4 Orang Jadi Tersangka Pengeroyokan Lansia di Jakarta Timur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Kasus pengeroyokan yang menewaskan pengendara mobil Wiyanto Halim (88) yang dituduh sebagai maling di Pulogadung, Jakarta Timur diusut polisi.

Sejumlah orang dijadikan tersangka dalam kasus ini. Salah satunya ada R, yang memprovokasi para pelaku lainnya.

Baca Juga

Komjak Turun Tangan Periksa Jaksa Kasus Korban Penganiayaan di Tangerang

"Tersangka (pengeroyokan) sampai malam ini sudah empat orang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Senin (24/1).

Meski demikian Zulpan belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai peran para tersangka dalam kasus tersebut.

"Enggak bisa disampaikan dulu ya perannya karena masih pemeriksaan berlangsung ini," ujarnya.

Ia lantas menjelaskan, kronologi awal pengeroyokan ini dimulai saat petugas piket Polres Metro Jakarta Timur menerima informasi adanya seseorang yang diduga melakukan pencurian kendaraan bermotor dan membawa kabur mobil milik orang lain.

"Kemudian, anggota langsung meluncur ke TKP dan dibelakang rangkaian motor yang mengejar atas provokasi pemotor yang diserempet dan menyebut korban maling," tuturnya.

Saat sesampainya di sana terjadi pengeroyokan, polisi sempat melerai, kemudian korban yang juga pengemudi tanpa memiliki identitas, diperiksa pelat nomor kendaraannya.

"Korban juga mengalami luka berat akibat dikeroyok sejumlah orang," sambung Zulpan.

Anggota Polres Metro Jakarta Timur kemudian melakukan sejumlah langkah pertolongan salah satunya membawa korban ke RS Cipto Mangunkusumo walaupun akhirnya korban meninggal dunia.

Jenazah korban pria lanjut usia (lansia) berinisial WH (89) yang menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di Pulogadung, Jakarta Timur, disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). (ANTARA/Abdu Faisal)
Jenazah korban pria lanjut usia (lansia) berinisial WH (89) yang menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di Pulogadung, Jakarta Timur, disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). (ANTARA/Abdu Faisal)

Polisi juga melakukan analisa TKP serta rekaman CCTV dan pengamanan barang bukti hingga akhirnya mengetahui identitas korban. Pelaku R dan lainnya sementara dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan diatas lima tahun.

Kuasa hukum keluarga Wiyanto Halim, Freddy Y Patty menerangkan korban keluar rumah pada Sabtu (22/1) dengan membawa mobil tanpa sepengetahuan keluarga hingga keesokan harinya tak kunjung pulang.

Kemudian pada Minggu (23/1) pagi, keluarga merasa bingung karena tak menemukan keberadaan korban. Sampai pada akhirnya, pihak Polres Metro Jakarta Timur menghubungi pihak keluarga dan menyatakan Wiyanto telah meninggal dunia karena dikeroyok.

Freddy menyatakan bahwa sejatinya Wiyanto tidak pernah keluar malam karena usianya yang sudah tua. Selain itu, pria lanjut usia ini juga sebenarnya memiliki sopir.

Selain usianya sudah tua, keluarga juga melarang Wiyanto untuk mengemudi mobil sendiri karena kondisinya yang kurang mendengar sejak beberapa tahun sehingga membuatnya menggunakan alat bantu dengar.

"Keluarga sudah sering mengingatkan jangan bawa mobil nanti bahaya. Tetapi tanpa sepengetahuan keluarga dia sering bawa sendiri ketika sopir tidak ada, kalau sopir ada pasti sopir yang bawa," jelas dengam sedikit emosional.

Di sisi lain, anak korban, Bryna buka suara terkait kematian ayahnya yang disebabkan karena aksi pengeroyokan tersebut. Ia mengaku tak terima ayahnya meninggal dalam kondisi mengenaskan.

"Intinya saya dari keluarga itu tidak menerima papa meninggal dalam keadaan mengenaskan kayak gini, kita minta keadilan," kata Bryna dengan nada tinggi seraya menitikan air mata. (Knu)

Baca Juga

Jaksa Keluarkan SKP2, Tersangka Penganiayaan Pedagang di Sumut Minta Maaf

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Persulit Masyarakat, Kemendagri Tegur 10 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
Indonesia
Persulit Masyarakat, Kemendagri Tegur 10 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Dirjen Zudan langsung membentuk Satuan Tugas (Satgas) Supervisi, dipimpin langsung oleh para pejabat Eselon II.

Mempercepat Program Langit Biru Jakarta Dengan Perbanyak Mobil Listrik
Indonesia
Mempercepat Program Langit Biru Jakarta Dengan Perbanyak Mobil Listrik

Kementerian ESDM, memastikan ekonomi akan tetap tumbuh meski Indonesia dihadapkan pada tantangan transisi energi yang menuntut penggunaan energi bersih.

Indonesia Minta Negara Maju Gelontorkan USD 100 Miliar Ke Negara Berkembang
Indonesia
Indonesia Minta Negara Maju Gelontorkan USD 100 Miliar Ke Negara Berkembang

Diharapkan agar negara berkembang dapat memperoleh mekanisme pendanaan yang mudah diakses, fleksibel, dan dengan prosedur yang sederhana.

Sembilan Mahasiswa Raih Medali di PON Papua, UNS Berikan Bonus Kuliah Gratis Sampai S2
Indonesia
Sembilan Mahasiswa Raih Medali di PON Papua, UNS Berikan Bonus Kuliah Gratis Sampai S2

Sedikitnya sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) peraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dengan bonus dari pihak kampus

Kasus COVID-19 Jabar Melonjak, Layanan Ambulans Kewalahan
Indonesia
Kasus COVID-19 Jabar Melonjak, Layanan Ambulans Kewalahan

Melonjaknya kasus diduga karena mulai meningkatnya paparan kasus COVID-19 oleh varian Delta, yaitu virus mutan yang pertama kali diidentifikasi di India.

Irjen Napoleon Bantah Dirinya Koruptor lewat Surat Terbuka, Ini Tanggapan Mabes Polri
Indonesia
Irjen Napoleon Bantah Dirinya Koruptor lewat Surat Terbuka, Ini Tanggapan Mabes Polri

Terpidana kasus suap Napoleon Bonaparte kembali mengeluarkan surat terbuka dari dalam Rutan Bareskrim Polri.

Ridwan Kamil Ingatkan Anak Buahnya Tidak Berbuat Curang Pakai Mobil Dinas Buat Mudik
Indonesia
Ridwan Kamil Ingatkan Anak Buahnya Tidak Berbuat Curang Pakai Mobil Dinas Buat Mudik

"Jangan ada lagi pelat warna ungu pura-pura hitam padahal merah itu nanti laporkan oleh media kita tindak ya," katanya.

Tjahjo Kumolo Ingatkan ASN Tidak Jalan Jalan Saat PPKM Level 3 Nataru
Indonesia
Tjahjo Kumolo Ingatkan ASN Tidak Jalan Jalan Saat PPKM Level 3 Nataru

Kemudian PPK dapat memberikan hukuman disiplin pada pegawai yang melnggar sesuai ketentuan yang berlaku.

Proyek Pengendalian Banjir Bandung Selatan Rp 141 Miliar Telah Rampung
Indonesia
Proyek Pengendalian Banjir Bandung Selatan Rp 141 Miliar Telah Rampung

Telah dibangun empat polder, yakni Polder Cipalasari-1, Polder Cipalasari-2, Polder Cijambe, dan Polder Cisangkuy.