di museum anatomi (Foto: jtp)

Apa yang pertama kali kamu pikirkan saat mendengar kata 'museum'? Beberapa di antara kamu pasti berpikir satu tempat dimana banyak barang-barang kuno dipajang. Hal itu memang tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar juga.

Faktanya, ada banyak jenis museum, misalnya saja museum anatomi tubuh. Di dunia ini ada banyak museum anatomi tubuh manusia. Merahputih.com telah merangkum beberapa museum pilihan dengan konsep anatomi tubuh manusia. Cocok sekali bagi kamu yang sedang mempelajari mengenai anatomi tubuh manusia.

Baca juga:

Museum yang Selangkah dari Stasiun Tanah Abang

Konsep unik yang diusungnya memberikan nuansa yang berbeda saat memasuki tiap ruangan yang tersedia. Berikut ini penjelasannya singkatnya.

1. Museum Josephinum

Museum Josephinum menampung 1.192 model anatomi tubuh manusia (Foto: josephinum.ac.at)
Museum Josephinum menampung 1.192 model anatomi tubuh manusia (Foto: josephinum.ac.at)

Mulanya, digunakan untuk akademi calon ahli bedah tentara kekaisaran. Kini, Josephinum jadi museum medis yang menampung 1.192 model anatomi tubuh manusia. dilansir laman atlasobscura, barang koleksi tersebut diperoleh dari seniman asal Florence sejak abad ke-18.

Secara keseluruhan, anatomi di museum ini terbuat dari lilin. Hal itu membuat Josephinum memiliki model obstetri lilin terbanyak di dunia. Lilin-lilin tersebut terlindungi di dalam kayu rosewood dan kaca. Menariknya meski dari lilin, model anatomi sangat rinci.

Baca juga:

Jejak Freemason di Museum Taman Prasasti

Model anatomi terbaik dimiliki pada Anatomical Venus. Terinspirasi dari dewi kecantikan, anatomi ini terbaring di peti mati berlapiskan kaca dengan dada terbuka lebar. Dilengkapi rambut panjang, bulu mata mutiara dan mahkota emas.

2. Museum La Specola

Museum La Specola memamerkan beragam model anatomi lilin (Foto: cultbizztech.com)
Museum La Specola memamerkan beragam model anatomi lilin (Foto: cultbizztech.com)

Salah satu museum tertua di Eropa, La Specola mulanya jadi tempat koleksi pribadi keluarga Medici. Hingga tahun 1775 dibuka untuk umum. Museum ini memamerkan beragam model anatomi lilin. Young Werther dan Kaisar Leopold sebagai pendana.

Menariknya, museum ini memiliki venom anatomi lilin. Tak berbeda jauh dengan museum Josephinum, model anatomi ini menyerupai wanita yang telanjang dada berpose semi-erotis kuno dengan tulang rusuk dan bagian perut yang terekspos. Selain itu, juga ada model lilin clemente susini. Karya produksi anatomi terapuh di dunia.

3. Museum Semmelweis

Museum Semmelweis memajang anatomi venus dan mesin sinar-x pertama (Foto: atlasobscura)
Museum Semmelweis memajang anatomi venus dan mesin sinar-x pertama (Foto: atlasobscura)

Museum dr. Semmelweis memajang anatomi venus, mesin sinar-x pertama, dan kepala keriput. Elemen paling menarik adalah kisah Semmelweis sendiri. Bekerja sejak abad pertengahan ke-18 di bangsal bersalin dan menangani pasien dengan penyakit misterius. Biasa dikenal dengan sebutan chilbed sickness.

Hingga suatu hari, Semmelweis menyadari terjadi kejanggalan pada seorang kolega yang meninggal dengan status mengidap penyakit tersebut. Tak lama, rekan kerja yang melakukan otopsi mayat tersebut mengalami luka di jarinya dan tertular. Seketika kebijakan mencuci tangan jadi keharusan dokter di klinik tersebut.

Ditambah dengan menggosokan tangan pakai kapur klorida dan antiseptik. Sempat berhasil, sayangnya penemuan ini ditolak. Semmelweis pun meninggal dunia dengan penyakit yang ia teliti selama bertahun-tahun.

4. Museum Cagaliari

Museum Cagaliari mengoleksi arkeologi dan sampel sejarah alam (Foto: lanuvosardegna.it)
Museum Cagaliari mengoleksi arkeologi dan sampel sejarah alam (Foto: lanuvosardegna.it)

Berdiri sejak abad ke-18, Museum Arkeologi Nasional Cagaliari memiliki beragam benda arkeologi dan sampel sejarah alam. Barang koleksinya didapat dari sumbangan dari beberapa kalangan. Kini, museum ini dikuratori oleh arkeolog Carlo Tronchetti dan Luisanna Usai.

Museum ini memiliki empat lantai. Agar memasuki museum Cagaliari, kamu harus membeli tiket. Harga yang ditawarkan mulai dari 2 Euro hingga 9 Euro (setara Rp31 ribu sampai Rp141 ribu). Disesuaikan pilihan paket wisata dan usia. (Dys)

Baca juga:

Asal Muasal Museum Zoologi


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH