4 Perbedaan Batik Khas Solo dan Yogyakarta, Serupa tapi Tak Sama Terlihat serupa, batik Solo dan Jogja memiliki perbedaan signifikan (Foto Pixabay/3422763)

SOLO dan Yogyakarta dikenal sebagai daerah batik. Bila berbicara batik bercorak Jawa maka pandangan langsung mengarah pada dua kota ini. Sekilas keduanya memang memiliki motif-motif batik yang sama. Setiap unsur yang dikandung dari kedua sumber batik memiliki perbedaan. Perbedaan yang mencolok biasanya dari warna dan motif.

Merahputih.com telah merangkum perbedaan batik khas Solo dan Yogyakarta dari beberapa sumber. Membantu sahabat merahputih yang ingin membeli batik sebagai cindera mata saat mengunjung kedua kota tersebut.


Baca Juga:

Iga Masardi Menemukan Identitas dalam Batik Tulis


1. Latar warna

latar warna batik
Ketahui perbedaan warna pada batik Solo dan Jogja (Foto Pinterest/rubylane.com)


Meski keduanya berasal dari budaya Jawa, batik Solo dan Yogya memiliki kekhasan masing-masing. Terlihat serupa, sebenarnya terdapat perbedaan signifikan pada warna motif. Batik Solo cenderung mendominasi latar warna-warna gelap, seperti cokelat. Berbeda dengan batik Yogya yang lebih dominan warna cerah, seperti putih.

Meski begitu, ada juga batik Yogya yang memiliki warna gelap sebagai dasarnya. Nah, seiring perkembangan zaman inilah yang mendorong perubahan warna batik Yogya. Tetap ada bedanya. Batik Jogja yang berwarna hitam cenderung terlihat kebiruan. Warna gelap pada batik Solo cenderung hitam kecoklatan. Tiap warna batik ini mengandung makna berbeda-beda. Warna cerah pada batik Solo menandakan Keraton Solo yang mengunggulkan keanggunan, tak mencolok. Sementara batik Yogya cenderung memilih warna cemerlang.

2. Corak

corak batik
Bedakan batik Solo dan Jogja dari corak garisnya (Foto Pinterest/lala munawaroh)


Perbedaan lainnya pada kedua jenis batik ini adalah pada corak garis. Corak garis yang lebih besar dan tebal dimiliki batik Yogya. Sementara corak yang lebih tipis dan kecil berasal dari Solo. Perbedaan ini dipengaruhi sejarah kedua keraton pada masa Kerajaan Mataram Islam, tepatnya, saat perjanjian Giyanti. Tekstur batik Yogya memberikan kesan gagah, tegas dan bernilai tinggi. Berbeda dengan tekstur batik Solo yang lebih menonjolkan keindahan dan kelembutan.

Baca Juga:

Batik Pesisir, Jejak Empat Kebudayaan dalam Satu Kain

3. Motif

motif batik
Corak batik keduanya menunjukan perbedaan. (Foto: Unsplash/Agto Nugroho)


Terlihat menyaru, arah motif batik Solo dan Yogya berlawanan. Salah satu kain batik Yogya yang memiliki penampilan serupa adalah motif kawung dan parang. Batik Yogya menunjukkan arah motif dari kanan atas ke kiri bawah. Berbanding sebaliknya, batik Solo justru memiliki arah motif parang dari kiri atas ke kanan bawah. Arahan motif ini dipengaruhi pakem-pakem atau kepercayaan keraton masing-masing. Meski satu bagian dari Kerajaan Mataram, tetap memiliki ciri khas masing-masing.


4. Prodo, hiasan pelengkap

prodo batik
Prodo yang ada juga menunjukan perbedaan besar. (Foto: instagram@batiksemarang16)


Tak hanya motif parang dan kawung, kamu juga memerhatikan perbedaan pada motif pendampingnya (isen-isen). Keraton Solo cenderung bervariasi daripada Keraton Yogyakarta. Biasanya, batik Solo dibubuhkan dengan hiasan emas untuk mempercantik tampilan. Biasanya terletak di garis luar corak dan beberapa bagian ornamen lainnya. (Dys)

Baca Juga:

Sudah Ada sejak Abad Ke-19, inilah Batik Tertua di Indonesia


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH